Kaki O pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Kaki O pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

8 bulan yang lalu
Dibaca 22,7 ribu
3 Menit membaca

Jika ibu menyadari tungkai kaki anak tampak melengkung keluar ketika anak sedang berjalan, mungkin ibu penasaran dengan apa yang terjadi. Kondisi ini disebut sebagai kaki o, atau bowleggedness, kondisi yang cukup umum terjadi pada anak-anak.

Meski kondisi ini umum dan tidak selalu menyebabkan rasa tidak nyaman pada anak, penting bagi ibu untuk mengetahui ciri-ciri, penyebab, langkah pencegahan serta cara mengatasi kondisi ini.

Definisi Kaki O

Kaki O adalah kondisi di mana satu atau kedua tungkai kaki anak melengkung keluar di bagian lutut. Hal ini menciptakan celah yang lebih lebar di antara lutut dan kaki bagian bawah, sehingga ketika berdiri, kaki anak terlihat seperti huruf “O”.

Kondisi kaki O sendiri umum terjadi pada anak-anak usia bayi atau di usia prasekolah, dan normalnya, kondisi kaki O ini secara alami akan lurus sendiri seiring dengan bertambahnya usia anak. Namun, jika kondisi kaki O tidak kunjung normal ketika anak menginjak usia 3 tahun, bisa jadi ada penyebab tertentu yang membuat kondisi kakinya tetap seperti demikian, seperti kaki bengkok (Blount’s disease) atau rakitis (rickets). Kelebihan berat badan atau obesitas pada anak juga bisa jadi salah satu penyebab kaki O.

Penyebab Kaki O

Berbagai hal bisa memicu kondisi kaki O pada anak. Meski umum terjadi, namun beberapa penyakit serius bisa menjadi penyebab terjadinya kondisi ini. Apa saja penyebab kaki O? Berikut beberapa di antaranya:

1. Genu Varum Fisiologis

Banyak bayi atau anak di bawah dua tahun mengalami kaki O yang disebabkan oleh genu varum fisiologis. Kaki O yang disebabkan oleh Genu Varum biasanya akan membaik dengan sendirinya pada usia 3-4 tahun seiring dengan tumbuh kembangnya.

2. Blount's Disease

Kaki O yang disebabkan oleh Blount’s disease/penyakit kaki bengkok merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kelainan pada lempeng pertumbuhan pada bagian atas tulang kering. Blount’s disease bisa terjadi pada bayi maupun anak usia remaja. Jika dibiarkan, lengkungan kaki akan semakin buruk seiring bertambahnya usia.

3. Rakitis

Rakitis atau Rickets adalah penyakit tulang yang disebabkan oleh kekurangan asupan kalsium, fosfor, dan/atau vitamin D pada anak-anak. Anak yang menderita rakitis memiliki tulang yang lebih lunak dan lemah, sehingga kaki mereka jadi melengkung. Rakitis dapat terjadi pada bayi yang hanya diberikan ASI atau mengalami kelainan genetik.

4. Dwarfisme (kekerdilan)

Kondisi dwarfisme paling umum disebabkan oleh kelainan pertumbuhan tulang yang disebut akondroplasia yang dapat menyebabkan kaki O. Anak-anak yang lahir dengan kondisi ini biasanya memiliki lengan dan kaki pendek, kepala besar, dan batang tubuh yang berukuran di bawah normal. Kondisi ini terjadi ketika gen tidak tumbuh dengan baik pada tahap perkembangan janin.

Dwarfisme biasanya terjadi pada bayi yang lahir dari orang tua dengan kondisi yang sama, meski kadang pula terjadi secara acak akibat adanya mutasi gen baru. Meski bisa mengalami masalah kesehatan tertentu, kebanyakan masalah kesehatan ini bisa dideteksi dan diatasi dengan penanganan medis yang tetap. Dengan tinggi di bawah rata-rata anak pada umumnya, anak yang mengalami dwarfisme umumnya dapat menjalani hidup secara normal dan aktif.

5. Masalah tulang lainnya

Patah tulang yang tidak sembuh dengan benar dan tulang yang tumbuh tidak normal dapat pula menyebabkan kaki O. Selain itu, masalah tulang seperti Fibrous Dysplasia juga bisa menjadi penyebab kaki O lainnya.

Fibrous dysplasia (FD) adalah gangguan langka pada rangka tubuh yang menyebabkan jaringan tulang yang terdiri dari serat menggantikan tulang yang normal dan sehat. Hal ini menyebabkan bagian yang terkena lebih rentan terhadap patah tulang.

FD dapat mempengaruhi satu tulang, beberapa tulang, atau seluruh kerangka tubuh. Kondisi ini paling sering mempengaruhi tulang kaki, lengan atas, tengkorak (termasuk tulang wajah) dan tulang rusuk.

6. Keracunan fluorida atau timbal

Terakhir, penyebab kaki O bisa disebabkan oleh keracunan fluorida atau timbal. Tubuh yang terpapar timbal atau keracunan fluorida juga dapat memicu kondisi kaki O.

Cara Mencegah Kaki O

Penting untuk diingat bahwa kebanyakan kondisi kaki O disebabkan oleh genu varum fisiologis yang merupakan bagian normal dari tahapan tumbuh kembang anak dan melengkungnya kaki biasanya akan membaik dengan sendirinya. Oleh sebab itu, kaki O karena genu varum fisiologis tidak bisa dicegah.

Di sisi lain untuk mencegah kaki O yang disebabkan oleh kondisi lainnya, ibu dapat melakukan langkah upaya pencegahan. Contohnya, untuk mencegah kaki O karena rakitis, dengan cara memastikan agar anak mendapatkan nutrisi vitamin D yang cukup baik dari asupan makanan dan minuman maupun paparan sinar matahari.

Vitamin D sendiri sangat penting untuk pertumbuhan tulang yang sehat. Oleh karena itu, sebaiknya ibu mengetahui terlebih dahulu penyebab kaki O yang dialami anak.