Memahami Dwarfisme, Tinggi Badan Tidak Ideal Sesuai Umur

Memahami Dwarfisme, Tinggi Badan Tidak Ideal Sesuai Umur

2 minggu yang lalu
Dibaca 899
5 Menit membaca

Setiap orang tua tentunya ingin melihat anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Termasuk dalam hal tinggi badan ideal sesuai umur si Kecil.

Berbicara tinggi badan anak, orang tua kerap mengkhawatirkan tentang terjadinya stunting atau kurangnya tinggi badan karena kekurangan gizi dalam jangka panjang. Tapi, selain stunting, Ibu juga perlu memperhatikan adanya kemungkinan kondisi medis lain seperti dwarfisme.

Apa yang Dimaksud dengan Dwarfisme?

Dwarfisme adalah kelainan yang membuat seseorang memiliki postur tubuh pendek akibat genetik atau kondisi medis tertentu.

Secara umum, penderita dwarfisme dewasa memiliki tinggi tidak lebih dari 147 cm. Bahkan, rata-rata penderita dwarfisme hanya memiliki tinggi badan 122 cm. Dengan kata lain, penderita dwarfisme mengalami pertumbuhan tulang yang lebih pendek dibanding orang normal. Itulah mengapa penderita kerap disebut kerdil.

Penderita dwarfisme disebut juga dengan orang yang mengalami pertumbuhan terbatas. Pada beberapa kasus, kondisi ini kemudian menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Misalnya saja, orang dengan dwarfisme mengalami kaki bengkok atau lengkungan tulang belakang yang tidak normal.

Meski begitu, kebanyak orang dengan kasus dwarfisme tidak memiliki masalah kesehatan yang serius dan dapat hidup dengan normal.

Jenis Dwarfisme

Untuk Ibu ketahui, terdapat dua jenis dwarfisme, yakni proporsional dan tidak proporsional. Berikut penjelasannya:

1. Dwarfisme Proporsional

Dwarfisme proporsional adalah kondisi semua bagian tubuh seperti kepala, badan, dan anggota proporsional satu sama lain tetapi jauh lebih kecil daripada orang normal. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh kekurangan hormon. Kondisi ini bisa ditangani dengan cara injeksi hormon saat masa kanak-kanak atau masa pertumbuhan. Diharapkan dengan injeksi hormon di masa pertumbuhan, nantinya si Kecil dapat mencapai tinggi tubuh rata-rata orang dewasa atau paling tidak mendekati.

2. Dwarfisme Tidak Proporsional

Dwarfisme tidak proporsional merupakan kondisi pertumbuhan terbatas yang sering terjadi. Pada kondisi ini, anggota tubuh tidak proporsional satu sama lain. Beberapa bagian tubuh berukuran kecil sedangkan lainnya berukuran normal atau bahkan melebihi ukuran normal.

Penyebab Dwarfisme

Sebagian besar dwarfisme adalah keadaan atau penyakit yang disebabkan oleh keturunan atau genetik. Tetapi, ada beberapa penyebab lain yang paling umum, di antaranya adalah:

1. Achondroplasia

Achondroplasia merupakan kondisi terjadinya salinan gen yang bermutasi dan diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Kondisi ini adalah penyebab paling umum dwarfisme. Sekitar 70% kasus dwarfisme terjadi akibat achondroplasia.

2. Sindrom Turner

Sindrom Turner adalah penyebab dwarfisme yang hanya menyerang perempuan. Selain membuat postur tubuh menjadi pendek, sindrom turner juga kerap menyebabkan kelainan jantung dan ovarium. Anak perempuan dengan kondisi ini mungkin tumbuh normal hingga usia 5 tahun, baru setelahnya keterlambatan pertumbuhannya mulai terlihat.

3. Spondyloepiphyseal Dysplasias (SED)

Spondyloepiphyseal dysplasias adalah penyakit keturunan berupa kelainan pertumbuhan tulang yang menyebabkan batang tubuh yang memendek (dwarfisme), kelainan tulang, dan masalah penglihatan dan pendengaran.

4. Displasia Rangka

Displasia rangka adalah kondisi yang disebabkan oleh mutasi genetik yang tiba-tiba atau karena keturunan. Ada sekitar 300 kondisi medis yang disebabkan oleh displasia rangka. Sering kali, anak yang mengalami displasia langka tumbuh sangat pendek atau mengalami dwarfisme karena tulangnya tidak memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal.

Gejala Dwarfisme

Selain postur tubuh yang pendek dan tidak sesuai tinggi badan ideal sesuai umur, sindrom dwarfisme biasanya disertai dengan gejala lain sesuai dengan jenisnya.

Beberapa gejala dwarfisme tidak proporsional antara lain:

  • Hidrosefalus atau penumpukan cairan di kepala
  • Tubuh berukuran normal tetapi lengan dan kaki pendek
  • Jari berukuran pendek
  •  Jarak antara jari tengah dan jari manis lebar
  • Pergerakan siku tangan terbatas
  • Kepala besar dan tidak seimbang dengan ukuran tubuh lainnya
  • Jenong atau dahi menonjol
  • Hidung pesek
  • Kaki bengkok.

Berbeda dengan dwarfisme tidak proporsional, dwarfisme proporsional biasanya disebabkan oleh kondisi medis sejak lahir atau berkembang pada masa anak-anak. Hal ini kemudian dapat menghambat pertumbuhan. Gejala dwarfisme proporsional yang bisa dilihat pada anak, antara lain:

  • Tinggi badan si Kecil berada di bawah rata-rata anak seusianya pada grafik pertumbuhan
  • Perkembangan tinggi badan si Kecil lebih lambat dibanding teman sebayanya
  • Perkembangan seksual si Kecil terlambat atau sama sekali tidak mengalami masa pubertas

Penanganan Dwarfisme

Ibu perlu mengetahui bahwa, apa pun penyebabnya, dwarfisme tidak dapat disembuhkan. Meski begitu, dengan beberapa terapi dapat menangani risiko komplikasi dwarfisme, di antaranya:

1. Terapi Hormon

Terapi ini dapat membantu menambah tinggi badan setidaknya mendekati ukuran normal pada kasus dwarfisme akibat kurangnya hormon pertumbuhan. Pada anak perempuan yang menderita dwarfisme akibat sindrom turner, injeksi hormon dapat memicu pubertas.