Kelebihan Berat Badan pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Kelebihan Berat Badan pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

4 bulan yang lalu
Dibaca 842

Anak dengan kelebihan berat badan merupakan salah satu gangguan pertumbuhan. Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya yang bisa berdampak pada proses tumbuh kembang si kecil.

Secara umum, kelebihan berat badan dan obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan.

Sebagai orang tua, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu si kecil menjadi lebih sehat, seperti memperhatikan asupan makanannya. Misalnya, menjaga porsi makan anak, termasuk memperhatikan makanan berkalori tinggi dan memberikan minuman susu tanpa gula kaya nutrisi.

Pentingnya Mencegah Obesitas Anak

Ada bukti pendukung bahwa asupan gula yang berlebihan dari minuman ringan, peningkatan ukuran porsi makan, dan penurunan aktivitas fisik yang stabil berperan penting pada meningkatnya tingkat obesitas di seluruh dunia.

Lebih jauh lagi, anak-anak yang kelebihan berat badan dan obesitas, akan cenderung tidak mengalami perubahan hingga dewasa. Sehingga, lebih berisiko mengembangkan penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular di usia yang lebih muda.

Banyak kondisi komorbid yang berhubungan dengan obesitas anak seperti gangguan metabolisme, ortopedi, neurologis, hati, paru, dan ginjal.

Baca Juga: 5 Tips Penting Memilih Susu Tanpa Gula Tambahan

Gejala Kelebihan Berat pada Anak

Gejala obesitas pada anak maupun kelebihan berat badan mungkin tidak diketahui dari penampilan, tapi dapat dilihat dari body mass index (BMI)/indeks massa tubuh. BMI memberikan pedoman rasio berat badan terhadap tinggi badan. BMI merupakan standar penilaian kelebihan berat badan dan obesitas.

Lalu, apa gejala awal obesitas pada anak? Gejalanya dapat berupa berat badan yang berlebihan, melebihi batas berat tubuh normal.

Ditambah juga dengan gejala lainnya seperti sesak napas, kelelahan, keringat berlebih, sleep apnea, nyeri sendi, pinggul terkilir, ruam kulit, iritasi, sembelit, jaringan lemak di area payudara, refluks gastroesofagus, serta stretch mark di pinggul, perut, dan punggung.

Selain itu, kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan juga menjadi ciri-ciri obesitas pada anak.

Obesitas dini dapat berkembang pada anak-anak karena kelainan genetik yang langka. Gangguan ini melibatkan gen yang berperan dalam mengatur nafsu makan dan pengeluaran energi.

Baca Juga: Ibu, Waspadai Dampak Negatif Gula dan Cara Mencegahnya Berikut Ini!

Penyebab Kelebihan Berat Badan pada Anak

Tidak sedikit orang tua yang bertanya apa penyebab obesitas pada anak. Perlu dipahami, penyebab mendasar dari obesitas dan kelebihan berat badan adalah ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan yang dikeluarkan.

Masalah gaya hidup juga berkontribusi menyebabkan obesitas seperti kurangnya aktivitas fisik dan terlalu banyak kalori dari makanan dan minuman. Ditambah lagi, faktor genetik dan hormonal juga berperan dalam kelebihan berat badan anak.

Faktor Risiko Kelebihan Berat Badan pada Anak

Terdapat banyak faktor risiko yang biasanya saling berkombinasi dan dapat meningkatkan risiko anak menjadi obesitas, seperti:

1. Diet

Makan makanan berkalori tinggi terlalu sering seperti fast food dapat menyebabkan berat badan anak bertambah.

Banyak bukti yang menunjukkan minuman manis sebagai penyebab obesitas pada beberapa orang. Untuk itu, pemilihan susu tanpa gula penting untuk mencegah obesitas anak.

2. Kurang olahraga

Anak-anak yang kurang berolahraga dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas tidak banyak bergerak lebih mungkin untuk menambah berat badannya dikarenakan tidak membakar banyak kalori.

3. Faktor keluarga

Jika anak berasal dari keluarga orang-orang yang kelebihan berat badan, maka kemungkinannya lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama. Apalagi jika lingkungan anak selalu menyediakan makanan berkalori tinggi.

4. Faktor psikologi

Stres pada diri sendiri, orang tua, dan keluarga dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Sebab, beberapa anak bisa makan berlebihan untuk mengatasi emosi atau masalah.

5. Faktor genetik

Seorang anak berisiko lebih tinggi menjadi gemuk jika memiliki setidaknya satu orang tuanya yang mengalami obesitas.

Tapi beberapa sindrom genetik langka dapat menyebabkan obesitas pada anak-anak, baik dengan menyebabkan rasa lapar terus-menerus yang mengakibatkan makan berlebihan atau mempengaruhi cara lemak disimpan dalam tubuh.

6. Obat-obatan tertentu

Beberapa obat dapat meningkatkan risiko mengembangkan obesitas.

Dampak Kelebihan Berat Badan pada Anak

Selain ciri obesitas pada anak dan penyebabnya, orang tua juga perlu mengantisipasi dampak. Obesitas memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan fisik dan psikologis anak.

Obesitas anak dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi yang berkaitan terhadap gangguan kesehatan hati.

Selain itu, obesitas pada anak dapat berdampak pada kondisi kesehatan seperti diabetes tipe-2, kolesterol tinggi, hipertensi, nyeri sendi, dan masalah pernapasan seperti asma.

Obesitas pada anak juga dikaitkan dengan masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi, kurang percaya diri, bullying, stigma, dan mengalami obesitas saat dewasa.

Tips Mengatasi Kelebihan Berat Badan pada Anak

Faktor dan penyebab kenapa anak kelebihan berat badan hingga cara mengatasinya

Anak dengan obesitas dapat didorong untuk melakukan aktivitas fisik atau berolahraga setidaknya selama 60 menit per hari.

Ajak anak bersama-sama melakukan aktivitas fisik agar lebih semangat menjalankannya. Orang tua merupakan contoh bagi anaknya, sehingga dapat memberi panutan yang baik saat aktivitas fisik.

Orang tua juga dapat mengatur porsi makan, minuman, dan camilan sehat. Orang tua juga bisa membatasi waktu melihat layar televisi maupun gadget, serta memperbanyak waktu tidur anak.

Susu Tanpa Gula untuk Cegah Kelebihan Berat Badan Anak

Idealnya, untuk menghindari obesitas, orang tua bisa memberikan susu tanpa gula. Kehadiran susu zero sugar memungkinkan anak mendapat asupan nutrisi baik tanpa harus khawatir dengan kandungan gula.

Salah satu oral nutrition supplement untuk anak yang mengandung 0% sukrosa dan mudah ditemui di pasaran adalah PediaSure Complete. Untuk diketahui, PediaSure Complete sekarang berubah nama menjadi PediaComplete.

PediaComplete diformulasikan dari nutrisi padat energi dengan 0% sukrosa dan penambahan AA dan DHA demi bantu dukung pertumbuhan anak.

PediaComplete sebagai suplemen pertumbuhan anak diformulasikan dengan nutrisi lengkap dan seimbang oleh ahli nutrisi demi bantu mendukung pertumbuhan anak yang berisiko mengalami faltering growth (gagal tumbuh). Faltering growth biasanya ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak adekuat setiap bulannya.

PediaComplete juga mengandung tiga protein berkualitas, Prebiotik FOS dan laktosa yang rendah sehingga bagus untuk dukung kesehatan saluran cerna.

Di dalam suplemen pertumbuhan anak PediaComplete juga mengandung campuran lemak nabati dengan MCT 19% yang lebih mudah diserap sebagai sumber energi, 14 vitamin & 9 mineral yang akan mendukung pertumbuhan fisik maupun imunitas. PediaComplete juga memiliki rasa yang disukai anak.

Aturan penyajian PediaComplete adalah dikonsumsi 2 kali sehari dengan cara:

  • Siapkan 190ml air matang hangat atau dingin
  • Masukan 4 sendok takar PediaComplete
  • Aduk hingga tercampur secara merata 

Masa anak-anak merupakan waktu momen penting masa pertumbuhan manusia. Karenanya, peran nutrisi baik PediaComplete adalah mendukung tumbuh kembang anak seoptimal mungkin.

Yuk, dukung tumbuh kembang anak secara optimal dengan lebih menyadari kandungan 0% sukrosa dan manfaat susu tanpa gula!

 

 

 

SUMBER:

Obesity and Overweight - WHO. Retrieved on June 15, 2022 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight 

Defining Childhood Weight Status - CDC. Retrieved on June 15, 2022 from https://www.cdc.gov/obesity/basics/childhood-defining.html 

What Is Childhood Obesity? - Endocrineweb. Retrieved on June 15, 2022 from https://www.endocrineweb.com/conditions/childhood-obesity 

Apakah anak Obesitas? Yuk, kenali ciri-ciri Anak Obesitas - Kemkes RI. Retrieved on June 15, 2022 from http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/apakah-anak-obesitas-yuk-kenali-ciri-ciri-anak-obesitas 

Symptoms of Obesity - Verywell Health. Retrieved on June 15, 2022 from https://www.verywellhealth.com/obesity-symptoms-4689168 

Childhood obesity: causes and consequences - Journal of Family Medicine and Primary Care. Retrieved on June 15, 2022 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4408699/ 

Consequences of Obesity - CDC. Retrieved on June 15, 2022 from https://www.cdc.gov/obesity/basics/consequences.html 

Childhood obesity - Mayo Clinic. Retrieved on June 15, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/symptoms-causes/syc-20354827 

How much physical activity do children need? - CDC. Retrieved on June 15, 2022 https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/children/index.htm 

Childhood Obesity - Healthline. Retrieved on June 15, 2022 from https://www.healthline.com/health/weight-loss/weight-problems-in-children 

Is fast food bad for you? All you need to know about its nutrition and impacts - Medical News Today. Retrieved on June 18, 2022 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/324847

What can I do if my child is very overweight? - NHS. Retrieved on June 15, 2022 https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/childrens-weight/very-overweight-children-advice-for-parents/