Apa Itu Probiotik dan Apa Saja Contohnya?

Apa Itu Probiotik dan Apa Saja Contohnya?

8 bulan yang lalu
Dibaca 6,82 ribu
3 Menit membaca

Nutrisi yang lengkap sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Selain pola makan seimbang, melibatkan probiotik ke dalam asupan makanan anak sehari-hari dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan anak.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat ditemukan di makanan fermentasi, suplemen makanan, dan berbagai produk kecantikan. Mikroorganisme ini ditujukan untuk memiliki manfaat kesehatan ketika dikonsumsi atau digunakan.

Meski “mengonsumsi” bakteri terdengar aneh, nyatanya tidak semua mikroorganisme berbahaya. Faktanya, beberapa jenis mikroorganisme justru bermanfaat untuk kesehatan. Probiotik terbuat dari sekumpulan bakteri baik hidup dan ragi yang secara alami berada dalam tubuh.

Probiotik dapat membantu melawan bakteri buruk dan mengembalikan keseimbangan di dalam sistem dalam tubuh. Manfaat probiotik untuk tumbuh kembang anak semakin terlihat, menjadikan potensi penggunaan probiotik semakin sering jadi perhatian, terutama berkaitan dengan kesehatan anak.

Apa Itu Probiotik?

Sebelum mendalami potensi manfaat dari probiotik untuk anak-anak, penting untuk dipahami apa itu probiotik dan bagaimana cara probiotik bekerja. Sebagai mikroorganisme hidup, ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, probiotik dapat memberikan manfaat kesehatan pada inangnya. Probiotik dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti kapsul, tablet, bubuk, dan makanan seperti yogurt atau kefir. Mikroorganisme ini telah diteliti potensi manfaatnya untuk memperbaiki kesehatan usus, fungsi kekebalan tubuh, dan kesehatan secara menyeluruh.

Salah satu karakteristik dari probiotik adalah kemampuannya untuk bertahan hidup di dalam usus manusia setelah dicerna. Agar sesuatu diklasifikasikan sebagai probiotik, mikroorganisme ini harus terbukti menghadirkan manfaat untuk ingangnya dan terbukti aman dikonsumsi. Probiotik adalah bagian besar dari mikrobioma manusia, yakni sekumpulan mikroorganisme yang beragam yang tinggal di dalam tubuh. Setiap orang memiliki mikrobioma yang unik, dan keseimbangan mikroorganisme ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan dan gaya hidup.

8 Manfaat Probiotik

Sebagai mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan ketika dikonsumsi, probiotik bekerja dengan cara menyeimbangkan bakteri pada usus secara alami. Keseimbangan alami bakteri pada usus dapat terpengaruh terutama ketika tubuh sedang sakit, mengonsumsi obat, menjalani pola makan yang buruk, serta berbagai faktor lainnya.

Bagi anak-anak, probiotik memberi manfaat untuk anak dengan cara:

1. Memperbaiki sistem daya tahan tubuh

Probiotik dapat membantu tubuh melawan bakteri jahat untuk mencegah infeksi dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

2. Membantu kesehatan pada sistem pencernaan

Probiotik dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan serta kemampuan penyerapan makanan dan juga nutrisi, terutama pada bayi, balita, atau orang yang baru saja sembuh dari sakit dan sedang dalam proses pemulihan.

3. Mencegah masalah pernapasan

Probiotik dapat berperan dalam membantu mencegah masalah pernapasan, terutama infeksi saluran pernapasan bagian atas.

4. Meredakan diare

Probiotik dapat membantu mencegah dan mengobati diare, terutama diare yang berhubungan dengan antibiotik dan juga diare yang disebabkan oleh gastroenteritis atau flu perut.

Meredakan kolik dan asam lambung

Memberikan probiotik pada bayi di tiga bulan pertamanya dapat membantu mencegah kolik, sembelit, dan asam lambung.

6. Mengurangi risiko eksim dan alergi

Asupan probiotik pada ibu hamil dan ibu yang sedang menyusui, dapat membantu mengurangi tumbuhnya risiko eksim dan alergi pada bayi.

7. Memperbaiki kesehatan mental

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi probiotik berperan dalam memperbaiki gejala gangguan kesehatan mental seperti depresi, kegelisahan, OCD, serta ingatan.

8. Mengurangi risiko penyakit jantung

Beberapa jenis probiotik dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan cara mengurangi kolesterol LDL atau kolesterol jahat dan menurunkan tekanan darah.

Pada umumnya, probiotik aman untuk dikonsumsi tubuh. Meski demikian, penting bagi ibu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika hendak memberikannya untuk anak. Pada anak-anak yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, probiotik dapat justru memberikan efek samping yang serius pada bayi yang sakit, dan manfaat dari probiotik pun bisa didapat dari strain atau jenis tertentu saja.

Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menentukan probiotik jenis apa dan sebanyak apa yang harus dikonsumsi untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, dan untuk siapa, sekaligus untuk menunjukkan keamanan dan keterbatasannya.

5 Makanan yang Mengandung Probiotik

Meski ibu dapat menemukan berbagai jenis suplemen yang mengandung probiotik, ibu juga bisa mendapatkannya dari berbagai makanan sehari-hari, terutama untuk anak-anak.

Berikut adalah sumber makanan yang mengandung probiotik untuk anak-anak:

1. Yogurt

Yogurt adalah salah satu sumber terbaik dari probiotik. Yogurt terbuat dengan cara memfermentasi susu dengan bakteri probiotik, terutama bakteri asam laktat dan bifidobacteria. Yogurt dihubungkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk untuk kesehatan tulang, mengurangi diare yang disebabkan antibiotik, dan meredakan gejala dari sindrom iritasi usus besar. Yogurt juga cocok untuk anak-anak dengan intoleransi laktosa. Pastikan ibu memberikan anak yogurt dengan bakteri aktif atau hidup dan selalu baca label kemasan, perhatikan kandungan gulanya agar jangan terlalu tinggi.

2. Kefir

Kefir merupakan minuman susu fermentasi yang mengandung beragam probiotik yang memiliki potensi manfaat untuk kesehatan. Kefir dibuat dengan cara menambahkan butiran kefir ke dalam susu sapi atau susu kambing. Butiran kefir ini merupakan biakan bakteri asam laktat dan ragi yang memberikan kefir rasa yang unik dan manfaat kesehatan. Sama seperti yogurt, kefir secara umum dapat diterima oleh tubuh mereka yang mengalami intoleransi laktosa. Kefir tersedia dalam varian rasa yang ramah anak seperti mangga, stroberi, maupun blueberry di supermarket.

3. Sauerkraut

Sauerkraut terbuat dari kubis yang dicacah halus dan difermentasi dengan bakteri asam laktat. Sauerkraut adalah makanan yang kaya akan serat, vitamin C dan K, serta antioksidan. Sauerkraut sering digunakan sebagai topping sosis atau makanan pendamping. Rasa sauerkraut cenderung asam dan asin, dan dapat disimpan selama berbulan-bulan di dalam wadah kedap udara. Pastikan ibu memilih sauerkraut yang belum melalui proses pasteurisasi sehingga mengandung bakteri aktif.

4. Tempe

Tempe merupakan makanan yang akrab dalam pola makan sehari-hari terutama di Indonesia. Tempe merupakan fermentasi kacang kedelai yang dapat digunakan dalam beragam jenis makanan, seperti digoreng, dikukus, maupun ditumis. Tempe mengandung protein tinggi serta vitamin B12, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti daging. Proses fermentasi yang dilalui tempe menurunkan kandungan asam phytic di dalam kacang kedelai, sehingga meningkatkan jumlah mineral yang dapat diserap tubuh dari tempe. Tempe merupakan pilihan tepat bagi vegetarian dan siapapun yang ingin menambahkan probiotik bernutrisi ke dalam pola makanannya.

5. Natto

Natto mungkin terdengar asing bagi telinga kebanyakan, namun natto, seperti tempe adalah produk yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai yang banyak ditemukan di Jepang. Natto mengandung jenis bakteri bernama bacillus subtilis dan umumnya dimakan dengan nasi saat sarapan. Natto memiliki aroma yang unik, tekstur yang licin dan rasa yang kuat dan mengandung tinggi protein serta vitamin K2. Kandungan-kandungan tersebut penting untuk kesehatan jantung dan tulang. Sejumlah penelitian juga mengaitkan natto dalam perannya mencegah osteoporosis dan serangan jantung.

Probiotik menawarkan beragam manfaat kesehatan, dan penting untuk memasukkannya ke dalam pola makan anak. Jika ibu memiliki kekhawatiran soal probiotik dan sumbernya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan informasi yang tepat.

Nutrisi Tambahan dengan Kandungan Probiotik

Selain dari makanan di atas, ibu juga bisa memberi anak segelas PediaSure. Nutrisi tambahan dari PediaSure membantu anak melengkapi kebutuhan nutrisinya sehari-hari. Selain mengandung probiotik L. acidophilus, PediaSure juga mengandung prebiotik FOS, 14 vitamin, dan 9 mineral yang baik untuk anak-anak. Dapatkan manfaat dari argining, vitamin K2, triple protein, serta AA, DHA, dan Omega-3 yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan anak.

Dengan kandungan gula yang lebih rendah hingga 42%, PediaSure dapat dinikmati dalam berbagai varian rasa, seperti classic milky, vanila, madu, dan cokelat yang bisa disesuaikan dengan selera anak. Dengan memberikan PediaSure sebagai tambahan nutrisi harian, ibu dapat membantu mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.

Oleh karena itu, disarankan bagi ibu untuk memberikan PediaSure yang mengandung probiotik untuk mendukung fungsi saluran cerna dan pertumbuhan nyata.

 

 

 

SOURCE:

https://www.nhs.uk/conditions/probiotics/ 

https://www.nccih.nih.gov/health/probiotics-what-you-need-to-know 

https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics 

https://www.healthline.com/health/parenting/probiotics-for-children 

https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-benefits-of-probiotics 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4045285/

https://www.healthline.com/nutrition/8-health-benefits-of-probiotics

https://www.webmd.com/children/are-there-health-benefits-of-probiotics-for-kids 

https://www.healthline.com/nutrition/11-super-healthy-probiotic-foods