10 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Manja

10 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Manja

2 bulan yang lalu
Dibaca 894
5 Menit membaca

Setiap orangtua tentu ingin membuat anaknya bahagia. Meski begitu, bukan berarti Ibu harus menuruti semua kemauan si Kecil. Alih-alih menjadi bahagia, terus menuruti kemauan anak justru dapat membuat si Kecil tumbuh menjadi anak manja.

Anak yang sering dimanjakan oleh orangtua biasanya diidentikkan dengan anak yang tidak tahu adat, egois, tidak dewasa, dan berperilaku tidak sopan atau tidak pantas.

Sifat-sifat di atas tentu akan membuat si Kecil sulit bergaul. Selain itu, saat dewasa, si Kecil mungkin akan sulit mempelajari tentang tanggung jawab. Bahkan, tidak jarang anak yang sangat dimanjakan oleh orangtua berakhir dengan masalah-masalah sosial seperti boros atau penggunaan obat-obatan terlarang.

Tentunya, Ibu tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Untuk itu, yuk cari tahu bagaimana cara mendidik anak agar tidak manja!

Ciri Anak Manja

Sebelum masuk ke bagian tips agar anak tidak manja, terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa saja ciri-ciri anak dikatakan manja.

1. Mengabaikan Anda

Anak manja sering mengabaikan perintah orangtua. Mereka biasanya justru melakukan kebalikan dari apa yang diminta.

2. Tidak bisa mendengar “tidak”

Si Kecil yang terbiasa mendapat apapun yang diinginkan akan sulit mendengar kata tidak. Tidak jarang ketika si Kecil menerima penolakan terhadap apa yang dimintanya, ia akan marah atau tantrum. Misalnya, ketika tidak dibelikan mainan yang diinginkan, ia tidak segan untuk menangis dengan keras di toko.

3. Tidak pernah puas

Kerap menuruti kemauan si Kecil tanpa batas bisa menjadikan anak tidak puas dengan apa yang dimiliki. Bahkan, ketika mendapat sesuatu ia tidak berterima kasih dan justru meminta lebih. Seolah-olah apa yang diberikan kepadanya adalah sesuatu hal yang biasa dan terus meminta lebih.

4. Tidak menghargai orang lain

Ketika si Kecil terbiasa mendapatkan apapun keinginannya, ia akan merasa dunia berpusat pada dirinya. Hal ini akan membuat si Kecil sulit menghargai orang lain karena merasa dirinya lebih tinggi. Tidak jarang hal ini juga membuat anak yang terbiasa dimanja menjadi egois dan hanya mementingkan diri sendiri.

5. Kerap menuntut sesuatu secepatnya

Saat menginginkan sesuatu, anak yang manja akan memintanya saat itu juga. Inilah mengapa anak manja disebut juga dengan istilah anak mama karena orangtua, terutama Ibu, dengan mudah menuruti kemauannya.

6. Sulit menerima kekalahan

Ketika berada dalam kompetisi si anak mama akan sulit menerima kekalahan. Ketika kalah, ia mungkin akan menyalahkan hal atau orang lain seperti rekan setim. Ia juga akan menolak untuk mengakui kemenangan dari lawannya.

Penyebab Anak Manja

Penyebab utama anak menjadi manja adalah pola asuh orangtua yang lunak dan permisif. Pola asuh permisif sendiri merupakan cara mengasuh anak dengan mengedepankan keterbukaan dan kebebasan.

Umumnya, pola asuh ini tidak memberi batasan jelas pada anak mana yang boleh dan tidak boleh. Saat si Kecil merengek, orangtua akan mengalah dan memberikan keinginan anak.

Selain itu, orangtua yang permisif memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada si Kecil. Saat si Kecil melakukan kesalahan, orangtua akan menghindari untuk menghukum anak. Hal ini membuat si Kecil merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain dan ia dapat berlaku seenaknya.

Biasanya orangtua permisif karena sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan anak. Ini dilakukan oleh orangtua karena ingin anaknya senang. Alasan lainnya adalah orangtua merasa perlu melindungi anaknya setiap saat. Orangtua ingin anaknya tidak mengalami kesulitan sehingga saat si Kecil menemui kesulitan akan buru-buru membantunya. Bahkan, saat anak melakukan kesalahan orangtua akan tutup mata dan tidak memberi hukuman.

Cara Mendidik Anak agar Tidak Manja

Lalu, pola asuh apa yang bisa diterapkan agar anak tumbuh tidak manja? Berikut beberapa tips untuk menghindari anak tumbuh menjadi pribadi yang manja.

1. Buat batasan dan aturan jelas

Salah satu hal terpenting dalam menghindari anak menjadi manja adalah membuat batasan dan aturan yang jelas. Misalnya saja, aturan jam tidur dan jam belajar selalu sama.

2. Terapkan aturan dan batasan secara konsisten

Setelah membuat aturan yang jelas, Ibu juga perlu menerapkannya secara konsisten. Misalnya saja, saat mendekati jam tidur anak masih asik bermain, Ibu bisa mengingatkan si Kecil bahwa waktu bermainnya akan segera selesai.

3. Jangan ragu disiplinkan anak

Saat si Kecil menolak mematuhi aturan, Ibu bisa mendisiplinkannya. Jangan biarkan tangisan atau rengekan si Kecil membuat Ibu melunak terhadap aturan yang telah dibuat. Ibu juga bisa memberikan hukuman ketika si Kecil melanggar batasan atau aturan.

4. Beri anak tanggung jawab

Memberi anak tugas tertentu sesuai usianya dapat jadi cara terbaik menghindari anak jadi manja. Anak akan belajar tentang tanggung jawab dan kepercayaan diri. Ibu bisa memberi tugas ringan kepada anak yang usia dini seperti membantu mengelap meja yang basah.

5. Jangan buru-buru bantu anak

Saat si kecil mengalami kesulitan dalam melakukan sesuatu, Ibu tidak perlu buru-buru membantunya. Biarkan anak mencari cara untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan begitu, si Kecil akan lebih percaya diri dalam menghadapi kesulitan.