Anak Muntah Setelah Makan? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini!

Anak Muntah Setelah Makan? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini!

1 minggu yang lalu
Dibaca 92

Muntah atau kondisi ketika isi lambung keluar melalui mulut adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan sering dihubungkan dengan berbagai kondisi medis.

Dalam kebanyakan kasus, muntah akan diawali dengan rasa tidak nyaman pada perut yang dikenal sebagai rasa mual.

Banyak orang akan mengalami mual setelah terlalu banyak makan dalam satu kali. Rasa mual yang memicu muntah setelah makan ini bisa terjadi pada siapa saja dari segala kelompok usia, salah satunya anak-anak.

Bahkan, muntah pun bisa menjadi tanda dari suatu keadaan kesehatan yang lebih serius seperti radang usus buntu hingga meningitis.

Penyebab Muntah Setelah Makan

Saat Ibu melihat anak muntah setelah makan, jangan buru-buru panik. Sebab, kadang muntah bukanlah indikasi kondisi kesehatan yang serius.

Meski begitu, Ibu tetap perlu waspada, ya. Untuk menambah kewaspadaan Ibu, yuk kenali beberapa penyebab muntah yang bisa dialami oleh anak-anak berikut ini!

1. Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah infeksi usus, yang menjadi penyebab umum muntah pada anak-anak.

Saat anak mengalami muntah yang disebabkan oleh infeksi usus, biasanya akan berlangsung beberapa hari.

2. Infeksi Lainnya

Selain gastroenteritis, pilek dan infeksi salurah kemih (ISK), juga bisa menjadi penyebab anak mengalami muntah.

Orang tua disarankan untuk segera menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat, jika anak yang mengalami muntah disertai suhu badan tinggi, mudah tersinggung, dan mudah marah.

3. Alergi Makanan

Selain infeksi, muntah pun bisa dikarenakan anak keracunan atau alergi makanan tertentu. 

Kondisi ini biasanya disertai beberapa gejala lain seperti ruam kulit, gatal, serta pembengkakan pada wajah, sekitar mata, bibir, lidah, atau langit-langit mulut.

Saat anak mengalami muntah dengan gejala-gejala tersebut, segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab dan memperoleh penanganan yang tepat.

Baca Juga: Alergi Anak: Ketahui Jenis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

4. Radang Usus Buntu

Apendisitis adalah pembengkakan usus buntu akibat infeksi.

Saat infeksi usus buntu terjadi, maka akan menimbulkan sakit perut hebat, yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Gejala penyerta seperti mual dan muntah juga kerap terjadi.

Jika anak mengalami sakit perut yang berangsur-angsur semakin parah, bahkan rasa sakit tersebut memburuk dengan cepat dan menyebar ke seluruh perut, sebaiknya si kecil segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan kondisinya.

Dalam kebanyakan kasus, diperlukan pengangkatan usus buntu melalui pembedahan untuk menangani infeksinya.

5. Meningitis

Meningitis adalah infeksi dan pembengkakan selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis biasanya diakibatkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Meningitis menyebabkan gejala tertentu seperti muntah, demam, sakit kepala, leher kaku, dan penderitanya cenderung menghindari cahaya terang.

Gejala lain yang bisa menjadi tanda infeksi meningitis meliputi kemunculan ruam kulit, baik bintik-bintik merah atau ungu kecil yang tidak berubah menjadi putih saat ditekan.

Jika anak Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah ke meningitis, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan yang cepat dan tepat.

6. Ketoasidosis Diabetik

Terkadang ketoasidosis diabetik menjadi tanpa pertama bahwa seorang anak menderita diabetes.

Ini terjadi saat tubuh tidak cukup memiliki insulin untuk memecah glukosa dalam darah sebagai bahan bakar, sehingga tubuh beralih ke simpanan lemak untuk energi.

Proses ini menghasilkan keton sebagai produk sampingan, yang membuat darah terlalu asam atau disebut ketoasidosis.

Gejala ketoasidosis diabetik termasuk dehidrasi, muntah, napas cepat, kelelahan, dan kebingungan.

Orang tua bisa mewaspadai keadaan ini dengan memperhatikan anaknya yang mengalami rasa haus dibandingkan biasanya dan buang air kecil lebih sering.

Cara Mengatasi Anak Muntah Setelah Makan

Anak-anak yang tampak lesu, mengalami dehidrasi, bahkan muntahan mengandung darah atau empedu, maka harus segera dibawa ke dokter.

Gejala dehidrasi yang dialami ketika muntah setelah makan bisa terlihat jelas dengan mulut kering, menangis tanpa mengeluarkan air mata, buang air kecil sedikit, dan mengantuk.

Meski begitu, dalam kebanyakan kasus, anak yang mengalami muntah dapat dirawat dengan aman di rumah.

Cukupi Cairan Untuk Cegah Dehidrasi

Hal terpenting yang bisa dilakukan oleh orang tua saat anak mengalami muntah adalah memastikan si kecil tetap mendapatkan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

Jika tampak dehidrasi, berarti anak membutuhkan cairan ekstra. Dalam hal ini, Anda dapat menghubungi tenaga kesehatan terkait pemberian larutan rehidrasi oral atau dikenal dengan oralit.

Beri Larutan Oralit Bila Perlu

Oralit adalah bubuk khusus yang bisa dibuat menjadi minuman. Bubuk ini mengandung gula dan garam untuk membantu menggantikan air dan garam yang hilang melalui muntah dan diare.

Anak memerlukan cairan bening dalam jumlah lebih banyak secara bertahap untuk menggantikan cairan yang keluar.

Sehingga, lebih baik untuk memberikan air atau cairan bening, dan hindari memberikan minuman seperti jus buah maupun minuman bersoda sampai anak merasa lebih baik.

Beri Makanan Halus

Tak hanya berhati-hati dalam memberikan asupan minuman, anak juga harus menghindari makanan padat sampai episode muntah berlalu.

Saat mengalami muntah anak biasanya jadi malas makan. Untuk itu, Ibu bisa memberi makanan bertekstur halus sebagai cara mengatasi anak susah makan selama periode muntah.

Setelah periode muntah telah terhenti selama 24 jam, maka anak-anak sudah bisa diberikan makanan dan minuman seperti biasanya.

Tetapi, apabila anak mengalami muntah-muntah selama lebih dari dua hari, dan tidak menunjukkan perubahan yang lebih baik menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Baca Juga: Ingin Cari Solusi Anak Susah Makan? Hindari Hal - Hal Berikut!

Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Mencegah Muntah Setelah Makan

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah mual kembali terjadi pada anak. Di antaranya adalah istirahat yang cukup, baik dalam posisi duduk maupun berbaring, serta menghindari aktivitas-aktivitas yang bisa memperburuk mual dan menyebabkan muntah.

Selain itu, mencukupi kebutuhan nutrisi untuk mendukung tumbuh dan kembang anak pun tetap harus dilakukan oleh orang tua. Ini dilakukan dengan memberikan makanan yang bergizi, termasuk pemberian asupan nutrisi tambahan. Hal ini perlu dilakukan agar daya tahan tubuh si kecil baik.

Ibu bisa memilih PediaSure, sebagai asupan nutrisi tambahan yang bantu menjaga daya tahan tubuh si kecil.

Pediasure mengandung 14 vitamin, 9 mineral, 3 sumber protein, dan kalsium. Kandungan tersebut akan membantu si Kecil tetap sehat, bugar, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Pediasure juga mengandung Omega 3, Omega 6, dan DHA, yang membantu kemampuan berpikir anak agar berkembang dengan baik.

Pediasure mendukung pertumbuhan buah hati sejak anak berusia 1 tahun dari tiga sumber protein yaitu kasein, soya, dan whey atau dikenal sebagai triple protein.

Selain itu, kandungan arginine dan vitamin K2 melengkapi nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Jadi, salah satu cara untuk mencegah muntah setelah makan pada anak adalah mendukung daya tahan tubuhnya tetap optimal ya Bu!

 

 

SUMBER: 

Vomiting in children and babies - NHS inform. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-children-and-babies#  

Gastroenteritis - Better Health Channel. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/gastroenteritis  

Vomiting in children - causes, treatment, when to seek help - Pregnancy Birth and Baby. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vomiting-in-children  

Food Allergies in Children - Johns Hopkins Medicine. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/food-allergies-in-children  

Appendicitis in Kids: Symptoms, Treatment & Recovery - Cleveland Clinic. Retrieved on July 31, 2022 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10792-appendicitis-in-children  

Meningitis - Symptoms and causes - Mayo Clinic. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508  

Vomiting in children - treatments, self care and causes - healthdirect. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.healthdirect.gov.au/vomiting-in-children  

Diabetic Ketoacidosis: Clinical Characteristics and Precipitating Factors - PMC. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7606188/  

Dehydration in Children: Signs, Treatments - Cleveland Clinic. Retrieved on July 31, 2022 from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8276-dehydration-and-your-child

 

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
Rekomendasi Nutrisi & Susu Penambah Nafsu Makan Yang Tepat!
Rekomendasi Nutrisi & Susu Penambah Nafsu Makan Yang Tepat!
Asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang sangat dibutuhkan untuk perkembangan si kecil. Berikut adalah tips untuk memenuhinya!
1 tahun yang lalu
Kenali Jenis-Jenis Susu Berdasarkan Proses Pembuatannya Berikut Ini!
Kenali Jenis-Jenis Susu Berdasarkan Proses Pembuatannya Berikut Ini!
Ada 3 jenis susu dalam kemasan yang umum beredar di pasaran. Setiap jenisnya punya karakter dan proses pembuatan yang berbeda-beda. Yuk, kenali satu per satu.
2 bulan yang lalu
Daftar Lengkap Makanan untuk Kecerdasan Otak Anak
Daftar Lengkap Makanan untuk Kecerdasan Otak Anak
Selain pengasuhan, makanan yang dikonsumsi anak setiap hari juga ikut berkontribusi dalam memengaruhi kecerdasan otak anak. ini makanan untuk kecerdasan otak
1 minggu yang lalu