4 Manfaat Protein untuk Fungsi & Perkembangan Otak Anak Usia Dini

4 Manfaat Protein untuk Fungsi & Perkembangan Otak Anak Usia Dini

10 bulan yang lalu
Dibaca 2,7 ribu

 

Protein adalah salah satu dari enam nutrisi utama yang paling penting untuk tubuh selain karbohidrat, lemak vitamin, mineral, dan air. Protein ada di dalam setiap sel di tubuh manusia. Struktur utama yang membentuk protein adalah satu rentetan asam amino. Protein bisa didapat dari asupan makanan dan berfungsi untuk memperbaiki sel sekaligus membuat sel baru. Bagi anak-anak, protein sangat penting untuk mendukung perkembangan otak anak usia dini.

Banyak makanan yang memiliki kandungan protein tapi tentu kandungan dan kualitasnya berbeda-beda. Sebagai pondasi yang membentuk tubuh, protein membantu menghasilkan darah, membangun tulang, enzim, dan menopang tubuh seiring dengan pembuatan sel baru. Singkatnya, protein menyediakan bahan bakar dan energi agar tubuh dapat beraktivitas sepanjang hari serta mendukung perkembangan otak anak usia dini.

Untuk anak-anak, jumlah kebutuhan protein harian tentu berbeda-beda tergantung usia. Mulai dari 2-5 ons untuk anak berusia 2 hingga 4 tahun, 3-5,5 ons untuk usia 5 hingga 8 tahun, dan 4-6,5 ons untuk usia 9 hingga 13 tahun. Pastinya angka tersebut terus meningkat hingga memasuki usia dewasa. Sebagai acuan, sekepal tangan daging mengandung 3 ons atau 20 gram protein; sementara satu cup susu mengandung 8 gram protein, dan satu sendok selai kacang mengandung 5 gram protein. Konsultasikan dengan dokter mengenai kebutuhan protein si Kecil secara khusus.

 

Manfaat Protein untuk Anak Usia Dini

Sumber protein terdapat di berbagai makanan, sehingga Ibu tidak perlu khawatir untuk mencari sumber protein yang mudah dan menyehatkan, yang penting adalah terpenuhi. Bagi anak-anak, secara spesifik protein memiliki manfaat terutama untuk perkembangan otak anak usia dini. Terdapat empat poin utama dari peran dan manfaat protein bagi anak usia dini, yakni:

·        Pembentukan sel dan jaringan otak

Protein berperan untuk membangun jaringan serta sel otak sekaligus memproduksi sel-sel saraf baru yang membuat otak si Kecil terus tumbuh. Dalam kondisi bernama microcephaly yang disebabkan oleh kekurangan protein akibat gangguan gen bernama ASPM membuat otak anak-anak tidak bisa tumbuh secara normal. Hal ini dapat memicu anak menjadi hiperaktif, mengalami kejang-kejang, keterlambatan berbicara dan fungsi-fungsi lainnya bahkan hingga membuat anak keterbelakangan mental.

·        Pembentukan Neurotransmitters

Neurotransmitters sering disebut sebagai pengantar senyawa kimia pada tubuh. Mereka adalah molekul yang digunakan oleh sistem saraf untuk menyampaikan pesan antar saraf, atau dari saraf ke otot. Pada anak usia dini, pembentukan neurotransmitter ini terus berlangsung dengan cepat setiap kali otaknya menerima hal-hal seperti saat si Kecil mendengar namanya dipanggil, melihat foto, atau menyentuh suatu objek yang dia senangi atau sebaliknya, dan lain-lain.

Diestimasikan hingga usianya menginjak 3 tahun, telah terjadi seribu triliun koneksi di dalam otaknya. Peran protein di sini adalah membantu pembentukan neurotransmitter. Protein tryptophan misalnya, dia membantu pembuatan neurotransmitter serotonin yang berfungsi untuk mengontrol mood, nafsu makan, dan tidur, sementara protein tyrosine membantu membuat neurotransmitter norepinephrine yang berfungsi untuk mengontrol detak jantung dan tekanan darah.

·        Penunjang fungsi kognitif

Protein merupakan nutrisi yang menunjang fungsi kognitif pada anak usia dini. Dengan asupan protein yang seimbang, otak si Kecil dapat berpikir dengan jernih, mampu berkonsentrasi dan siap untuk terus belajar. Kekurangan protein dalam pola makan anak-anak memicu kekurangan nutrisi energi protein. Hal ini dapat berimbas pada IQ dan nilai yang lebih rendah di sekolah. Kekurangan protein juga memicu masalah perilaku, ingatan yang buruk, dan masalah kognitif lainnya.

 

Protein sendiri terbentuk dari asam amino yang menyerap protein yang lalu terserap ke dalam tubuh. Asam amino sendiri ada yang bisa diproduksi tubuh, didapat dari makanan, dan asam amino yang disebut semi-essential yang dibutuhkan pada situasi tertentu.

Baca Juga: Susu Tinggi Protein Untuk Pertumbuhan si Kecil

Salah satu asam amino semi-essential adalah arginine yang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak usia dini. Penyerapan protein juga dapat dibantu oleh kehadiran probiotik. Oleh sebab itu, protein dan nutrisi lain saling membutuhkan satu sama lain untuk meningkatkan fungsi dan manfaatnya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, PediaSure formula baru hadir untuk memberi dukungan nutrisi untuk tumbuh kembang anak. Dilengkapi dengan campuran probiotik, sumber protein kompleks, serta diformulasi dengan arginine dan vitamin K2, PediaSure menjadi tambahan nutrisi yang lezat untuk mendukung pertumbuhan tulang si kecil. PediaSure tersedia dalam varian rasa vanilla, madu, cokelat, dan classic milky dengan ukuran 200gr hingga 1800gr tergantung varian rasa.

Tak ketinggalan, Ibu juga bisa memberikan asupan nutrisi padat kalori untuk bantu pertumbuhan si Kecil. PediaSure Complete, yang kini telah berganti nama menjadi PediaComplete merupakan nutrisi tambahan bisa dijadikan pilihan dengan kandungan yang telah disesuaikan rekomendasi WHO.

Untuk informasi lebih lanjut seputar kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, Ibu dapat mengunjungi halaman produk PediaComplete di sini, serta pastikan untuk selalu melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis kesayangan si Kecil dan keluarga.

 

 

Sumber:

Protein in diet - MedlinePlus. Retrieved on December 6 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/002467.htm

Nutrition for kids: Guidelines for a healthy diet- Mayoclinic (2021). Retrieved on December 6 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/nutrition-for-kids/art-20049335  

Best sources of protein for kids - childrens.com. Retrieved on December 6 2021, from https://www.childrens.com/health-wellness/best-sources-of-protein-for-kids

What are neurotransmitters? - Queensland Brain Institute - University of Queensland - Queensland Brain Institute (2017). Retrieved on December 6 2021, from https://qbi.uq.edu.au/brain/brain-physiology/what-are-neurotransmitters