5 Cara Mudah Mengatasi Diare pada Anak

5 Cara Mudah Mengatasi Diare pada Anak

1 bulan yang lalu
Dibaca 533

Ibu, apakah si kecil sering mengalami diare? Meski diare adalah masalah umum, tapi kondisi ini ternyata tidak boleh disepelekan.

Diare adalah kondisi saat tinja encer dan berair dan anak biasanya lebih sering buang air. Diare pada anak bisa berlangsung satu atau dua hari dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika diare berlangsung lebih dari 2 hari, ananda mungkin mengalami masalah yang lebih serius.

Sebenarnya, diare adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman, dan bisa berlangsung beberapa hari hingga seminggu. Diare sangat mungkin diikuti dengan mual, demam, muntah, dehidrasi, kram, atau ruam.

Diare bisa berupa diare akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang).

Diare akut berlangsung 1 atau 2 hari dan hilang. Penyebabnya mungkin makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri atau infeksi bakteri, atau mungkin juga terjadi jika anak sakit karena virus.

Sementara diare kronis berlangsung selama beberapa minggu. Diare kronis bisa disebabkan masalah kesehatan lain seperti sindrom iritasi usus.

5 Penyebab Paling Sering Diare Pada Anak

Diare pada anak paling sering terjadi karena beberapa hal, seperti:

1. Infeksi Virus

Seperti rotavirus, bakteri misalnya salmonella, dan dalam beberapa kasus, parasit seperti giardia. Penyebab diare pada anak yang paling sering ditemukan adalah virus.

Selain tinja yang encer atau berair, gejala infeksi virus sering kali termasuk muntah, sakit perut, sakit kepala, dan demam.

2. Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Alergi adalah reaksi kekebalan tubuh terhadap protein dalam makanan, misalnya gandum, susu, telur, kedelai, atau kacang tanah. Gejalanya misalnya gejala pernapasan, gatal-gatal, atau muntah.

Alergi makanan pada anak-anak lebih sering terjadi ketika ada riwayat keluarga yang eksim, alergi, asma, atau demam.

Intoleransi makanan adalah kesulitan mencerna gula dalam makanan. Gejala intoleransi makanan biasanya terkait pencernaan seperti gas, kembung, diare, dan kram perut.

3. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Obat-obatan seperti pencahar atau antibiotik dapat menyebabkan diare pada anak-anak maupun orang dewasa.

Untuk diare ringan yang disebabkan obat-obatan, anak harus tetap terhidrasi. Ibu juga bisa menghubungi dokter jika memang antibiotika yang diminum si kecil adalah penyebab diarenya. Dokter bisa merekomendasikan mengurangi dosis atau beralih ke antibiotika lain.

4. Keracunan Makanan

Keracunan makanan juga salah satu penyebab diare pada anak. Gejalanya muncul dengan cepat, bisa juga disertai muntah, dan cenderung membaik dalam 24 jam.

5. Kondisi Kesehatan

Anak dengan kondisi kesehatan tertentu, misalnya pengidap irritable bowel disease (IBS), penyakit Crohn, dan penyakit lainnya bisa mengalami diare.

Ibu, jangan panik jika si Kecil mengalami diare, ya. Ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi diare pada anak.

5 Cara Mengatasi Diare Pada Anak

Gejala, kondisi kesehatan umum, dan seberapa parah diarenya menentukan penanganan apa yang harus diberikan kepada anak. Namun, pastikan anak tetap terhidrasi. Sebab, diare menyebabkan anak kehilangan banyak cairan.

1. Perhatikan Asupan Cairan pada Anak

Untuk bayi yang masih di bawah 6 bulan, berikan ASI lebih sering dan lebih lama daripada biasanya. Sementara, untuk anak berikan minuman dan makanan berkuah seperti sayur atau kuah sup.

Jangan memberikan minuman bersoda atau jus karena memperparah diare pada anak. Salah satu cara cepat mengatasi diare pada anak usia 2 tahun ke atas adalah memperhatikan asupan cairannya. Tujuannya agar anak tidak mengalami dehidrasi berlebihan.

2. Berikan Larutan Elektrolit-Glukosa

Ibu, sebaiknya tidak hanya memberikan air mineral pada anak, tapi juga larutan elektrolit-glukosa yang memiliki kandungan air, garam, dan gula yang seimbang, misalnya oralit atau air kelapa agar anak tidak dehidrasi.

3. Pemberian Makanan Sesuai Umur

 Bayi usia 0-6 bulan: hanya berikan ASI sesuai keinginan anak, paling sedikit 8 kali sehari, pagi, siang, maupun malam. Ibu tidak perlu memberikan makanan atau minuman lain selain ASI.

 Bayi berusia 6-24 bulan: Selain ASI, mulai berikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang teksturnya lembut seperti bubur, susu, dan pisang.

 Balita usia 9-12 bulan: Tetap berikan ASI, berikan MP ASI lebih padat dan kasar seperti nasi tim, bubur nasi, dan Ibu bisa menambahkan telur, ayam, ikan, tempe, wortel, kacang hijau.

 Balita usia 12-24 bulan: Ibu bisa terus memberikan ASI dan makanan keluarga secara bertahap sesuai kemampuan anak.

   Balita usia 2 tahun lebih bisa menyantap makanan keluarga 3x sehari dengan porsi 1/3-1/2 porsi makan orang dewasa. Bisa diberikan makanan selingan kaya gizi 2x sehari di antara waktu makan.

4. Berikan Zinc

Ibu bisa memberikan Zinc yang tersedia di apotek, puskesmas, dan rumah sakit sekali sehari selama 10 hari berturut-turut meski diare sudah berhenti. Zinc dapat mengurangi keparahan diare dan melindungi anak dari berulangnya diare 2 sampai 3 bulan ke depan.

5. Bawa ke Dokter

Bawa ke dokter atau tenaga kesehatan jika diare anak tidak berkurang setelah 2 hari. Apalagi  jika anak masih berusia kurang dari 6 bulan, diare lebih dari 3 hari, disertai muntah, badan panas, dehidrasi, buang air besar berdarah, sakit perut, belum buang air kecil selama 6 jam untuk bayi, dan 12 jam untuk anak.

Ibu, salah satu cara mengatasi diare anak adalah dengan memastikan ia mengonsumsi banyak cairan.

Namun, yang terpenting adalah Ibu mencegah agar anak tak lagi mengalami diare. Salah satu caranya, memberinya nutrisi tambahan untuk membantu menjaga sistem pencernaan anak.

Salah satu sumber nutrisi bisa didapat dari PediaSure. Mengonsumsi PediaSure secara rutin merupakan opsi untuk menjaga sistem imun tubuh anak. Sebab, PediaSure mengandung 14 vitamin, 9 mineral dan formulasi sinbiotik yang unik (Prebiotik FOS dan Probiotik L. acidophilus).

Belum lagi, PediaSure juga punya kandungan Omega 3 & 6, serta AA dan DHA untuk membantu kemampuan berpikir anak untuk berkembang makin baik.

Tak hanya sebatas itu, PediaSure memberikan dukungan pada pertumbuhan si Kecil sejak usia 1 tahun dengan formulasi 3 sumber protein penting (kasein, soya, dan whey) atau triple protein. Ditambah lagi dengan kandungan natural vitamin K2, arginine, serta kalsium tinggi.

PediaSure baik dikonsumsi bagi anak usia 1-10 tahun dengan dosis 2x3 gelas sehari. Untuk itu, PediaSure hadir dengan kandungan sukrosa lebih rendah 42% tapi tetap memiliki rasa yang enak. PediaSure memiliki varian rasa vanilla, madu, coklat (200 gram, 400 gram, 850 gram). Varian rasa tersebut diharapkan dapat menarik minat anak untuk senang mengonsumsinya.

Berbagai kandungan yang ada di PediaSure merupakan komitmen Abbott untuk PediaSure mendukung pertumbuhan nyata anak yang optimal. Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian, ibu dukung daya tahan tubuh si Kecil dan bantu mencegah terjadinya diare pada anak karena memiliki sistem pencernaan yang sehat. Anak pun tumbuh sehat dan kuat.

 

 

SUMBER:

Diarrhea in Children - Johns Hopkins Medicine . Retrieved 04 October 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children  

Diarrhea in Children: Causes and Treatments - WebMD . Retrieved 04 October 2022, from https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment 

Definition & Facts for Diarrhea - NIDDK . Retrieved 04 October 2022, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/definition-facts 

Understanding Viral Gastroenteritis - Johns Hopkins Medicine . Retrieved 04 October 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/understanding-viral-gastroenteritis 

How to know if your kid has a food allergy or food intolerance - Today's Parent . Retrieved 04 October 2022, from https://www.todaysparent.com/family/family-health/food-sensitivities/ 

Medications That Can Cause Diarrhea - Health Grades . Retrieved 04 October 2022, from https://www.healthgrades.com/right-care/digestive-health/medications-that-can-cause-diarrhea 

Stomach Flu or Food Poisoning? How to Tell Difference - Banner . Retrieved 04 October 2022, from https://www.bannerhealth.com/healthcareblog/teach-me/stomach-flu-or-food-poisoning-how-to-tell-the-difference 

Kenali Diare pada Anak dan Cara Pencegahannya – Sehat Negeriku Kemkes. Retrieved 04 October 2022, from https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/tips-sehat/20170403/4620310/kenali-diare-anak-dan-cara-pencegahannya/ 

Diarrhea - Seattle Childrens. Retrieved 04 October 2022, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea/