10 Cara Mudah dan Seru Mengajarkan Anak Membaca

10 Cara Mudah dan Seru Mengajarkan Anak Membaca

1 minggu yang lalu
Dibaca 86

Saat memasuki usia sekolah, anak-anak mulai diajarkan membaca. Namun, mengajarkan anak membaca kerap menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua.

Pada dasarnya, setiap anak melewati proses berbeda saat belajar membaca. Ada anak yang sudah lancar membaca pada usia enam tahun. Ada juga anak yang baru mulai belajar mengenali huruf dan mengeja kata pada usia enam atau tujuh tahun.

Meski demikian, Ibu tidak perlu berkecil hati jika Si Kecil belum lancar membaca saat sudah harus mulai masuk sekolah. Sebab, perkembangan kognitif setiap anak berbeda-beda.

Nah, berikut ini akan dijelaskan cara mengajarkan anak membaca. Penasaran? Yuk, simak ulasan berikut ini agar anak cepat membaca!

Pada Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Belajar Membaca?

AnnMarie Sossong, seorang ahli membaca di Ocala Preparatory Academy Florida mengatakan bahwa beberapa anak sudah bisa mulai belajar membaca sejak usia tiga tahun. Namun, beberapa anak baru siap mulai belajar membaca pada usia lebih tua.

Pada usia 3 tahun, anak sebenarnya sudah mulai lebih tertarik untuk membaca buku-buku cerita. Mereka juga sudah bisa mulai diajak menyanyikan huruf-huruf alfabet, mengenali huruf pertama pada nama mereka, atau menirukan orangtua membaca buku cerita.

Kemampuan anak untuk mengenali huruf pun akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia mereka. Sejumlah peneliti pun berpendapat bahwa anak sudah mulai bisa diajari membaca pada usia tiga, empat, atau lima tahun.

Meski begitu, sebagian besar peneliti menilai bahwa anak baru benar-benar siap belajar membaca pada usia 6 atau tujuh tahun. Departemen Pendidikan Amerika Serikat bahkan kerap menegaskan bahwa anak semestinya belajar membaca pada usia delapan tahun.

Baca Juga: Apa Itu Kecerdasan Majemuk? Yuk, Cari Tahun disini!

Kemampuan Literasi Anak pada Usia 1-5 Tahun

Kemampuan literasi atau membaca dan menulis anak sejatinya telah tumbuh sejak mereka berusia satu tahun. Berikut ini tabel perkembangan kemampuan literasi anak usia 1-5 tahun:

Usia 1 tahun

  • Mempelajari gestur dan suara dalam percakapan.
  • Merespons saat diajak berbicara.
  • Menaruh perhatian pada orang atau objek.
  • Mengenal 50 kata atau lebih.
  • Menggapai buku dan membalik halaman dengan bantuan.
  • Merespons cerita dan gambar dengan bersuara atau menunjuk gambar tersebut.

Usia 2 tahun

  • Menjawab pertanyaan dan mengenali objek dalam buku cerita.
  • Mengetahui nama-nama benda di sekitarnya.
  • Tertarik untuk membaca buku cerita.
  • Menyelesaikan kalimat dalam buku yang mereka kenali.
  • Mencoret-coret kertas.
  • Mengetahui nama buku dan mengenali buku-buku dari gambar sampulnya.
  • Membalik halaman buku tanpa bantuan.
  • Mempunyai buku favorit dan memintanya dibacakan lebih sering.

Usia 3 tahun

  • Mengeksplorasi buku secara mandiri.
  • Mendengarkan lebih lama ketika dibacakan buku cerita.
  • Menceritakan kembali sebuah cerita.
  • Menyanyikan lagu alfabet.
  • Membuat simbol yang menyerupai tulisan.
  • Mengenali huruf pertama nama mereka.
  • Belajar bahwa menulis berbeda dengan menggambar.
  • Menirukan orang dewasa membaca buku dengan suara lantang.

Usia 4 tahun

  • Mengenali tanda dan label yang familiar.
  • Mengenali kata-kata yang bersajak.
  • Menyebut beberapa huruf alfabet.
  • Mengenali huruf-huruf dalam nama mereka.
  • Menulis nama sendiri.
  • Menyebut huruf depan dari kata-kata atau benda.
  • Mencocokkan huruf dengan bunyi kata.
  • Menggunakan huruf yang familiar untuk menuliskan kata.

Usia 5 tahun

  • Mengucapkan kata-kata berirama.
  • Mencocokkan sejumlah kata yang diucapkan dengan tulisan.
  • Menulis beberapa huruf, angka, dan kata.
  • Mengenali sejumlah kata dalam buku.
  • Memprediksi apa yang akan terjadi dalam sebuah cerita.
  • Mengenali inisial, akhiran, atau huruf tengah pada sebuah kata.
  • Memahami definisi konkret dari sejumlah kata.
  • Membaca kata-kata sederhana.
  • Mengungkapkan ide pokok cerita atau mengarang cerita.

 

tips-cara-mengajarkan-anak-agar-cepat-membaca
Tips & Cara Mudah Mengajarkan si Kecil Cepat Membaca

10 Cara Mudah Mengajarkan Anak Membaca

1. Membacakan buku cerita dengan lantang

Stimulasi pertama yang bisa Ibu lakukan untuk mengajarkan anak membaca adalah dengan membacakan buku cerita. Ibu bisa mengenalkan anak-anak dengan buku cerita sejak berusia 1 tahun.

Namun, sebaiknya ibu membacakan buku cerita dengan suara lantang supaya anak lebih tertarik mendengarkan. Faktanya, membacakan buku cerita sejak anak berusia dini juga bisa menjadi bonding antara Ibu dan Si Kecil.

 

Baca Juga: Kapan Anak Bisa Berhitung? Ini Tips Mengajarkan Anak Berhitung!

 

2. Ajukan pertanyaan

Saat membacakan buku, Ibu dapat mengajukan beberapa pertanyaan terkait cerita tersebut kepada Si Kecil. Dengan cara ini, anak akan lebih tertarik menyimak dan memperhatikan buku ceritanya.

 

3. Menyanyikan lagu alfabet

Cara cepat mengajarkan anak membaca juga bisa dimulai dengan mengajak Si Kecil menyanyikan lagu alfabet. Dengan bernyanyi, anak-anak akan menghafalkan huruf-huruf alfabet lewat cara yang menyenangkan.

 

4. Buat kartu kata-kata sederhana

Membuat kartu bertuliskan kata-kata sederhana juga menjadi cara mudah mengajarkan anak membaca. Ajak anak untuk membaca kartu-kartu tersebut dan menghafalkannya ya Bu.

 

5. Mainkan permainan kata

Permainan kata bisa menjadi cara mengajarkan anak yang sulit membaca. Ajak Si Kecil bermain tebak-tebakan kata agar belajar terasa menyenangkan. Ibu juga bisa menuliskan beberapa kata pada kertas. Kemudian, minta anak mengambil kertas sesuai dengan kata yang Ibu ucapkan.

 

6. Ajak anak menuliskan kata-kata familiar

Agar anak cepat membaca, Ibu juga bisa mengajarkan mereka menuliskan kata-kata yang familier, seperti nama mereka, nama orangtua, atau benda-benda di sekitar.

 

7. Ajak anak menulis pakai mainan

Cara agar anak cepat membaca tidak harus melulu menggunakan buku, Bu. Anak akan merasa senang membaca dan menulis jika kita menggunakan beragam media, seperti mainan favoritnya. Contohnya, Ibu bisa mengajak anak menuliskan huruf dan kata menggunakan playdoh, clay, atau cat air.

 

8. Bermain magnet huruf

Magnet huruf juga bisa menjadi alat belajar membaca bagi anak-anak, Bu. Cobalah mengajak Si Kecil menuliskan nama mereka atau benda-benda favoritnya dengan magnet huruf yang ditempelkan di kulkas.

 

9. Buatlah gambar dan ilustrasi

Gambar dan ilustrasi bisa menarik minat anak untuk belajar membaca. Buatlah beberapa kartu bergambar dengan tulisan di bawahnya, lalu ajak anak membacanya. Ibu juga bisa meminta anak menuliskan kata sesuai gambar tersebut.

 

10. Perkaya kosa kata lewat buku bacaan

Saat membacakan buku cerita, jangan lupa ajak anak untuk mengenali kosa kata baru ya, Bu. Dengan demikian, mereka menjadi lebih mudah belajar membaca ketika menemui kosa kata tersebut pada buku-buku lain.

 

Baca Juga: 11+ Aktivitas Anak di Rumah Yang Seru Agar Anak Cerdas!

 

PediaSure untuk Dukung Perkembangan Kognitif Anak

Untuk mendukung perkembangan kognitif anak, Ibu bisa memberikan PediaSure sebagai asupan nutrisi tambahan untuk si Kecil.

Untuk Ibu ketahui, PediaSure mengandung nutrisi AA, DHA, Omega 3 & 6. PediaSure juga diperkaya nutrisi yang baik untuk pertumbuhan anak, yakni Triple Protein atau 3 sumber protein kompleks (whey, kasein, dan soya), 14 vitamin dan 9 mineral, campuran minyak nabati, kalsium, dan fosfor.

Kandungan Arginin dan Vitamin K2 pada PediaSure membuat asupan nutrisi tambahan ini makin lengkap. Kandungan tersebut berguna untuk membantu mendukung pertumbuhan tulang si Kecil. Selain itu, Si Kecil juga bisa merasakan manfaat dari kandungan prebiotik FOS dan probiotik, zat besi, zinc, dan Selenium dalam PediaSure. Kandungan tersebut membantu menjaga daya tahan tubuh si Kecil tetap optimal.

PediaSure hadir dalam beberapa varian rasa, yaitu PediaSure Coklat, Vanila, dan Madu.

Jadi, selain mengajarkan anak membaca, cukupi juga asupan nutrisinya ya Bu!

 

 

SUMBER:

How to Teach Kids to Read: 10 Simple Steps to Try at Home - Reading Eggs. Retrieved 24 August 2022, from https://readingeggs.com.au/articles/2018/09/16/teach-kids-to-read-at-home/  

What parents need to know about the research on how kids learn to read - Hechinger Report. Retrieved 24 August 2022, from https://hechingerreport.org/what-parents-need-to-know-about-the-research-on-how-kids-learn-to-read/  

How To Teach A Child To Read: 9 Fun and Easy Tips - Learn with Homer. Retrieved 24 August 2022, from https://www.learnwithhomer.com/homer-blog/3774/how-to-teach-a-child-to-read/  

10 Steps for teaching children to read - Read and Spell. Retrieved 24 August 2022, from  https://www.readandspell.com/teaching-children-to-read  

How To Teach A Child to Read In 10 Easy Steps - I Can Teach My Child. Retrieved 24 August 2022, from https://www.icanteachmychild.com/10-steps-to-teaching-your-child-to-read/ 

Reading Skills by Age - Reading Bright Start. Retrieved 24 August 2022, from  https://www.readingbrightstart.org/reading-skills-by-age/  

Reading Milestones (for Parents) - Nemours KidsHealth. Retrieved 24 August 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/milestones.html 

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
Ibu, Pahami Kecerdasan Kinestetik Anak di Sini!
Ibu, Pahami Kecerdasan Kinestetik Anak di Sini!
Ibu, kecerdasan kinestetik adalah kemampuan memproses informasi secara fisik, misalnya lewat gerakan tubuh, ekspresi wajah, atau gerakan tangan dan kaki.
2 bulan yang lalu
Ternyata, Inilah Alasan Tidak Boleh Minum Obat dengan Susu!
Ternyata, Inilah Alasan Tidak Boleh Minum Obat dengan Susu!
Interaksi antara produk susu dan obat memiliki risiko, ini dia penjelasan mengapa keduanya tidak boleh disatukan secara bersamaan!
11 bulan yang lalu
Resep Bola-Bola Ubi Ungu
Resep Bola-Bola Ubi Ungu
Hi Ibu #ChampionsOfGrowth, Bola-bola ubi ungu yang dimasak Susu PediaSure Vanila ini renyah di luar namun lembut dan kenyal di dalamnya, disajikan dengan saus cocolan yang bergizi dan gurih karena dipadukan bersama Susu PediaSure Madu.
1 tahun yang lalu