Apa Saja Indikator Stunting Menurut WHO? Cek di Sini!

Apa Saja Indikator Stunting Menurut WHO? Cek di Sini!

8 bulan yang lalu
Dibaca 12,34 ribu
3 Menit membaca

Kesejahteraan serta kesehatan tumbuh kembang anak sedianya merupakan prioritas bagi orang tua di mana pun. Salah satu aspek paling penting dari tahapan tumbuh kembang anak adalah pertumbuhan fisik, dan stunting adalah hambatan yang bisa memberikan dampak negatif dalam jangka panjang terhadap kesehatan mereka.

Daftar isi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah mengidentifikasi beberapa indikator stunting yang terjadi pada anak-anak. Indikator ini bisa menjadi catatan bagi orang tua yang sedang memiliki anak di masa tumbuh kembang.

Apa Definisi Stunting Menurut WHO?

Stunting, menurut definisi dari WHO, adalah kondisi yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari standar usia. Stunting merupakan dampak dari kekurangan asupan nutrisi yang kronis atau dalam jangka panjang, dan biasanya erat dengan kemiskinan, kekurangan nutrisi dan kesehatan ibu hamil yang buruk, sakit dan infeksi yang berulang-ulang, serta kurangnya perhatian terhadap kesehatan dan anak secara menyeluruh di usia pertumbuhan baik dalam lingkup fisik maupun sosial.

Stunting sendiri merupakan masalah serius yang dialami oleh ratusan juta anak-anak di seluruh dunia, terutama di negara-negara miskin. Kekurangan asupan nutrisi di masa-masa pertumbuhan dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan fisik maupun mental anak, termasuk gangguan fungsi kognitif, sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta meningkatnya risiko penyakit kronis.

Bukan hanya kesehatan anak yang terimbas, tapi masa depan mereka sebagai sumber daya manusia yang berkualitas juga terancam karena kemampuan mereka untuk belajar jadi terbatas. Dampaknya, anak yang di masa kecilnya mengalami stunting akan kesulitan mencari nafkah. Stunting menjadi masalah rumit yang membutuhkan pendekatan menyeluruh yang meliputi pendidikan, layanan kesehatan, hingga kebijakan publik yang mengidentifikasi penyebab-penyebab stunting yang tidak tampak.

Indikator Stunting Menurut WHO

Dari segi kesehatan, WHO menggunakan indikator untuk menentukan apakah seorang anak mengalami stunting. Indikator stunting adalah pengukuran yang membantu mendeteksi dan mengukur stunting pada anak, sehingga intervensi yang tepat dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut.

Untuk mengidentifikasi anak yang mengalami stunting, WHO pun menggunakan indikator Tinggi Badan untuk Umur (TB/U) anak dengan rincian sebagai berikut:

  • Seorang anak mengalami stunting jika Tinggi Badan untuk Umur anak berada di bawah minus 2 standar deviasi atau kurang dari persentil ke-2 dari median referensi pertumbuhan WHO.
  • Seorang anak disebut mengalami stunting parah jika Tinggi Badan untuk Umur anak berada di bawah minus 3 standar deviasi atau kurang dari persentil ke-1 dari median referensi pertumbuhan WHO.

Untuk mengukur Tinggi Badan untuk Umur anak apakah sesuai atau di bawah standar deviasi, ibu dapat membandingkan tinggi badan dengan standar pertumbuhan anak usia yang sama. WHO menyediakan tabel dan kurva pertumbuhan anak sebagai acuan dalam mengukur stunting.

Sebagai contoh, berdasarkan referensi pertumbuhan WHO, untuk anak laki-laki berusia 2 tahun, tinggi median anak adalah 87,8 cm, di mana tinggi di minus 3 standar deviasi adalah 78,7 cm, minus 2 adalah 81,7, dan minus 1 adalah 84,8. Dengan demikian, anak yang memiliki tinggi di bawah 78,7 dikategorikan mengalami stunting.

Begitu juga untuk anak perempuan berusia 2 tahun. Tinggi mediannya adalah 86,4 cm, di mana tinggi di minus 3 standar deviasi adalah 76,7 cm, minus 2 adalah 80,0 cm, dan minus 1 adalah 83,2. Sehingga, anak perempuan berusia 2 tahun yang tingginya di bawah 76,7 masuk ke dalam kategori stunting.

Penyebab Stunting pada Anak

Seperti sudah dibahas sebelumnya, stunting pada anak disebabkan oleh berbagai faktor yang ditinjau dari berbagai dimensi, baik dari masalah kesehatan maupun masalah sosial seperti kemiskinan.

Jika ibu khawatir akan stunting pada anak, ibu harus mengenali terlebih dahulu penyebab stunting yang mungkin terjadi dari segi kesehatan, yakni kekurangan asupan gizi, infeksi berulang kali, serta kurangnya stimulasi yang memadai. Kondisi stunting sendiri dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia 2 tahun atau 1000 hari pertama kehidupan.

Cara Mencegah Stunting pada Anak

Untuk itu diperlukan intervensi sejak dini agar kondisi stunting dapat dicegah. Dengan mengenali penyebab dari segi kesehatan terkait masalah stunting, ibu bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah stunting pada anak, antara lain:

1. Berikan asupan nutrisi yang tidak hanya seimbang tapi juga berkualitas. Hal itu termasuk produk susu yang kaya akan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh berkat kandungan-kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Pastikan agar makanan yang dikonsumsi dibuat dengan proses yang baik dan tepat, sehingga anak terhindar dari mengonsumsi makanan yang kurang bersih atau terkontaminasi.

2. Pastikan anak mendapatkan vaksinasi lengkap sesuai dengan usianya untuk mencegah infeksi penyakit yang berulang-ulang.

3. Lakukan screening atau intervensi awal pada anak yang diduga mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan langsung segera konsultasikan dengan dokter.