Ibu, Ini 7 Ciri-Ciri Dehidrasi pada Anak yang Wajib Dipahami!

Ibu, Ini 7 Ciri-Ciri Dehidrasi pada Anak yang Wajib Dipahami!

6 bulan yang lalu
Dibaca 28,89 ribu
5 Menit membaca

Siapa bilang bahwa dehidrasi hanya terjadi orang dewasa? Nyatanya, dehidrasi pada anak juga adalah hal yang lumrah. Makanya, Ibu perlu paham mengenai apa itu dehidrasi pada anak dan apa saja ciri-cirinya. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Apa Itu Dehidrasi pada Anak?

Dehidrasi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cairan yang cukup untuk berfungsi secara optimal dan memiliki dampak yang buruk terutama pada anak. Anak-anak memiliki risiko lebih besar mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa, terutama karena tubuhnya yang membutuhkan cairan untuk mengatur suhu tubuh, produksi cairan tubuh, dan aktivitas sehari-hari. Mengingat adanya risiko tinggi dehidrasi parah, maka dari itu Ibu dan siapapun yang merawat anak wajib mengenali ciri-cirinya dan mampu mengantisipasinya dengan cepat dan tepat.

Saat dehidrasi terjadi, tubuh kekurangan air yang cukup yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi-fungsi dasar dan vitalnya. Kurangnya cairan dapat mengganggu keseimbangan dalam tubuh dan memicu bahaya yang mengancam fungsi tubuh normal.

Anak-anak sendiri tidak lepas dari kondisi ini. Sebaliknya, anak-anak seringkali mengalami dehidrasi akibat muntah, diare, atau bahkan kombinasi keduanya atau muntaber. Faktor lainnya adalah ketika anak enggan minum karena luka di mulut atau radang tenggorokan, aktivitas fisik berat, atau terpapar panas terlalu lama. Faktor-faktor ini, dikombinasikan dengan kebutuhan fisiologi tubuh serta pola perilaku yang unik, membuat anak lebih rentan terkena dehidrasi dibandingkan orang dewasa.

10 Tanda Dehidrasi pada Anak

Ciri-ciri dehidrasi anak dehidrasi dapat berbeda dengan orang dewasa. Pada anak-anak, tanda dehidrasi lebih kentara karena tubuh anak masih sangat rapuh. Terdapat beberapa indikator yang menunjukkan anak kemungkinan mengalami dehidrasi, berikut adalah 10 di antaranya:

1. Rasa haus berlebih

Ini adalah gejala dehidrasi pada anak yang paling jelas. Ketika anak mengalami dehidrasi, biasanya anak lebih cepat dan sering haus karena tubuhnya berupaya untuk memulihkan kebutuhan airnya secara alami.

2. Mata dan mulut kering

Dehidrasi dapat menyebabkan mata dan mulut tampak lebih kering dari biasanya. Hal ini disebabkan tubuh sedang menyimpan air untuk fungsi-fungsi vital tubuh lainnya, sehingga mengurangi produksi saliva dan air mata.

3. Urin berwarna gelap

Ketika anak dehidrasi, warna urinnya dapat berubah menjadi kuning gelap. Hal ini disebabkan ginjal anak sedang mencoba menyimpan air, sehingga urinnya lebih terkonsentrasi.

4. Tidak buang air kecil selama 6-8 jam

Gejala ini adalah tanda bahaya dehidrasi parah. Jarang atau susah buang air kecil mengindikasikan bahwa tubuh sedang menyimpan cairan sebanyak mungkin akibat kekurangan cairan.

5. Kepala cekung

Pada bayi, kepala berbentuk cekung atau empuk saat dipegang dapat menjadi salah satu tanda dehidrasi.

6. Sedikit atau bahkan tidak ada air mata saat menangis

Ketika menangis, air mata yang tidak keluar atau hanya sedikit dapat menjadi pertanda dehidrasi. Saat dehidrasi terjadi, tubuh akan menyimpan air untuk fungsi-fungsi penting tubuh lainnya.

7. Diaper jarang basah

Ketika mengalami dehidrasi, bayi Ibu biasanya menghabiskan kurang dari enam diaper basah setiap hari akibat jarang buang air kecil

8. Kulit kering dan keriput

Ketika dehidrasi, kulit anak akan tampak lebih kering dan tanpak keriput.

9. Napas dalam dan cepat

Dehidrasi dapat memicu perubahan pola pernapasan seperti napas yang lebih dalam dan cepat seperti tersengal-sengal.

10. Kaki dingin dan bernoda

Hal ini dapat menjadi indikator sirkulasi yang buruk akibat kekurangan hidrasi.

Apa yang Terjadi Jika Anak Mengalami Dehidrasi?

Ketika anak mengalami dehidrasi, dampaknya terhadap kesehatan, kebugaran, kognitif, dan fungsi emosional dapat dirasakan baik secara langsung maupun jangka panjang. Kondisi dehidrasi menurut penelitian sangat berkaitan dengan fungsi otak, mood, dan kesehatan secara keseluruhan.

Dehidrasi dapat memicu berbagai gejala fisik pada anak-anak seperti kelelahan, mulut kering dan lengket, pusing, urin yang gelap, dan napas tersengal. Selain itu, dehidrasi juga berdampak negatif terhadap mental anak. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari anak-anak dan remaja di Amerika Serikat kekurangan cairan akibat sedikitnya asupan air.

Kekurangan cairan ini dapat berdampak besar secara negatif baik terhadap mood, kebugaran, dan kemampuan untuk berkonsentrasi. Gejala seperti kegelisahan, kekurangan konsentrasi, ingatan jangka pendek yang buruk, serta rentang perhatian yang pendek kerap dikaitkan dengan dehidrasi pada anak.

Jika masalah dehidrasi tidak segera diatasi, maka hal tersebut dapat berdampak pada risiko kesehatan jangka panjang. Dehidrasi parah dapat mengganggu alur cairan yang efisien di dalam tubuh, yang penting untuk mengantarkan hormon, senyawa kimia, serta nutrisi ke organ vital pada tubuh.

Gangguan tersebut juga dapat memicu rasa kegelisahan dan gejala lainnya yang terkait dengan kesehatan mental. Lebih jauh lagi, dehidrasi yang dibiarkan tanpa diatasi dapat mengurangi kualitas hidup anak dan kebugarannya secara menyeluruh.

Makanya, sangat penting untuk menerapkan strategi agar anak mau dan bisa mendapatkan asupan air yang cukup. Mendorong anak untuk minum lebih banyak air dapat mempengaruhi kondisi hidrasinya, sehingga hal tersebut memiliki pengaruh positif pada berbagai aspek dalam hidupnya, terutama performa di sekolah dan kesehatan tubuhnya.