10 Cara Mencegah Stunting pada Anak Usia Dini

10 Cara Mencegah Stunting pada Anak Usia Dini

8 bulan yang lalu
Dibaca 7,78 ribu
5 Menit membaca

Stunting adalah masalah besar di dalam isu kesehatan global. Pada tahun 2020, data UNICEF menunjukkan bahwa stunting dialami oleh 150 juta anak di bawah 5 tahun dan kebanyakan terjadi di negara dunia ketiga dan negara berkembang.

Stunting sendiri disebabkan oleh malnutrisi yang terjadi di saat ibu hamil dan anak-anak di usia tumbuh kembang. Stunting merupakan manifestasi dari kekurangan nutrisi kronis, yang dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik dan juga mental pada anak-anak.

Anak yang menderita stunting akan tumbuh lebih pendek dibandingkan dengan anak sebayanya dan tidak mampu berkembang dengan optimal. Hal tersebut mencerminkan kekurangan nutrisi kronis, yang dampaknya terhadap anak tidak dapat diubah.

Apa Itu stunting?

Stunting adalah konsekuensi yang terjadi akibat asupan nutrisi yang buruk dalam jangka panjang pada anak usia dini. Jika mengacu pada standar pertumbuhan anak WHO, stunting dikategorikan pada kategori anak, berusia 0-59 bulan, yang tinggi-untuk-usia nya di bawah minus 2 standar deviasi (stunting sedang dan parah) dan di bawah minus 3 standar deviasi (stunting parah) dari tinggi badan median dari grafik pertumbuhan WHO.

Stunting berdampak negatif dalam jangka panjang, termasuk kemampuan mental dan kemampuan belajar yang berkurang, prestasi buruk di sekolah, pendapatan berkurang, dan peningkatan risiko anak mengalami penyakit berkaitan dengan nutrisi seperti diabetes, darah tinggi, dan obesitas di masa depan. Stunting juga berdampak negatif pada kehadiran anak di sekolah yang imbasnya prestasi menjadi buruk, mengurangi kemampuan anak bersaing secara ekonomi nantinya akibat kehilangan produktivitas, kognisi yang buruk, dan kualitas pendidikan yang buruk.

Apa Tanda dan Ciri-Ciri Stunting Pada Anak?

Anak yang menderita stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari tinggi badan normal anak seusianya, dan tumbuh kembang fisik dan mentalnya akan terbatas. Stunting terkait dengan otak yang tidak berkembang dengan sempurna, dengan konsekuensi buruk dalam jangka panjang.

Stunting dan beragam kondisi kekurangan nutrisi lainnya disebut sebagai penyebab hampir setengah dari kematian anak di seluruh dunia. Kekurangan nutrisi berkontribusi pada lebih dari sepertiga kematian anak di bawah lima tahun.

Stunting dan kekurangan nutrisi seringkali tidak nampak hingga kondisinya menjadi parah, dan anak yang tampak sehat bisa jadi berisiko mengalami gangguan kesehatan dan tumbuh kembangnya bila tidak terdeteksi.

10 Cara Mencegah Stunting Pada Anak Usia Dini

Nah, berikut ini beberapa cara mencegah stunting pada anak usia dini yang wajib Ibu perhatikan:

1. Nutrisi yang cukup di masa kehamilan

Pola makan seimbang di masa kehamilan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang sehat. Pola makan seimbang termasuk mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Pola makan seimbang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi ibu hamil, dan ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa nutrisi yang dikonsumsi mencukupi kebutuhan.

2. ASI eksklusif di 6 bulan pertama bayi

ASI merupakan sumber makanan kaya nutrisi yang mudah dicerna oleh bayi. ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi di masa 6 bulan pertama kehidupan bayi, termasuk asam lemak penting yang berkontribusi pada pertumbuhan otak. ASI eksklusif juga dapat membantu melindungi anak dari infeksi dan mengurangi risiko malnutrisi dan stunting.

3. Memperkenalkan MPASI di waktu yang tepat

Setelah 6 bulan, bayi membutuhkan MPASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. MPASI sebaiknya diperkenalkan secara bertahap dalam jumlah kecil, mulai dari makanan kaya nutrisi seperti sereal dengan zat besi, buah, sayur, dan daging. Porsi yang diberikan sebaiknya ditingkatkan secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia bayi, dan makanan yang diberikan semakin beragam untuk memastikan pola makan yang seimbang.

4. Kebiasaan menjaga kebersihan

Kebersihan dan higienitas sangat penting dalam mencegah penyakit seperti diare yang dapat memicu stunting dan malnutrisi. Ibu sebaiknya membiasakan diri dengan teknik mencuci tangan yang baik, membersihkan dan mensterilisasi alat makan anak, dan memastikan lingkungan anak yang bersih untuk tidur dan bermain.

5. Akses terhadap air bersih

Menyediakan anak air minum yang bersih dapat mencegah penyakit akibat konsumsi air yang tidak bersih, yang imbasnya memicu stunting dan malnutrisi. Sumber air sebaiknya aman, dan air harus direbus terlebih dahulu jika belum.

6. Akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas

Pemeriksaan rutin dan imunisasi dapat membantu mendeteksi serta merawat masalah kesehatan yang dapat menyebabkan stunting atau malnutrisi pada anak. Ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika anak menunjukkan tanda tumbuh kembang yang buruk.

7. Pendidikan dan kesadaran

Pendidikan dan kesadaran dapat membantu orang tua membuat keputusan mengenai nutrisi dan kesehatan anak. Sebaiknya ibu membekali diri dengan pengetahuan soal nutrisi yang cukup, kebersihan, layanan kesehatan, dan risiko yang berhubungan dengan kekurangan nutrisi dan stunting.

8. Biasakan aktivitas fisik

Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak yang sehat. Anak sebaiknya dibiasakan bergerak aktif dan bermain sesuai usianya.