Demam pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Menurunkannya

Demam pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Menurunkannya

1 minggu yang lalu
Dibaca 79

Demam adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami anak. Masalah kesehatan ini sebenarnya bukanlah penyakit loh, Ibu. Tapi, pertanda suatu penyakit atau kondisi tertentu.

Perlu Ibu pahami bahwa demam pada anak terjadi ketika pengatur suhu tubuh menaikkan temperatur tubuh di atas tingkat normal.

Temperatur tubuh anak normalnya sekitar 36,4 derajat Celsius. Sedangkan anak dianggap demam ketika suhu tubuhnya di atas 37 derajat Celsius.

Suhu tubuh kita diatur bagian otak bernama hipotalamus. Sepanjang hari, suhu tubuh berubah-ubah, tergantung tingkat aktivitas anak.

Hawa tubuh secara alami bakal naik ketika anak-anak banyak bergerak, berlarian, bermain, berolahraga, atau kepanasan.

Di luar kondisi normal tersebut, hipotalamus juga memberikan sinyal ke tubuh ketika terinfeksi virus, bakteri, atau ketika merespons suatu.

Sebagai bekal anti panik untuk menghadapi demam yang menyerang anak; yuk, simak penyebab, gejala, cara menurunkan demam pada anak 1 tahun dan seterusnya, berikut tips agar anak tidak gampang sakit yang perlu Ibu ketahui.

Penyebab Demam pada Anak

Ada banyak sekali kemungkinan penyebab demam pada anak. Berikut beberapa penyakit dan kondisi yang dapat meningkatkan suhu tubuh si kecil di atas normal:

1. Infeksi virus

Infeksi virus seperti flu biasanya ditandai dengan gejala awal demam. Selain itu, infeksi virus seperti roseola juga bisa menyebabkan demam sebelum anak mengalami ruam.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan sampai kandung kemih juga bisa menyebabkan demam pada anak.

3. Infeksi aliran darah atau sepsis

Demam juga bisa jadi gejala sepsis yang membahayakan kesehatan anak, terutama pada bayi yang baru lahir sampai usia tiga bulan.

4. Efek imunisasi

Setelah disuntik vaksin, anak yang baru diimunisasi biasanya juga mengalami demam selama beberapa jam sampai hari. Demam ini normal terjadi karena tubuh sedang membentuk kekebalan alaminya.

Terkadang, anak juga bisa mengalami demam ketika terkena penyakit radang telinga, amandel, infeksi saluran pernapasan atas, pneumonia, gangguan pencernaan, cacar air, sampai penyakit autoimun.

Baca Juga: Penyebab Demam Tinggi Serta Cara Mengatasinya!

Gejala Demam pada Anak

Saat demam, organ-organ di tubuh anak secara alami bakal bereaksi untuk mempertahankan suhu tubuhnya agar tetap normal.

Organ yang bahu-membahu menjaga suhu tubuh agar tetap normal saat demam di antaranya otak, kulit, otot, dan pembuluh darah.

Proses ini membuat anak yang demam mengalami gejala demam, seperti:

  • Tubuh teraba panas atau lebih hangat ketimbang biasanya
  • Tidak seaktif biasanya, jadi lebih jarang bergerak dan bicara
  • Lebih rewel, gampang marah, atau lebih sensitif ketimbang biasanya
  • Nafsu makan dan minum menurun
  • Kedinginan atau menggigil saat suhu tubuh merangkak naik
  • Banyak berkeringat saat demam berangsur-angsur turun
  • Kekurangan cairan karena tubuh kehilangan banyak cairan dan kurang minum
  • Kejang jika suhu tubuh sangat tinggi, terutama pada anak usia 6 bulan sampai 6 tahun

Kebanyakan gejala demam pada anak 1 tahun atau usia lainnya muncul selama beberapa hari. Demam yang berkepanjangan bisa jadi tanda penyakit kronis.

Baca Juga: Daftar & Jenis Makanan Yang Tidak Boleh Dimakan Saat Demam

Demam Pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kenapa Tubuh Bisa Demam?

Cara Menurunkan Demam Anak

Banyak Ibu yang panik dan buru-buru memberikan obat penurun demam ketika suhu tubuh si kecil baru naik sedikit.

Kekhawatiran karena takut demam anak memburuk ini apabila berlebihan bisa jadi tanda Ibu mengalami fever phobia, lo.

Biar tidak panik berlebihan, Ibu bisa menyimak cara mengatasi demam pada anak 1 tahun atau usia lainnya yang tepat berikut ini:

1. Ukur suhu tubuh anak

Ukur suhu tubuh anak secara berkala, terutama di bagian ketiak menggunakan termometer. Pengukuran suhu tubuh di area ini praktis dan cukup akurat. Kadang kala, Ibu mungkin merasa si kecil hanya mengalami demam hanya di kepala dan leher anak 1 tahun.

2. Upayakan anak cukup istirahat

Selama suhu tubuh masih tinggi, anak sebaiknya tidak banyak beraktifitas. Dengan begitu, proses penyembuhan sakit penyebab demam bisa berjalan optimal.

3. Pastikan anak cukup minum

Meskipun saat demam anak biasanya tidak mau makan dan minum, tapi Ibu perlu memberikan cairan yang cukup untuk anak. Apabila kurang minum saat demam, anak bisa dehidrasi. Jika anak emoh minum susu, coba berikan cairan berupa buah atau makanan berkuah.

4. Berikan kompres hangat

Saat anak demam, coba turunkan suhunya secara alami dengan memberikan kompres hangat, di ketiak dan selangkangan selama 10 sampai 15 menit. Hindari kompres kompres dingin karena bisa mengacaukan suhu tubuh dan mengecilkan pembuluh darah, jadi demam makin parah.

5. Berikan obat penurun demam

Ketika suhu tubuh anak sudah mencapai 38 derajat Celsius, saatnya Ibu memberikan obat penurun demam dengan dosis sesuai petunjuk penggunaan obat. Pemberian obat ini bisa dengan cepat mengurangi gejala demam pada anak.

Jika Ibu sudah menjajal berbagai cara mengatasi demam di atas tapi suhu tubuh si kecil tak kunjung turun atau gejala sakit semakin memburuk, segera bawa anak berobat ke dokter.

Terutama jika demam anak 1 tahun ke atas suhunya di atas 40 derajat Celsius, disertai kejang, demam hanya di kepala dan leher pada anak, disertai gejala sesak napas, badan anak sangat lemas, atau muncul tanda dehidrasi.

Tips Agar Anak Tidak Gampang Sakit

Setelah menyimak penjelasan penyebab demam pada anak di atas, Ibu kini sudah mengetahui kebanyakan muasalnya terkait penyakit infeksi bakteri, virus, dan kuman lainnya. Nah, berikut beberapa kiat agar anak tidak gampang sakit:

  1. Berikan vaksin sesuai jadwal imunisasi yang dianjurkan Pemerintah. Imunisasi ini penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit
  2. Ajarkan dan biasakan anak mencuci tangan dengan benar pakai sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer. Terutama sebelum makan, setelah dari kamar mandi, atau setelah bersin atau batuk
  3. Pastikan anak cukup tidur setiap hari. Biasakan anak tidur dan bangun tidur dengan jadwal yang teratur. Dengan begitu, imunitasnya tetap terjaga
  4. Berikan anak makanan bergizi lengkap dan seimbang sesuai fase tumbuh kembang si kecil. Pastikan komposisi asupan yang diberikan mengandung karbohidrat, protein, lemak, zinc, zat besi, kalsium, asam folat, vitamin A, C, D, E, B6, dan B12. Asupan ini bisa diperoleh dari nasi, sayur, buah, ayam, telur, daging sapi, ikan, dan susu.

Coba jalankan beberapa kiat untuk menjaga daya tahan tubuh anak agar si Kecil tak gampang sakit di atas ya, Ibu.

PediaSure, Nutrisi untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Ibu yang ingin memberikan nutrisi harian dengan komposisi gizi melimpah sekaligus menjaga daya tahan tubuh anak bisa memberikan PediaSure untuk buah hatinya.

PediaSure diperkaya dengan campuran sinbiotik prebiotik FOS, probiotik L.acidophilus, 14 macam vitamin, dan 9 mineral yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh anak.

Nutrisi harian ini juga dilengkapi dengan 3 sumber protein, arginine, vitamin K2, dan tinggi kalsium untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Selain itu, kandungan omega 3, omega 6, AA, dan DHA dalam nutrisi tambahan ini dapat menunjang kemampuan berpikir anak.

Untuk memetik manfaat optimal nutrisi tambahan ini, Ibu bisa memberikan 4 sendok takar PediaSure yang diberi campuran 190 Mililiter air matang sebanyak 2 kali sehari. Atau, berikan sesuai anjuran dokter anak yang menangani.

Dengan memastikan asupan nutrisi si Kecil terpenuhi, Ibu membantu proses tumbuh kembang buah hati berjalan optimal. Jadi, Ibu tak perlu khawatir berlebihan lagi dengan demam pada anak.

 

 

SUMBER: 

High temperature (fever) in children - NHS. Retrieved on July 29, 2022 from https://www.nhs.uk/conditions/fever-in-children/  

Fevers (for Parents) - Nemours KidsHealth. Retrieved on July 29, 2022 from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/fever/  

Fever - Seattle Childrens. Retrieved on July 29, 2022 from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/fever/  

Fever in Children- Stanford Children. Retrieved on July 29, 2022 from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=fever-in-children-90-P02512  

Fever and high temperature in children - Raising Children. Retrieved on July 29, 2022 from https://raisingchildren.net.au/babies/health-daily-care/health-concerns/fever  

Penanganan Demam pada Anak - IDAI. Retrieved on July 29, 2022 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak  

Dehydration - Symptoms and causes - Mayo Clinic. Retrieved on July 29, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086  

Effectiveness of Giving Compress Against Reduction of Body Temperature In Children: Systematic Review - The JNP. Retrieved on July 29, 2022 from https://thejnp.org 

Demam: Kapan Harus ke Dokter? - IDAI. Retrieved on July 29, 2022 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter  

Nutrisi pada Bayi dan Batita di Era New Normal Pandemi Covid 19 - IDAI. Retrieved on July 29, 2022 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
Abbott-Kemendikbudristek Bermitra untuk Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Pengukuran Tumbuh-Kembang Anak demi Turunkan Stunting
Abbott-Kemendikbudristek Bermitra untuk Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Pengukuran Tumbuh-Kembang Anak demi Turunkan Stunting
Program ini menjangkau 250 sekolah di seluruh Indonesia, dengan total audiens lebih dari 23.000 orangtua, guru PAUD, dan Bunda PAUD untuk melatih dan membantu mereka mengidentifikasi masalah tumbuh-kembang sejak dini, serta menanamkan pola hidup sehat.
2 bulan yang lalu
5 Nutrisi dan Manfaat Susu untuk Kecerdasan Otak Anak
5 Nutrisi dan Manfaat Susu untuk Kecerdasan Otak Anak
Kandungan 5 nutrisi dalam susu untuk kecerdasan otak anak memiliki manfaat krusial bagi perkembangan kognitif dan pertumbuhan fisik buah hati kesayangan
3 bulan yang lalu
Musik Bisa Bantu Perkembangan Kognitif Anak. Kok Bisa?
Musik Bisa Bantu Perkembangan Kognitif Anak. Kok Bisa?
Musik dikenal sebagai hiburan segala usia. Tapi, tahukah Ibu, musik juga bisa membantu perkembangan kognitif anak lho! Yuk simak ulasannya
2 bulan yang lalu