Ibu, Pahami Kecerdasan Kinestetik Anak di Sini!

Ibu, Pahami Kecerdasan Kinestetik Anak di Sini!

2 minggu yang lalu
Dibaca 214

Apakah anak Ibu tergolong aktif, senang berlari, melompat, susah duduk diam, bahkan saat belajar?

 

Mungkin Ibu terkadang kesal karena si Kecil tidak bisa berhenti bergerak saat diajak berkunjung ke rumah kerabat?

 

Tapi, jangan kesal dulu atau menganggap si Kecil nakal ya, Bu! Keaktifan Si Kecil kemungkinan karena kecerdasan kinestetik yang ia miliki lebih dominan.

 

Ibu mungkin bertanya jenis kecerdasan apa itu? Bagaimana cara mengembangkannya? Untuk menjawab semua itu, yuk simak informasi berikut ini!

Jenis Kecerdasan Anak

Kecerdasan kinestetik adalah salah satu dari 8 jenis kecerdasan yang dicetuskan oleh psikolog dari Universitas Harvard Amerika Serikat (AS), Howard Gardner melalui teori multiple intelligences.

 

Teori multiple intelligences yang ia sodorkan menawarkan pandangan baru dibandingkan teori Intellectual Quotient (IQ) yang sekian lama digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang.

 

Gardner berpendapat bahwa IQ sebagai pengukur kecerdasan secara umum sangat terbatas dalam kehidupan nyata. Dia mengusulkan 8 jenis kecerdasan berbeda yang berlaku di berbagai bidang fungsi kehidupan manusia.

 

Kedelapan jenis kecerdasan tersebut, antara lain linguistik, matematika, visual spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, dan naturalis.

Definisi Kecerdasan Kinestetik

Menurut Gardner,  pengertian kecerdasan kinestetik adalah saat kita mampu menggunakan gerakan-gerakan tubuh dengan baik, seperti berlari, menari, membangun sesuatu seperti seni atau kerajinan tangan.

Sementara, menurut Thomas Armstrong, pakar pendidikan dari Amerika Serikat, kecerdasan kinestetik adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan seluruh tubuh atau fisiknya untuk mengekspresikan ide dan perasaan, serta keterampilan menggunakan tangan untuk mengubah atau menciptakan sesuatu.

Orang yang dominan kecerdasan kinestetiknya berarti berpikir dengan menggunakan tubuhnya yang ditunjukkan dengan ketangkasan tubuh untuk memahami perintah dari otak.

Armstrong juga menyatakan, orang dengan jenis kecerdasan ini memiliki kemampuan fisik yang spesifik seperti keseimbangan, kelenturan, koordinasi, kekuatan, keterampilan, serta kecepatan dalam hal kemampuan menerima rangsang serta yang berhubungan dengan sentuhan.

Selain itu, kemampuan motorik halus, yakni keterampilan tangan dan koordinasi mata serta tangan, seperti kepekaan dalam sentuhan, daya tahan, serta daya reflek juga termasuk di dalamnya.

Contoh Kecerdasan Kinestetik

Anak dengan kecerdasan kinestetik memiliki kontrol gerakan yang sangat baik dan kemampuan untuk menggunakan gerak tubuh untuk menghasilkan energi dan konsentrasi.

Sayangnya, dalam budaya kita, banyak yang berpikir kecerdasan ini tidak ada. Itu sebabnya banyak yang menganggap anak-anak yang lincah dan aktif adalah pengganggu.

Gardner percaya, kecerdasan ini berasal dari tubuh itu sendiri. Beberapa contoh kecerdasan kinestetik, misalnya:

  • Penari yang tampil, menggerakkan seluruh tubuhnya. Dia melakukannya dengan indah, gerak tubuhnya terlihat alamiah dan ia bergerak otomatis tanpa melihat tulisan atau gambar.
  • Pesenam yang mendapat skor sempurna 10/10 karena kemampuannya yang menakjubkan. Pesenam punya kemampuan menghasilkan gerakan yang indah dari dalam tubuh mereka.

Beberapa contoh paling umum anak yang memiliki kecerdasan kinestetik adalah ia suka melakukan berbagai kegiatan fisik seperti bersepeda, berenang, dan bermain bola dan kurang suka diam dan membaca.

Ciri-ciri Kecerdasan Kinestetik

Jenis kecerdasan yang membutuhkan ketangkasan tubuh ini termasuk kecerdasan yang paling mudah dikenali jika dibandingkan dengan yang lain. Ini karena berhubungan dengan koordinasi gerakan tubuh.

Ciri-ciri kecerdasan kinestetik di antaranya:

        Lebih paham saat belajar menggunakan percobaan atau contoh

        Gampang bosan di ruang kelas tradisional

        Belajar lewat gerakan

        Menyukai olahraga dan aktivitas fisik

        Partisipan aktif saat belajar dan bukan pengamat yang pasif

        Menyukai kesempatan berada di luar kelas

        Senang menciptakan sesuatu dengan tangannya

        Senang mencoba dan menghasilkan sesuatu

        Gelisah saat berdiam diri terus menerus

        Ekspresif

        Senang mencoba hal baru

Cara Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik

Ibu, ada banyak cara mengembangkan kecerdasan dengan ketangkasan tubuh anak. Pada anak dengan jenis kecerdasan ini, interaksi fisik, stimulus fisik, dan aktivitas tubuh yang kuat bisa membantunya belajar.

Tampaknya, pikiran mereka bekerja lebih efektif ketika mereka terlibat dalam aktivitas fisik.

Beberapa hal di bawah ini bisa Ibu lakukan untuk membantu si kecil mengembangkan potensinya:

  • Biarkan anak bergerak sebanyak mungkin saat belajar. Anak mungkin belajar dengan melakukan sesuatu dibanding hanya melihat atau mendengar.
  • Bantu mereka mengingat apa yang telah mereka pelajari dan mengasosiasikannya dengan gerakan tangan, bagian tubuh, mimik wajah, dan sebagainya. Biarkan anak melakukan percobaan dan proyek untuk belajar sains, matematika, dan sebagainya.
  • Berikan lingkungan yang menstimulasi mereka di mana anak dapat melihat dan menyentuh benda.
  • Beri akses berbagai bahan yang digunakan untuk berkreasi dan bereksperimen Si Kecil. Ibu bisa juga membuat permainan yang melibatkan balok, tanah liat, atau pasir, misalnya. Anak dengan kecerdasan yang melibatkan ketangkasan tubuh biasanya senang menyentuh dan memiliki kemampuan motorik kasar yang baik.
  • Berikan waktu istirahat agar mereka bisa keluar kelas di tengah proses belajar. Si Kecil mungkin sulit untuk duduk anteng dalam waktu lama.
  • Menuliskan jawaban sebelum anak mengatakannya dengan keras bisa membantu mereka belajar. Si Kecil juga mungkin suka menciptakan permainan untuk mengulang informasi yang ia terima.

Jangan lupa, jika si kecil sudah waktunya masuk sekolah, Ibu harus mencari sekolah yang mendukung aktivitas fisik anak.

Pasalnya, beberapa sekolah mengharuskan siswanya duduk diam sepanjang waktu saat menerima pelajaran.

Namun, beberapa sekolah yang lain membiarkan siswanya mengeksplorasi cara belajarnya sendiri.

Ibu juga bisa mengkomunikasikan kepada guru di sekolah dan bersama-sama mencari cara agar anak menikmati proses belajarnya di rumah dan di sekolah.

Baca Juga: 5 Nutrisi dan Susu Untuk Kecerdasan Otak Anak

Nutrisi untuk Dukung Kecerdasan Anak

Selain mendampingi  Si Kecil yang memiliki kecerdasan yang lebih dominan pada ketangkasan tubuh, orangtua juga perlu memastikan nutrisinya terpenuhi. Apalagi Si Kecil dengan jenis kecerdasan ini perlu memiliki tubuh sehat, bugar, dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

 

Hal ini berguna agar aktivitas fisik Si Kecil tidak terganggu akibat sakit.

 

Salah satu asupan nutrisi tambahan yang bisa Ibu berikan adalah PediaSure. Konsumsi PediaSure yang mengandung Omega 3 dan 6 serta AA dan DHA bisa jadi pilihan untuk membantu kemampuan berpikir anak agar berkembang dengan baik.

 

Untuk menjaga daya tahan tubuh anak, PediaSure dilengkapi 14 vitamin dan 9 mineral serta campuran sinbiotik yang unik (Prebiotik FOS dan Probiotik L. acidophilus).

 

Sedangkan untuk mendukung perkembangan otot tubuh, Pediasure juga diformulasikan dengan 3 sumber protein (kasein, soya, dan whey) atau dikenal sebagai triple protein. Ditambah dengan kandungan Argine, Natural Vitamin K2, dan Kalsium tinggi mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

 

Itu semua mendukung pertumbuhan fisik Si Kecil tetap optimal. Artinya, proses belajar Si Kecil dengan kecerdasan yang dominan ketangkasan tubuh tidak akan terganggu.

 

Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian anak, kecerdasan kinestetik anak bisa berkembang dengan baik. Jangan lupa beri asupan nutrisi tambahan agar anak tetap sehat, cerdas dan kuat ya, Bu!

 

 

SUMBER:

MULTIPLE INTELLIGENCES - UNY . Retrieved 26 June 2022, from http://staffnew.uny.ac.id/upload/132104302/pengabdian/MULTIPLE+INTELLIGENCES.pdf 

The Illusory Theory of Multiple Intelligences - Psychology Today . Retrieved 26 June 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/unique-everybody-else/201311/the-illusory-theory-multiple-intelligences 

Gardner's Theory of Multiple Intelligences - verywell family . Retrieved 26 June 2022, from https://www.verywellmind.com/gardners-theory-of-multiple-intelligences-2795161 

Howard Gardner's Theory of Multiple Intelligences | Center for Innovative Teaching and Learning - Northern Illinois University . Retrieved 26 June 2022, from https://www.niu.edu/citl/resources/guides/instructional-guide/gardners-theory-of-multiple-intelligences.shtml 

Multiple Intelligence Theory | TLC - UTHSC . Retrieved 26 June 2022, from https://www.uthsc.edu/tlc/intelligence-theory.php 

Kinesthetic Learning Style - Houghton College . Retrieved 26 June 2022, from https://www.houghton.edu/current-students/center-for-student-success/academic-support-and-accessibility-services/study-advisement/general-study-information/kinesthetic-learning-style/ 

Pentingnya Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik pada Anak Usia Dini - UIN SUKA. Retrieved 26 June 2022, from http://piaudmagister.uin-suka.ac.id/id/berita/detail/2661/pentingnya-mengembangkan-kecerdasan-kinestetik-pada-anak-usia-dini 

 

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
Menambah Berat Badan Anak: Cara dan Rekomendasi Makanan Terbaik
Menambah Berat Badan Anak: Cara dan Rekomendasi Makanan Terbaik
Anak kekurangan berat badan berisiko mengalami gagal tumbuh. Salah satu cara untuk mengatisipasinya adalah dengan konsumsi susu anak untuk menambah berat badan.
2 minggu yang lalu
Jenis Imunisasi pada Anak & Manfaatnya di Masa Depan
Jenis Imunisasi pada Anak & Manfaatnya di Masa Depan
Agar masa depan anak bebas dari gejala penyakit berbahaya, simak penjelasan seputar beragam jenis imunisasi pada anak berikut ini!
9 bulan yang lalu
Mekanisme #PediasureGrowth Tiktok Challenge
Mekanisme #PediasureGrowth Tiktok Challenge
Mainkan serunya #PediaSureGrowth Challenge & menangkan jutaan hadiahnya, periode : 24 Juni – 31 Juli 2022
1 bulan yang lalu