Yuk, Kenali Fase Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun Berikut Ini!

Yuk, Kenali Fase Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun Berikut Ini!

1 tahun yang lalu
Dibaca 6,73 ribu

Saat anak memasuki usia 3-5 tahun, terdapat banyak perubahan yang muncul pada fisiknya. Hal ini pun menjadi pertanda bahwa si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang baik.

Tidak hanya itu, tanda si Kecil telah mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhannya adalah dengan perkembangan berbagai jenis kemampuannya. Apalagi, perkembangan anak usia 3-5 tahun jauh lebih baik dibandingkan usia-usia sebelumnya. Penasaran dengan fase perkembangan anak usia 3-5 tahun? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Kemampuan Motorik Kasar

Si Kecil yang telah menginjak usia 3 tahun biasanya akan mampu menyeimbangkan tubuh dengan mengangkat kaki selama kurang lebih 1-3 detik, jika dilihat dari perkembangan kemampuan motorik kasarnya.

Ketika si Kecil senang bermain di atas balok dan berusaha menyeimbangkan tubuhnya ke kiri dan kekanan, Ibu tidak perlu khawatir atau bahkan melarangnya. Pola asuh anak yang sebaiknya Ibu lakukan adalah dengan memastikan keamanannya, alih-alih melarangnya mengeksplorasi kemampuannya

Tidak hanya itu, si Kecil yang berusia 3 tahun biasanya juga sudah bisa melompat dengan jarak yang lebih jauh dari sebelumnya, serta melempar bola dengan kedua tangannya.

Pada saat si Kecil memasuki usia 4 tahun, biasanya sudah dapat melompat dengan satu kaki.  Dengan kemampuan tersebut, si kecil sudah bisa diajari untuk melakukan permainan seperti engklek lho, Bu. Permainan engklek sendiri dapat menjadi salah satu stimulasi motorik kasar dengan cara yang menyenangkan. Jadi, pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak tetap dapat membuat si Kecil senang.

Selain engklek, di usia 4 tahun si Kecil juga sudah dapat menangkap bola yang dilemparkan ke arahnya dengan tepat. Tidak itu saja, anak juga akan mulai senang bermain jungkir balik. Kemampuan lainnya seperti naik turun tangga mandiri dengan kaki bergantian kiri kanan juga sudah mulai terlatih.

Sementara untuk si Kecil yang menginjak usia 5 tahun, perkembangan motorik kasarnya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan anak usia 3 tahun.

Kemampuan seperti berayun dan memanjat sudah bukan lagi jadi soal untuknya. Kemandirian seperti bisa berpakaian sendiri dan menanggalkan pakaian tanpa bantuan bisa Ibu lihat setiap hari.

Kemampuan Motorik Halus

Perkembangan anak usia 3 tahun dilihat dari segi kemampuan motorik halusnya terbilang cukup signifikan dibanding usia sebelumnya.

Salah satunya bisa Ibu lihat dari coretannya yang semakin jelas. Di usia ini si Kecil biasanya sudah mampu membentuk garis lurus, kotak, serta berbagai bentuk lainnya.

Cara si Kecil memegang pensil warna pun akan terlihat semakin baik layaknya orang dewasa.

Selanjutnya, di usia 4 tahun, si Kecil sudah selalu menggunakan salah satu tangan dominannya. Anak juga mulai menggunakan tangan yang tidak dominan untuk membantu melakukan hal yang sulit dilakukan jika hanya menggunakan satu tangan saja.

Si Kecil yang berusia 4 tahun juga mulai dapat belajar menulis dan menggambar angka, huruf, atau bentuk mengikuti contoh. Si Kecil juga sudah bisa mewarnai tidak keluar dari garis gambar lho, Bu. Soal kemandirian, di usia ini, Si Kecil sudah bisa menggunakan dan melepas baju secara mandiri.

Jika dibandingkan dengan anak usia 5 tahun, Ibu akan melihat si Kecil mampu membuat gambar segitiga dan bentuk garis lainnya yang lebih sulit. Kemampuannya dalam menghitung angka 1 sampai 10 pun dan menyebut minimal 4 warna bakal semakin jelas.

Tidak hanya sampai di situ, si Kecil usia 5 tahun sudah mampu mengetahui hal-hal yang dijumpainya setiap hari dan menceritakan kembali kepada Ibu.

Sebagai contoh, saat ia pergi ke luar rumah dan bermain di taman, ia akan mampu menyebutkan benda-benda yang dilihat dengan mudah, misalnya perosotan, ayunan, bahkan nama-nama bunga.

Kemampuan Bahasa dan Kognitif

Perkembangan bahasa dan kognitif anak saat menginjak usia 3 tahun makin baik. Dalam hal bahasa misalnya, Si Kecil sudah menguasai sekitar 250 hingga 500 kata. Anak juga sudah bisa menjawab pertanyaan sederhana serta menyebutkan nama dan usianya sendiri.

Kemampuan kognitif anak juga berkembang ditandai dengan dapat menyebutkan nama warna yang familiar. Si Kecil juga sudah dapat membandingkan ukuran.

Saat menginjak usia 4 tahun, Si kecil mungkin sudah dapat berbicara dengan jelas dan mulai tidak cedal. Pada usia ini, anak juga akan senang bercerita panjang. Si kecil juga mungkin akan mulai memberi Ibu pertanyaan mengapa, bagaimana, dan kapan.

Selanjutnya ketika Si Kecil lebih besar atau memasuki 5 tahun, perkembangan bahasanya makin baik lagi. Usia ini, Si Kecil sudah dapat mengkomunikasikan bagaimana perasaannya. Si Kecil juga sudah mulai tahu kapan waktunya bergantian berbicara dengan orang lain lho Bu.

Kemampuan Sosial dan Emosional

Terakhir, dilihat dari kemampuan sosial dan emosional. Di fase perkembangan anak usia 3 tahun, Ibu akan melihat si Kecil melakukan berbagai kegiatan secara  mandiri tanpa adanya bantuan orang lain.

Misalnya saja, si Kecil bakal mampu mencuci tangan, menuang sabun, membilas tangan, lalu mengelap tangannya sendiri. Kemampuan menggunakan alat makan berupa sendok dan garpu tanpa bantuan orang lain akan Ibu temui di usia ini.

Bagaimana dengan kemampuan sosial dan emosional anak usia 4 tahun?

Anak yang berusia 4 tahun mulai memahami perasaan dan kebutuhan orang lain. Di usia ini anak-anak sudah mengerti apa itu berbagi atau bergantian dalam bermain. Meski begitu, Si Kecil mungkin akan mulai berusaha mengatur orang lain dan bisa saja tetap terjadi trantum jika kemauannya tidak dituruti.

Sedangkan di usia 5 tahun, kemandirian menjadi salah satu poin penting di fase ini. Sebagai contoh, si Kecil sudah mulai berani pergi membeli sesuatu di toko sebelah rumah. Jika Ibu membuatkannya aturan, ia akan dengan mudah bisa mematuhinya.

Jika ibu bertanya-tanya apakah jenis kelamin anak akan mempengaruhi perkembangan Si Kecil? Jawabannya adalah benar. Misalnya saja, anak laki-laki mungkin akan lebih cepat dalam perkembangan motorik kasar seperti berlari atau melompat. Sedangkan anak perempuan mungkin lebih cepat dalam perkembangan motorik kasar seperti memegang pensil atau menulis.

Meski begitu, salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak yang sudah kita bahas di atas, yakni kemauan orang tua untuk membiarkan dan mendorong si Kecil untuk bermain dan bereksplorasi.

Pasalnya, hal ini akan melatih beberapa hal, seperti kemampuan menentukan dan mengambil keputusan sendiri, kemauan mencoba hal-hal baru, kemampuan berimajinasi, serta meningkatkan kepercayaan diri si Kecil.

Selain kemauan Ibu untuk memberikan ruang kepada si Kecil bereksplorasi, Ibu perlu memperhatikan asupan gizi dan nutrisi yang didapatkannya setiap hari demi melalui  setiap fase perkembangan anak yang optimal.

Asupan makanan serta susu pertumbuhan anak yang dilengkapi nutrisi tambahan tentu bisa jadi pilihan untuk hal ini. Adapun salah satu asupan nutrisi tambahan yang bisa Ibu coba, yakni PediaSure yang memang merupakan asupan nutrisi tambahan yang cocok untuk anak usia 1-10 tahun.

PediaSure dapat membantu mendukung pertumbuhan nyata si Kecil dan kini dengan formula baru dilengkapi Arginine, Vitamin K2, serta sukrosa yang 42% lebih rendah dari formula sebelumnya. Pediasure memiliki berbagai varian rasa mulai dari Vanila, Madu, Cokelat, dan Pediasure Classic Milky dengan ukuran 200 hingga 1800 gram; tergantung varian rasa.

Sebagai informasi tambahan, saat ini PediaSure bekerja sama dengan klub sepak bola Real Madrid F.C mendukung anak-anak berisiko kekurangan nutrisi di 80 negara. Harapannya, kerja sama tersebut agar anak-anak di seluruh dunia mendapat asupan nutrisi baik untuk tumbuh kembang optimalnya.

Kosumsi Pediasure secara rutin 2-3 kali sehari mendukung si kecil menjadi anak yang lebih tinggi, aktif, kuat, dan mengalami tumbuh kembang optimal

Tak hanya itu, Ibu dan si Kecil juga akan menjadi bagian dalam kampanye mendukung anak berisiko kekurangan nutrisi di 80 negara dalam kolaborasi PediaSure dan Real Madrid.

Karena masa depan yang cerah dan berkelanjutan dimulai dengan kesehatan yang baik. Dan kesehatan yang baik dimulai dengan nutrisi yang baik. 

Jadi, jangan lupa dukung perkembangan si Kecil dengan stimulasi yang baik dan memberikan PediaSure 2 kali sehari ya, Bu!

 

 

Sumber:

Your Child’s Development: 3 Years (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 12 Dec 2022, from https://kidshealth.org/en/Parents/development-3yrs.html 

Developmental Milestones for 3-Year-Olds. (2020). Retrieved 12 Dec 2022, from https://www.understood.org/en/learning-thinking-differences/signs-symptoms/developmental-milestones/developmental-milestones-for-typical-3-year-olds

Welcome to KEAP - KEAP - Kernow Education Arts Partnership. Retrieved 12 Dec 2022, from https://www.keap.org.uk/documents/eyfs_ep_play_exploration.pdf

4- to 5-Year-Old developmental milestones: Cognitive, language, and motor skills-WebMD (2010). Retrieved 12 Dec 2022, from https://www.webmd.com/parenting/4-to-5-year-old-milestones#1

What developmental milestones is your 5-year-old reaching?- Centers for Disease Control and Prevention (2021). Retrieved 12 Dec 2022, from https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-5yr.html

Gross motor skills: birth to 5 years - Children's Hospital of Richmond at VCU. Retrieved 5 October 2022, from https://www.chrichmond.org/services/therapy-services/developmental-milestones/gross-motor-skills-birth-to-5-years  

PERMAINAN ENGKLEK DALAM MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AL HIKMAH KECAMATAN MEDAN DENAI TAHUN AJARA - UIN Sumatera Utara. Retrieved 5 October 2022, from http://repository.uinsu.ac.id/5753/1/SKRIPSI%20IKA%20MUSLIMAH.pdf  

Gross Motor Development Checklist - Kids Sense. Retrieved 5 October 2022, from https://childdevelopment.com.au/resources/child-development-charts/gross-motor-developmental-checklist/  

Fine Motor Skills (colouring, cutting, beading, lego, drawing) - Kamloops Childrens Therapy. Retrieved 5 October 2022, from https://www.kamloopschildrenstherapy.org/fine-motor-skills-preschool-milestones.htm