Apa Itu Kecerdasan Intelektual dan Contohnya? Cek di Sini

Apa Itu Kecerdasan Intelektual dan Contohnya? Cek di Sini

8 bulan yang lalu
Dibaca 27,31 ribu
3 Menit membaca

Mungkin ibu sering mendengar istilah Kecerdasan Intelektual atau Intelligence Quotient (IQ). Kecerdasan intelektual merupakan istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat dan pikiran seseorang yang mencakup sejumlah kemampuan.

Apa Itu Kecerdasan Intelektual?

Menurut Asosiasi Psikologi Amerika, kecerdasan intelektual adalah ukuran standar tingkat kecerdasan berdasarkan tes psikologis. Di masa awal penggunaan tes kecerdasan intelektual, IQ dihitung dengan membagi usia mental dengan usia asli seseorang dan kemudian dikalikan dengan 100 untuk menghasilkan rasio IQ. Metode penghitungan ini sekarang sebagian besar digantikan oleh IQ deviasi, yang dihitung sebagai fungsi dari perbedaan skor individu dari skor rata-rata.

Nilai kecerdasan intelektual rata-rata berada di angka 100, dan sekitar dua pertiga dari semua skor berada dalam rentang plus atau minus 15 poin dari skor rata-rata. Nilai IQ yang lebih spesifik bisa dihasilkan dari tes-tes spesifik, seperti tes IQ verbal yang mengukur kecerdasan verbal, dan IQ performance yang mengukur kecerdasan non-verbal. Selisih nilai antara kedua tes tersebut digunakan secara diagnostik untuk mendeteksi gangguan belajar atau kekurangan kognitif tertentu.

Tes IQ sendiri digunakan untuk mengukur kemampuan logika dan memecahkan masalah. Selain itu, melalui tes IQ, kemampuan visual, matematika, bahasa, memori, serta kemampuan memproses informasi pun turut diukur di dalam tes IQ.

Kini, IQ menjadi ukuran standar untuk mengukur kecerdasan seseorang, beberapa menyebutkan bahwa tes IQ tidak sempurna. Menurut beberapa ahli, tes IQ menjadi semacam pengukuran keterampilan dan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya daripada kemampuan mendasar seseorang, dan terkadang peserta tes tidak terbiasa untuk duduk diam dan mengikuti perintah.

Kendati demikian, tes kecerdasan intelektual ini masih digunakan dalam penelitian psikologis dan pendidikan untuk mengukur kecerdasan intelektual seseorang secara umum. Sehingga masih sangat relevan untuk ibu ketahui dalam proses tumbuh kembang anak.

Definisi Kecerdasan Intelektual Menurut Para Ahli

Menurut para ahli psikologi, nilai IQ hanya salah satu aspek untuk menilai seseorang karena tes IQ tidak mengukur intelektual praktis, kreativitas, rasa ingin tahu, atau kesiapan emosional. Nilai IQ juga bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia seseorang.

Beberapa faktor yang dapat memicu perubahan nilai IQ antara lain adalah kemiskinan, asupan nutrisi, tingkat stres, serta seberapa familiar seseorang dengan tes yang terstandarisasi, dan faktor lingkungan. Para peneliti menyaksikan bagaimana nilai IQ terus meningkat dari generasi ke generasi terhitung sejak awal 90-an ketika tes IQ pertama kali terstandarisasi. Hal yang disebut dengan Flynn Effect, yang artinya seseorang telah meningkatkan kemampuan untuk berpikir secara logis, memecahkan masalah, dan/atau menggunakan kemampuan dalam situasi hipotetikal.

Yang perlu diingat, memiliki IQ tinggi bukan jaminan kesuksesan. Begitu pula memiliki nilai IQ rendah juga tidak berarti kegagalan. Banyak faktor lainnya yang menjadi bekal seseorang untuk sukses seperti kebiasaan baik, kegigihan, dan determinasi serta etos kerja yang kuat sama pentingnya dengan kecerdasan seseorang.

Menurut standar pengukuran Wechsler, klasifikasi kecerdasan seseorang terbagi ke dalam kategori berikut:

  • 130+: Sangat superior
  • 120-129: Superior
  • 110-119: Di atas rata-rata
  • 90-109: Rata-rata
  • 80-89: Di bawah rata-rata
  • 70-79: Ambang batas
  • Di bawah 69: Disabilitas intelektual

Contoh Kecerdasan Intelektual dan Ciri-Cirinya

Di dalam tes IQ, ada beberapa poin yang digunakan sebagai penilaian, yakni antara lain:

1. Kecerdasan linguistik-verbal

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa dengan baik seperti kemampuan menulis, membaca, dan berbicara.

2. Kecerdasan matematika

Kecerdasan matematika berhubungan dengan kemampuan seseorang memecahkan masalah dengan menggunakan logika dan matematika. Contohnya adalah kemampuan seseorang dalam berhitung atau mengidentifikasi pola.

3. Kecerdasan visual-spasial

Kecerdasan visual-spasial adalah kemampuan individu dalam memahami dan memanipulasi objek visual. Contohnya adalah kemampuan membaca peta, menggambar, dan memvisualisasikan objek dalam pikiran.

4. Memori

Memori berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk mengingat dan mengulang kembali informasi yang telah dipelajari sebelumnya lalu menggunakannya dalam situasi baru. Contohnya adalah kemampuan seseorang untuk mengingat serangkaian nomor baru atau kata-kata yang diberikan dan mengulanginya secara terbalik.

5. Kemampuan memproses informasi

Kemampuan memproses informasi berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menerima informasi lalu memproses informasi dengan cepat dan efisien. Contohnya adalah memasangkan gambar dengan nama atau menghitung jumlah benda yang muncul dalam waktu singkat.

6. Kecerdasan nalar

Kecerdasan nalar berkaitan dengan kemampuan seseorang memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang logis. Contohnya adalah kemampuan menjawab pertanyaan logika atau mengidentifikasi pola dalam serangkaian gambar untuk menguji kemampuan individu untuk berpikir secara kritis dan memecahkan masalah dengan menggunakan pengetahuan dan penalaran yang dimilikinya.

2 Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Intelektual

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual adalah sebagai berikut:

1. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan merupakan faktor yang berasal dari luar individu, termasuk pengalaman belajar, nutrisi, kondisi sosial, dan pola pengasuhan. Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berada di lingkup lingkungan dapat berkontribusi positif terhadap kecerdasan intelektual seseorang.

Contohnya, anak-anak yang lebih lama menerima ASI cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi. Selain itu, adanya interaksi sosial yang memungkinkan anak untuk belajar dan berdiskusi dengan teman-teman, serta akses ke sumber daya pendidikan seperti buku dan teknologi, dapat memengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.

2. Faktor genetik

Faktor genetik berkaitan dengan keturunan dan warisan genetik dari orang tua. Meski demikian, faktor genetik yang berperan dalam memengaruhi kecerdasan seorang anak tidak hadir dari satu gen tunggal, melainkan hasil interaksi kompleks dari beberapa gen.

Selain itu, faktor lingkungan juga dapat memengaruhi ekspresi genetik. Sebagai contoh, seorang anak dapat lahir dengan genetik yang memengaruhi kecerdasan, tetapi jika anak dibesarkan dalam lingkungan yang tidak suportif dan kekurangan nutrisi, maka kecerdasannya bisa jadi tidak maksimal.

Baik faktor genetik maupun lingkungan saling berinteraksi sehingga keduanya bisa saling mengangkat maupun menjatuhkan. Oleh sebab itu, pengaruh faktor lingkungan dan genetik harus dipertimbangkan bersamaan dalam menentukan kecerdasan intelektual seseorang.