Anak Tidak Mau Makan? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini!

Anak Tidak Mau Makan? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini!

2 minggu yang lalu
Dibaca 175
5 Menit membaca

Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu, terutama yang memiliki anak di bawah usia lima tahun, adalah susah makan. Tidak jarang, Ibu sudah mencoba aneka menu makanan dengan bahan dan tekstur yang beragam, tetapi anak tidak mau makan bahkan rewel saat waktu makan tiba.

Selain benar-benar menolak makanan atau yang dikenal dengan gerakan tutup mulut (GTM), anak seringkali menunjukkan reaksi tertentu, misalnya hanya mau makanan cair atau lumat karena sulit menelan atau mengunyah. Ada juga anak yang berlari menjauh atau menangis saat melihat sendok atau piring, atau anak menyemburkan makanannya.

Anak Susah Makan Berpengaruh pada Tumbuh Kembang

Anak tidak mau makan berkepanjangan bisa menyebabkan asupan kalori yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sulit makan awalnya berpengaruh terhadap berat badan si Kecil, lalu akan mempengaruhi tinggi badan dan status gizinya. Oleh karena itu, berbagai hal yang mengganggu proses makan harus dideteksi sedini mungkin dan diatasi sesuai penyebab yang mendasarinya.

Pemeriksaan status gizi dilakukan dengan mengukur antropometri, yakni berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan gigi, mulut, dan kemampuan menelan.

5 Penyebab Anak Tidak Mau Makan

Ibu, sebelum setiap saat dipusingkan dengan memikirkan menu makanan apa yang harus disiapkan agar si Kecil mau menyantapnya, sebenarnya menolak makan adalah perilaku anak yang umum. Dalam beberapa kasus, anak menolak makan karena hal-hal seperti berikut:

1. Hanya Menyukai Makanan Tertentu

Kebanyakan anak hanya menyukai jenis makanan tertentu dan tidak suka makanan yang sudah disiapkan orangtuanya.  Hal ini bisa jadi dipengaruhi perilaku orangtua dalam memberi anak makan.

Sebagai contoh, anak dipaksa minum jamu penambah nafsu makan yang justru membuat trauma dan anak semakin susah makan. Di masyarakat, banyak dijumpai pemberian nutrisi yang kurang tepat mengenai komposisi makanan, tekstur, dan cara pemberiannya.

2. Tidak Lapar

Anak menolak makan saat mereka ngemil dan minum seharian. Dengan perut yang berukuran lebih kecil, anak merasa kenyang dalam waktu singkat. Dan jika anak tidak merasa lapar saat waktu makan, mereka tidak tertarik makan. Tapi, perlu diingat, camilan bukanlah asupan pengganti anak tidak mau makan ya, Bu!

Orangtua harus menegakkan aturan makan dan tetap konsisten, apa yang bisa dimakan dan tidak dimakan anak sebelum waktu makan.

3. Enggan Mencoba Sesuatu yang Baru

Penolakan makanan, baik menolak makanan baru atau menolak makanan yang pernah dimakan, menunjukkan respons ketakutan yang mendasar. Respons ketakutan ini sesungguhnya adalah normal dalam perkembangan anak dan sebagian besar anak melewati fase ini.

Anak menunjukkan ketakutan dengan menolak makanan baru yang tampak berbeda, mungkin makanan itu punya warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda dengan yang biasa mereka makan.

4. Tidak Enak Badan

Hal yang lumrah jika anak tidak mau makan saat sakit. Perubahan nafsu makan menjadi salah satu tanda pertama bahwa anak Ibu sedang tidak enak badan. Jika anak tiba-tiba nafsu makannya berkurang dan tidak seperti biasanya, saatnya untuk mengecek kondisinya, misalnya demam atau hidung tersumbat. Jika si Kecil memang sakit, segera periksakan ke dokter agar mendapat cara mengatasi anak lemas dan tidak mau makan.

5. Sedang Tidak Ingin Makan

Seperti juga orang dewasa yang terkadang tidak ingin makan, anak juga merasakan hal yang sama. Anak terkadang makan sangat banyak, makan hanya sedikit, sangat memilih apa yang mereka makan, dan menolak makan sama sekali.

Dampak Buruk Anak Menolak Makan

Anak dan remaja membutuhkan makanan dan camilan sehat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Makanan kaya nutrisi berperan penting dalam perkembangan mental dan fisik anak. Makanan sehat dengan nutrisi tepat memegang peranan penting dalam menjaga berat badan yang sehat. Gejala anak yang kurang makanan bernutrisi, di antaranya;

     terlalu kurus, kelebihan berat badan, atau obesitas

     perubahan saat buang air besar

     pucat

     kerusakan gigi

     pertumbuhan fisik yang lambat.

Pada beberapa anak, kurang makan makanan bergizi juga bisa diasosiasikan dengan masalah perilaku, masalah tidur, masalah perkembangan emosi dan psikologi, sulit berkonsentrasi atau kesulitan di sekolah.