Inilah Rupanya Manfaat Mengajarkan 2 Bahasa bagi Kecerdasan Anak

Inilah Rupanya Manfaat Mengajarkan 2 Bahasa bagi Kecerdasan Anak

10 bulan yang lalu
Dibaca 1,75 ribu

 

Dewasa ini, banyak orangtua yang mengajarkan anak 2 bahasa sekaligus sejak dini. Yang paling umum adalah Bahasa Inggris di sekolah dan Bahasa Indonesia di rumah. Selain itu, Bahasa Inggris juga banyak diserap di rumah melalui konsumsi bacaan atau tontonan sehari-hari. Di luar itu, tidak jarang juga di beberapa keluarga, anak-anak justru terpapar oleh tiga bahasa setiap harinya, terutama bagi orang tua yang masih menggunakan bahasa daerah seperti Bahasa Sunda atau Bahasa Jawa.

Di balik segala perbendaharaan kata dan struktur bahasa yang berbeda, ternyata terdapat segudang manfaat yang dapat dirasakan oleh si Kecil jika orangtuanya mengajarkan anak 2 bahasa baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Manfaat tersebut antara lain:

1.  Kemampuan fokus

Menurut penelitian, mengajarkan anak 2 bahasa dapat membuat mereka belajar lebih baik di ruangan kelas yang berisik daripada mereka yang fasih satu bahasa saja. Paparan dua bahasa dapat membantu memperbaiki perhatian selektif dengan meningkatkan respons auditori pada batang otak. Sehingga secara alami mampu menentukan suara mana yang lebih penting lalu fokus pada suara yang relevan dan menghiraukan yang tidak penting.

2.  Lebih berpeluang menyelesaikan pendidikan tinggi dan berpendapatan lebih

Berdasarkan penelitian anak bilingual lebih berpeluang untuk menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi dengan dampak sosioekonomik yang positif saat lulus dan bekerja. Karenanya mereka berpeluang memiliki pendapatan lebih.

3.  Kontrol mental tingkat tinggi

Orangtua yang mengajarkan anak 2 bahasa dapat membuat si Kecil memiliki kemampuan lebih tinggi dibanding anak-anak monolingual terutama dalam memecahkan masalah-masalah percobaan yang membutuhkan kontrol tingkat tinggi.

4.  Kemampuan aritmatika, pemecahan masalah, dan berpikir kreatif

Anak-anak yang mempelajari dua bahasa memiliki kemampuan aritmatika, pemecahan masalah, dan berpikir kreatif yang lebih baik. Hal ini terkait dengan kesigapan mental mereka untuk berubah antarbahasa yang berdampak positif pada kemampuannya mengembangkan skill yang bermanfaat dalam cara berpikir lainnya.

5.  Kemampuan untuk berhipotesis secara saintifik

Berbagai penelitian menunjukan korelasi yang kuat antara belajar bahasa dan kemampuan siswa untuk berhipotesis secara saintifik.

6.  Bahasa dan perbendaharaan kata

Sebuah penelitian membandingkan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak berusia 9-10 tahun yang bilingual dengan monolingual yang hanya berbahasa Inggris, hasilnya, mereka yang bilingual mendapatkan nilai yang lebih tinggi dalam urusan membaca dan mengeja. Selain itu mereka juga memiliki detail dan kekayaan dalam mendeskripsikan menggunakan perbendaharaan kata yang luas.

7.  Menyelesaikan tugas-tugas spasial yang rumit

Terdapat hubungan erat antara aspek-aspek yang berhubungan dengan kemampuan spasial, penggambaran secara mental, dan kemampuan memproses dua bahasa yang menghasilkan kemampuan secara menyeluruh ketika berurusan dengan tugas-tugas yang kompleks.

8.  Olahraga otak secara konstan

Mengajarkan anak 2 bahasa bisa membuat otak anak-anak bilingual lebih aktif bahkan ketika dia hanya menggunakan satu bahasa sehingga membuat satu sistem mengganggu yang lainnya. Imbasnya positif, memaksa otak memecahkan konflik internal, memberinya kesempatan untuk berolahraga yang dapat memperkuat otot kognitifnya. Tidak hanya lebih baik, tapi juga lebih efisien.

9.  Komunikator yang lebih baik

Paparan terhadap bahasa lain membuat anak bilingual belajar untuk menerima perspektif lain sejak dini. Selain itu dapat melatih kemampuan dasar mengenai pemahaman interpesonal sehingga dirinya berkomunikasi dengan lebih baik.

Baca Juga: Mengenal Tahapan Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini

10.Lebih toleran

Anak-anak bilingual terutama yang paham sejak usia prasekolah lebih mampu memahami mana yang dipelajari, mana yang dimiliki sejak lahir. Setiap pengalaman baru yang didapat setiap harinya memengaruhi kepercayaan anak-anak mengenai banyak hal, menjadikannya lebih toleran.

 

Dengan sederet manfaat yang didapat dari mengajarkan anak 2 bahasa, mempelajari lebih banyak bahasa bisa mendatangkan manfaat yang lebih banyak lagi.

Dr. Alexander Arguelles, seorang poliglot menyarankan seseorang untuk mempelajari empat kelompok bahasa, yakni bahasa klasik dari budaya sendiri yang bagi orang Indonesia mungkin bahasa Jawi Kuno atau Sunda Kuno; bahasa komunikasi utama dari budaya sendiri yang lebih luas yakni Bahasa Indonesia dan bahasa daerah sendiri; bahasa internasional seperti Bahasa Inggris; dan bahasa eksotik seperti Portugis atau Korea.

Kecerdasan bisa dipengaruhi dari mengajarkan anak 2 bahasa, dan sebaliknya, memahami lebih banyak bahasa membutuhkan kecerdasan. Karena itu keduanya melengkapi dan penting. Namun bagi anak-anak dalam usia pertumbuhan, yang tidak kalah penting adalah gizi serta nutrisi yang seimbang. Hal tersebut bisa didapat dari rutinitas yang bermanfaat, tidur yang cukup, serta asupan makanan yang bermanfaat. Selain itu, susu berformulasi khusus juga memberikan manfaat yang tidak ternilai.

PediaSure menyediakan nutrisi yang mendukung pertumbuhan nyata anak serta ditunjang stimulasi untuk perkembangan yang optimal. PediaSure tersedia dalam rasa vanila, madu, cokelat, dan classic milky dengan ukuran 200 hingga 1800 gram. Sementara PediaComplete tersedia dalam rasa vanila dengan ukuran 400 hingga 850 gram.  Namun sebelum mengonsumsinya, pastikan Ibu telah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan mendapatkan resep Dokter Spesialis Anak.

 

 

Sumber:

10 reasons why your bilingual child has an advantage at school - Multilingual Parenting (2017). Retrieved December 16 2021 from https://multilingualparenting.com/10-reasons-why-your-bilingual-child-has-an-advantage-at-school/

Bilingual children 'show advantage' in noisy classrooms - BBC News (2014). Retrieved December 16 2021 from https://www.bbc.com/news/education-29599177 

English Plus: Exploring the Socioeconomic Benefits of Bilingualism in Southern California by Rubén G. Rumbaut: SSRN (2015). Retrieved December 16 2021 from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2440950  

Bilingualism 'can increase mental agility' -- ScienceDaily - 2012. Retrieved December 16 2021 from https://www.sciencedaily.com/releases/2012/08/120803082915.htm

Academic Achievement | ACTFL. Retrieved December 16 2021 from  https://www.actfl.org/center-assessment-research-and-development/what-the-research-shows/academic-achievement

Bilingualism 'can increase mental agility' -- ScienceDaily (2012). Retrieved December 16 2021 from https://www.sciencedaily.com/releases/2012/08/120803082915.htm 

The Relationship Between Bilingualism and the Performance of Spatial Tasks - Taylor Francis Online (2010). Retrieved December 16 2021 from https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/13670050308667795#.VOZUbvnF98E

Opinion | The Benefits of Bilingualism - The New York Times (2012). Retrieved December 16 2021 from https://www.nytimes.com/2012/03/18/opinion/sunday/the-benefits-of-bilingualism.html 

Opinion | The Superior Social Skills of Bilinguals - The New York Times (2016). Retrieved December 16 2021 from https://www.nytimes.com/2016/03/13/opinion/sunday/the-superior-social-skills-of-bilinguals.html