6 Nutrisi Penting dan Penerapan Pola Makan yang Mendukung Pertumbuhan Optimal Anak

2 bulan yang lalu

Parents tentu sering mendengar kalimat, makan jangan asal kenyang.  Prinsip ini tentu saja perlu diperhatikan dan dikenalkan ketika si kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat saat masuk fase MPASI. Termasuk menerapkan aturan makan anak yang tepat, dengan begitu tumbuh kembangnya bisa lebih maksimal.

Meski terlihat sederhana, sayangnya hal ini kerap dilupakan, di mana orangtua kurang kreatif dalam menyajikan dan mengenalkan makanan pada anak. Akibatnya kebutuhan kebutuhan makronutrien dan kebutuhan mikronutrien. Padahal jika kondisi ini dibiarkan akan memengaruhi masa depan anak, di mana kemampuan kognitif anak jadi tidak maksimal.  Belum lagi dengan aturan makan anak yang keliru.

Agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, maka asupan nutrisi ini pun perlu diperhatikan dengan baik. Orangtua perlu paham, bahwa tidak cukup memberikan stimulasi, proses tumbuh kembang dan kecerdasan anak juga dipengaruhi oleh nutrisi sehari-hari.   

Tak hanya sekadar memilihkan nutrisi yang tepat, salah satu faktor penting lainnya adalah menerapkan pola makan yang tepat. Tanpa disadari, melatih anak untuk melakukan pola makan yang baik dan benar bisa mencegahnya mengalami picky eater atau yang disebut dengan GTM (Gerakan Tutup Mulut). 

Tidak bisa dipungkiri, bahwa seiring bertambahnya usia anak, Parents kerap mendapatkan berbagai tantangan. Tak terkecuali terkait dengan memenuhi asupan gizi dan nutrisinya anak.

WHO sendiri telah merekomendasikan ada 7 kelompok makanan yang penting untuk tumbuh kembang anak. Dimulai dengan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, telur, produk susu dan turunannya seperti keju dan  yoghurt, serta sayur dan buah-buahan. 

Saat Si Kecil mulai dikenalkan dengan makanan padat, setidaknya harus ada minimal 4 kelompok dari 7 kelompok ini, yaitu kelompok karbohidrat, kelompok protein hewani, dan kelompok buah dan sayur.

Untuk lebih jelasnya, ada 9 nutrisi penting yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

6 Nutrisi Penting untuk Anak

1. Protein

Protein yang dimaksud bisa protein hewani ataupun nabati. Fungsinya, untuk membentuk sel, melawan infeksi, dan mengubah makanan menjadi energi. Parents bisa memberikan sumber protein dari daging merah, ikan, ayam, telur ataupun beragam kacang-kacangan termasuk pemberian susu.

2. Karbohidrat

Kebutuhan karbohidrat merupakan salah satu unsur penting harian yang harus tercukupi bagi tumbuh kembang anak. Sebab, zat gizi makro ini, memberikan energi yang mendukung seluruh kerja berbagai organ dan jaringan tubuh. Bentuk karbohidratpun sangat beragam, ada gula, pati, dan serat. Pilihannya pun tak hanya nasi, Parents bisa memberikan sumber karbohidrat lain seperti kentang, umbi-umbian, dan jagung, roti ataupun  pasta.

3. Lemak

Sejak Si Kecil MPASI, nyatanya kebutuhan lemak perlu diberikan karena memang diperlukan oleh sumber energi yang penting untuk tumbuh kembang anak. Lemak dapat diperoleh dari produk susu, minyak goreng, daging, ikan, dan kacang-kacangan.

Lemak di sini tentu saja termasuk dengan asam lemak esensial omega 3 & 6. Berbagai penelitian menyebutkan kalau asam lemak esensial omega 3 & 6 dibutukan tubuh si Kecil sebagai sumber energi tumbuh kembangnya. Tercukupinya kebutuhan asam lemak esensial akan membuat pembentukan dinding sel neuron di otak berlangsung normal. Dengan begitu, otak si Kecil berkembang.

Tak hanya itu saja, asam lemak esensial omega 3 & 6 juga berfungsi sebagai anti-inflamasi atau anti-penggumpalan darah yang penting bagi kelancaran aliran darah dan fungsi sendi. Maka tak mengherankan jika kedua asam lemak esensial perlu tercukupi sejak si kecil masih di dalam kandungan.

4. Kalsium

Tak hanya dibutuhkan untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat, kalsium juga penting untuk membantu pembekuan darah jika Si Kecil mengalami luka. Sumbernya bisa didapatkan dari sayuran hijau seperti brokoli dan bayam. Termasuk  susu seperti yogurt, es krim, dan keju.

5. Zat Besi

Hati-hati, kekurangan zat besi bisa mengakibatkan anemia pada anak. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan gangguan pada tumbuh kembang anak. Zat besi ini baik bagi perkembangan otak dan pertumbuhan otot bayi. Sumber zat besi yang bisa diberikan pada Si Kecil pun cukup beragam, mulai dari  daging, hati, unggas, kerang, gandum utuh, kacang-kacangan, ataupun sereal.

6. Vitamin 

Vitamin tentu saja dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Misalnya Vitamin C yang berfungsi menjaga proses pembentukan organ dan kesehatan tubuh agar tetap bugar saat beraktivitas. Manfaat lainnya bisa mencegah flu, memperkuat pembuluh darah, membantu proses penyembuhan luka, juga membentuk tulang dan gigi yang kuat. Beberapa sumber makanan yang mengandung Vitamin C  tinggi didapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, stroberi, melon, pepaya, dan mangga ataupun sayuran kubis, brokoli, kembang kol, bayam.

Selain itu tentu saja Vitamin A, yang berguna untuk mejaga kesehatan mata, membantu pertumbuhan, menjaga mencegah infeksi dan kesehatan kulit.  Wortel, ubi jalar, labu, aprikot, bayam, brokoli, minyak ikan, kubis, dan kuning telur merupakan beberapa jenis makanan yang kaya akan Vitamin A.  Tak hanya kaya akan vitamin, buah-buahan dan sayuran juga memenuu kebutuhan serat Si Kecil. 

Selain memerhatikan nutrisi makanan, hal yang tak kala penting tentu saja mengetahui aturan pola makan yang tepat. Faktanya, gangguan makanan pada anak seperti yang dikenal dengan istilah GTM, bisa bersumber karena penerapan pola makan yang yang tidak tepat.

Berikut beberapa aturan makan anak yang perlu diperhatikan:

Aman dan Higienis

Saat memberikan makanan padat, pastikan kondisi kebersihan Parents terjaga dengan baik. Selain tangan, peralatan makan yang digunakan untuk menyiapkan dan menyajikan MPASI harus bersih. 

Diberikan secara responsif

Pemberian makan padat atau MPASI perlu diberikan secara jadwal waktu yang tepat. Prinsipnya, pemberian makan responsif ini diberikan saat Si Kecil merasa lapar dan sesuai yang dibutuhkan. Dalam pemberian makanan responsif Parents pun perlu belajar mengetahui kapan anak lapar, kenyang, sehingga bisa meresponsnya dengan tepat.

Aturan makan anak; jangan makan terlalu lama, cukup 30 menit

Jangan biarkan anak makan dalam jangka waktu yang terlalu lama. Oleh karena itu batasi hanya 30 menit saja. Meskipun belum habis, tidak perlu memaksanya untuk menyelesaikan makanan yang sudah Parents sediakan. Tak hanya untuk melatih anak disiplin, batasan waktu ini juga untuk mencegah Si Kecil kehilangan selera makan yang bisa berujung GTM dan mencegah masalah karies gigi dan masalah kesehatan mulut jika makanan terlalu lama di dalam mulut.

Adanya jadwal jadi kunci penting aturan makan anak

Agar nutrusi anak bisa tercukupi dengan baik dan bisa membantu pertumbuhannya optimal, pemberikan makan pun perlu dilakukan dengan jadwal yang tepat. Selain 3 kali makan besar, Si Kecil juga perlu jadwal snack time setidaknya 2 kali sehari. Biasanya diberikan di antara pukul 10 pagi, pukul 3-4 sore.

Pemilihan snack time ini tentu saja juga memerhatikan kandungan nutrisinya, selain buah-buahan, biskuit atau puding, Parents pun bisa memberikan susu, seperti susu PediaSure. Sebagai susu pertumbuhan, PediaSure membantu memaksimalkan nutrisi yang mendukung tumbuh kembang anak maksimal.

PediaSure  mengandung 0,8kcal/ml, 12 vitamin & 8 mineral, 3 sumber bahan protein, Tinggi kalsium, serta LA, ALA & DHA untuk mendukung pertumbuhannya yang optimal dan dapat menjaga daya tahan tubuhnya. Tersedia dengan rasa Madu dan Coklat yang sangat lezat dan disukai anak-anak.

Ciptakan pengalaman yang menyenangkan tanpa adanya distraksi termasuk aturan makan anak yang perlu diperahatikan

Faktor penting yang tak kalah penting adalah memastikan si kecil untuk memiliki pengalaman makan yang menyenangkan. Tanpa adanya paksaan, dan hindari adanya distraksi atau gangguan dari apa pun, misalnya penggunaan gadget, mainan, ataupun televisi.

PediaSure merupakan susu anak untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya sehari-hari. Mengandung 0,8kcal/ml, 12 vitamin & 8 mineral, 3 sumber bahan protein, Tinggi kalsium, serta LA, ALA & DHA untuk mendukung pertumbuhannya yang optimal dan dapat menjaga daya tahan tubuhnya. Tersedia dengan rasa Madu dan Coklat yang sangat lezat dan disukai anak-anak. 

10 dari 10 Ibu Home Tester Setuju PediaSure adalah Produk Nutrisi yang Tepat dalam Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Harian Si Kecil*

*Berdasarkan hasil survey Home Tester Club Indonesia kepada 308 responden setelah mengonsumsi PediaSure selama Desember 2019 - Maret 2020