Ternyata, Begini 5 Cara Mengatasi Anak yang Kurang Konsentrasi dan Fokus

Ternyata, Begini 5 Cara Mengatasi Anak yang Kurang Konsentrasi dan Fokus

1 minggu yang lalu
Dibaca 152

Kurang konsentrasi dan fokus bisa menjadi persoalan serius bagi anak. Sebab, konsentrasi dan fokus dibutuhkan untuk mendukung si Kecil dalam belajar dan menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak jarang, gangguan fokus anak bisa menyebabkan menurunnya prestasi di sekolah.

Meski demikian, persoalan anak yang kurang konsentrasi dan fokus sebenarnya dapat diatasi dengan cukup mudah.

Psikolog klinis sekaligus Direktur Program Stress dan Ketahanan di Child Mind Institute, Jamie M. Howard, mengibaratkan konsentrasi sebagai otot yang membutuhkan latihan teratur agar menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, orangtua dapat membantu melatih konsentrasi dan fokus pada anak.

Yuk, bersama-sama kita menyimak cara melatih fokus anak dalam artikel ini!

Kurangnya Fokus Anak Tidak Sama dengan ADHD

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah kondisi yang mempengaruhi tubuh dan perilaku manusia. Orang dengan ADHD cenderung sulit fokus, terlihat gelisah, bertindak sesuai insting, dan lain sebagainya. Gejala ADHD bisa muncul sejak usia dini.

Banyak anak melewati fase di mana mereka gelisah atau lalai pada sesuatu. Tentu saja, kondisi tersebut terbilang normal dan tidak berarti si Kecil menderita ADHD.

Tetapi Anda harus mendiskusikan kekhawatiran Anda dengan guru atau dokter, jika menurut Anda perilaku si Kecil mungkin berbeda dari kebanyakan anak seusianya.

Semakin bertambah usia manusia, maka semakin mudah mendeteksi apakah seseorang memiliki kondisi ADHD atau tidak. Secara klinis, kondisi ADHD bisa dideteksi dengan serangkaian tes yang cukup panjang.

Baca Juga: 7 Cara Gampang Melatih Fokus Anak

Penyebab Anak Kurang Konsentrasi dan Fokus

Sebelum membahas cara meningkatkan konsentrasi anak, Ibu harus lebih dulu mengetahui penyebab anak kurang fokus.

Kurangnya konsentrasi dan fokus anak dapat disebabkan berbagai hal. Beberapa penyebab di antaranya adalah berikut ini:

1. Gangguan di sekitar

Gangguan di lingkungan sekitar, seperti suara televisi, radio, atau tawa riang teman-temannya dapat mengganggu konsentrasi anak ketika sedang belajar. Sebab, anak-anak pada dasarnya sangat mudah tertarik pada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, ketika mendapatkan gangguan dari luar, konsentrasi Si Kecil pun akan mudah terpecah.

 

2. Kurang istirahat

Seperti orang dewasa, anak-anak juga membutuhkan istirahat atau tidur malam selama delapan jam per hari. Sebab, kurangnya waktu tidur dapat menurunkan konsentrasi dan fokus Si Kecil. Anak-anak yang tidur kurang dari delapan jam pada malam hari, akan kekurangan energi sehingga kesulitan berkonsentrasi pada keesokan harinya.

 

3. Kekurangan nutrisi

Kecukupan nutrisi menjadi faktor penting untuk meningkatkan fungsi kognitif anak. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar konsentrasi dan fokus belajar mereka tidak terganggu.

 

4. Anak sedang mencari perhatian

Anak-anak terkadang bersikap rewel, tidak mau menyelesaikan pekerjaan rumah (PR), sulit fokus dan tidak mau berkonsentrasi belajar karena ingin menarik perhatian orangtua. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup kepada anak agar mereka lebih mudah fokus dan berkonsentrasi saat belajar.

 

5. Trauma

Penyebab lain yang kerap mengganggu konsentrasi dan fokus pada anak adalah adanya trauma. Persoalan keluarga, seperti perceraian atau pertengkaran orangtua, akan menciptakan trauma yang pada akhirnya mengganggu konsentrasi dan fokus si Kecil. Sebaliknya, anak yang tumbuh dalam keluarga harmonis akan terhindar dari trauma sehingga konsentrasi belajarnya pun meningkat.

Baca Juga: Apa Itu Metode Montessori? Cara Belajar Anak Usia Dini!

5 Cara Mengatasi Anak yang Kurang Konsentrasi

Kurangnya konsentrasi dan fokus bisa menjadi persoalan serius bagi anak jika tidak segera diatasi. Berikut ini 5 cara mengatasi anak yang kurang konsentrasi:

1. Jauhkan anak dari gangguan

Cara mengatasi anak yang kurang konsentrasi adalah dengan menjauhkan mereka dari gangguan. Sebab, gangguan dari lingkungan sekitar dapat merusak konsentrasi dan fokus. Beberapa cara bisa Ibu terapkan untuk menjauhkan gangguan dari anak saat sedang belajar, seperti mematikan televisi atau radio serta membuat kamar yang sunyi dan nyaman.

 

2. Berlatih mindfulness

Salah satu cara melatih fokus anak adalah dengan mengajak mereka latihan mindfulness. Sebab, berdasarkan hasil penelitian, latihan mindfulness terbukti dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus. Olahraga yoga bisa menjadi cara mengajari anak yang tidak fokus. Ibu bisa mengajak anak duduk tenang dan fokus pada tarikan napas yang masuk dan keluar.

 

3. Ajak anak bermain permainan konsentrasi

Sejumlah permainan juga bisa menjadi cara meningkatkan konsentrasi anak. Ibu bisa mengajak anak bermain rubik, menyusun balok, atau menyanyikan “head shoulder knees and toes” sembari menyentuh pundak, lutut, dan kaki, untuk melatih konsentrasi dan fokus mereka. Permainan konsentrasi lainnya adalah menyusun puzzle.

 

4. Mengerjakan satu hal dalam satu waktu

Sebagian orang barangkali berpikir bahwa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu adalah sebuah hal baik. Namun, faktanya ternyata tidak demikian. Sebab, mengerjakan banyak hal dalam satu waktu justru dapat menurunkan konsentrasi.

 

Oleh sebab itu, anak-anak sebaiknya dibiasakan mengerjakan satu hal dalam satu waktu untuk melatih fokus mereka. Contoh paling mudah adalah dengan tidak membiarkan anak belajar sembari mendengarkan radio, menonton televisi, atau makan.

 

5. Pastikan asupan nutrisi dan istirahat anak tercukupi

Cara meningkatkan konsentrasi anak yang wajib dilakukan adalah memastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi sesuai usia dan kebutuhannya.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil, Ibu bisa memberikan makanan kaya protein, seperti telur, kacang-kacangan, daging, atau susu.

Selain nutrisi, Ibu juga harus memastikan anak mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat atau tidur malam. Sebab, anak yang tidur malam kurang dari delapan jam per hari, tidak akan mendapatkan cukup energi untuk menjalani aktivitasnya di esok hari.

Baca Juga: 10 Permainan Anak Yang Mendidik dan Seru!

PediaSure Mendukung Kemampuan Kognitif dan Konsentrasi Anak

Asupan nutrisi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus Si Kecil. Untuk membantu meningkatkan fokus si Kecil, Ibu bisa memberikan PediaSure sebagai nutrisi tambahan.

PediaSure diperkaya dengan DHA serta Omega 3 & 6. Kandungan tersebut dapat membantu untuk daya pikir anak dan mendukung perkembangan kognitif anak. PediaSure juga dilengkapi Arginin dan Vitamin K2 yang berguna mendukung pertumbuhan tulang si Kecil.

Bukan hanya itu, PediaSure juga mengandung nutrisi yang baik untuk pertumbuhan anak, yakni Triple Protein atau 3 sumber protein kompleks (whey, kasein, dan soya), 14 vitamin dan 9 mineral, campuran minyak nabati, kalsium, dan fosfor.

Si Kecil juga bisa mendapat manfaat daya tahan tubuh yang tetap terjaga karena PediaSure memiliki kandungan prebiotik FOS dan Probiotik, Zat Besi, Zinc, dan Selenium.

PediaSure hadir dalam beberapa varian rasa, yaitu PediaSure Coklat (400g, 900g), PediaSure Vanila (200g, 400g, 850g, 1800g), dan PediaSure Madu (200g, 400g, 850g).

Nutrisi tambahan dari PediaSure dapat diberikan kepada anak mulai usia 1 tahun hingga 10 tahun.

Ibu bisa memberikan dua hingga tiga gelas PediaSure setiap hari untuk membantu kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Cukupi kebutuhan nutrisi dengan PediaSure untuk bantu fokus anak agar lebih baik. Yuk, mendukung si Kecil tumbuh sehat serta cerdas!

 

 

SUMBER:

How to Help Kids Focus | Parenting Tips &… | PBS KIDS for Parents. Retrieved 25 August 2022, from https://www.pbs.org/parents/thrive/tips-for-helping-your-child-focus-and-concentrate  

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) - NHS. Retrieved 25 August 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd  

Why can’t my child concentrate at school? - Dr Margie. Retrieved 25 August 2022, from https://blogs.rch.org.au/drmargie/2015/10/21/why-cant-my-child-concentrate-at-school/  

10 Evidence-backed Tips to Teach Kids Focus and Concentration - Raising Independent Kids. Retrieved 25 August 2022, from https://raising-independent-kids.com/10-evidence-backed-tips-teach-kids-focus-concentration/  

6 Simple Ways to Improve Your Child’s Focus - Understood. Retrieved 25 August 2022, from https://www.understood.org/en/articles/how-to-improve-focus-in-kids  

13 Mind-Blowing Tips to Increase Concentration Power in Kids - Parenting flinto. Retrieved 25 August 2022, from https://parenting.flinto.in/child-development/13-tips-increase-concentration-kids  

4 Focus Training Tips for Kids - SBDC. Retrieved 25 August 2022, from https://brain.com.sg/blog/focus-training-for-kids/

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
Berapa Berat Badan Ideal Anak 2 Tahun? Berikut Jawabannya!
Berapa Berat Badan Ideal Anak 2 Tahun? Berikut Jawabannya!
Berat badan ideal anak selalu jadi kegelisahan tersendiri bagi orang tua. Apalagi sejak si Kecil mulai menginjak usia 2 tahun. Yuk, memahami berat anak di sini
1 minggu yang lalu
Agar Tumbuh Aktif, Ajak Anak Bergerak Lewat 10 Aktivitas Seru Ini
Agar Tumbuh Aktif, Ajak Anak Bergerak Lewat 10 Aktivitas Seru Ini
Saat ini, gadget sudah menjadi perangkat yang digunakan anak sehari-hari, entah untuk bermain, menonton, hingga
2 tahun yang lalu
Efektif! Berikut Cara Mendidik Anak agar Suka Makan Sayur-Sayuran
Efektif! Berikut Cara Mendidik Anak agar Suka Makan Sayur-Sayuran
Rasa sayur yang cenderung hambar dan teksturnya yang tidak familiar membuat anak cenderung menolak. Oleh sebab itu, membuat anak suka sayur menjadi tantangan.
8 bulan yang lalu