5 Cara Mudah Mengatasi Diare pada Anak

5 Cara Mudah Mengatasi Diare pada Anak

1 bulan yang lalu
Dibaca 535

Ibu, apakah si kecil sering mengalami diare? Meski diare adalah masalah umum, tapi kondisi ini ternyata tidak boleh disepelekan.

Diare adalah kondisi saat tinja encer dan berair dan anak biasanya lebih sering buang air. Diare pada anak bisa berlangsung satu atau dua hari dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika diare berlangsung lebih dari 2 hari, ananda mungkin mengalami masalah yang lebih serius.

Sebenarnya, diare adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman, dan bisa berlangsung beberapa hari hingga seminggu. Diare sangat mungkin diikuti dengan mual, demam, muntah, dehidrasi, kram, atau ruam.

Diare bisa berupa diare akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang).

Diare akut berlangsung 1 atau 2 hari dan hilang. Penyebabnya mungkin makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri atau infeksi bakteri, atau mungkin juga terjadi jika anak sakit karena virus.

Sementara diare kronis berlangsung selama beberapa minggu. Diare kronis bisa disebabkan masalah kesehatan lain seperti sindrom iritasi usus.

5 Penyebab Paling Sering Diare Pada Anak

Diare pada anak paling sering terjadi karena beberapa hal, seperti:

1. Infeksi Virus

Seperti rotavirus, bakteri misalnya salmonella, dan dalam beberapa kasus, parasit seperti giardia. Penyebab diare pada anak yang paling sering ditemukan adalah virus.

Selain tinja yang encer atau berair, gejala infeksi virus sering kali termasuk muntah, sakit perut, sakit kepala, dan demam.

2. Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Alergi adalah reaksi kekebalan tubuh terhadap protein dalam makanan, misalnya gandum, susu, telur, kedelai, atau kacang tanah. Gejalanya misalnya gejala pernapasan, gatal-gatal, atau muntah.

Alergi makanan pada anak-anak lebih sering terjadi ketika ada riwayat keluarga yang eksim, alergi, asma, atau demam.

Intoleransi makanan adalah kesulitan mencerna gula dalam makanan. Gejala intoleransi makanan biasanya terkait pencernaan seperti gas, kembung, diare, dan kram perut.

3. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Obat-obatan seperti pencahar atau antibiotik dapat menyebabkan diare pada anak-anak maupun orang dewasa.

Untuk diare ringan yang disebabkan obat-obatan, anak harus tetap terhidrasi. Ibu juga bisa menghubungi dokter jika memang antibiotika yang diminum si kecil adalah penyebab diarenya. Dokter bisa merekomendasikan mengurangi dosis atau beralih ke antibiotika lain.

4. Keracunan Makanan

Keracunan makanan juga salah satu penyebab diare pada anak. Gejalanya muncul dengan cepat, bisa juga disertai muntah, dan cenderung membaik dalam 24 jam.

5. Kondisi Kesehatan

Anak dengan kondisi kesehatan tertentu, misalnya pengidap irritable bowel disease (IBS), penyakit Crohn, dan penyakit lainnya bisa mengalami diare.

Ibu, jangan panik jika si Kecil mengalami diare, ya. Ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi diare pada anak.

5 Cara Mengatasi Diare Pada Anak

Gejala, kondisi kesehatan umum, dan seberapa parah diarenya menentukan penanganan apa yang harus diberikan kepada anak. Namun, pastikan anak tetap terhidrasi. Sebab, diare menyebabkan anak kehilangan banyak cairan.

1. Perhatikan Asupan Cairan pada Anak

Untuk bayi yang masih di bawah 6 bulan, berikan ASI lebih sering dan lebih lama daripada biasanya. Sementara, untuk anak berikan minuman dan makanan berkuah seperti sayur atau kuah sup.

Jangan memberikan minuman bersoda atau jus karena memperparah diare pada anak. Salah satu cara cepat mengatasi diare pada anak usia 2 tahun ke atas adalah memperhatikan asupan cairannya. Tujuannya agar anak tidak mengalami dehidrasi berlebihan.

2. Berikan Larutan Elektrolit-Glukosa

Ibu, sebaiknya tidak hanya memberikan air mineral pada anak, tapi juga larutan elektrolit-glukosa yang memiliki kandungan air, garam, dan gula yang seimbang, misalnya oralit atau air kelapa agar anak tidak dehidrasi.