Kenali Jenis & Efek Samping Imunisasi pada Anak

Kenali Jenis & Efek Samping Imunisasi pada Anak

1 minggu yang lalu

Wabah penyakit telah terjadi berkali-kali dalam sejarah manusia. Meskipun penyakit, pencetus, serta gejalanya berbeda-beda, semuanya dapat diselesaikan dengan solusi yang serupa, yakni kewaspadaan dalam menghadapi wabah, apa pun tingkatannya, entah itu endemi, epidemi, atau pandemi.

Namun begitu, jangan sampai rasa waspada itu hanya membuahkan rasa cemas dan tidak mendorong Ibu untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Ibu perlu mendorong si Kecil untuk menjalani proses imunisasi dan juga vaksinasi agar si Kecil terus terlindungi dari gejala penyakit.

Tapi, sebelum melakukannya, simak manfaat dari vaksin serta efek samping imunisasi yang mungkin akan dirasakan si Kecil agar Ibu dapat berjaga-jaga!

Apakah Perbedaan Imunisasi dan Vaksinasi?

Bu, banyak yang mengira bahwa imunisasi dan vaksinasi adalah hal yang sama. Padahal, hal ini tidaklah tepat karena vaksinasi adalah metode pemberian vaksin untuk memicu pembentukan imun. Nah, pembentukan imun inilah yang disebut sebagai imunisasi.

Proses imunisasi ini umumnya akan dilakukan dengan mengikuti jadwal yang telah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak si Kecil baru lahir hingga mencapai usia remaja. Adapun beberapa imunisasi yang harus dijalani adalah sebagai berikut!

        Hepatitis B

        Hepatitis A

        Polio

        BCG

        DTP

        Hib

        PCV

        Rotavirus

        Influenza

        MR/MMR

        JE

        Varisela

        Tifoid

        HPV

        Dengue

Pada kondisi tertentu, misalnya pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung saat ini, pemberian vaksin tambahan mungkin perlu diberikan. Untuk COVID-19 sendiri, kasus positif pada anak Indonesia berusia 0-18 tahun berada pada persentase 12,6%, sedangkan kasus positif anak 1-5 tahun adalah 2,9%, menurut Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Namun begitu, menurut Rekomendasi IDAI pada tanggal 28 Juni 2021, vaksin COVID-19 baru boleh diberikan pada anak di atas 12 tahun. Untuk anak-anak berusia 3 sampai 11 tahun, keputusan baru akan diambil dengan menunggu hasil kajian seputar dosis, keamanan, dan efek samping imunisasi.

Oleh karena itu, pastikan untuk agar si Kecil semakin ketat memberlakukan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker). Kemudian, bila anak sudah boleh menerima vaksin, baik vaksin COVID-19 atau vaksin apa pun, konsultasikan risiko kontradiksi dengan dokter anak.

Imunisasi Menghindari Penyakit?

Kata immune dalam Bahasa Inggris punya arti ‘kebal’ dalam Bahasa Indonesia. Meskipun begitu, vaksin yang diberikan pada si Kecil tidak selalu dapat menjadikannya 100% kebal terhadap suatu penyakit. Lagi pula, bukan itu tujuan dari pemberian vaksin serta imunisasi.

Peningkatan sistem imun atau imunisasi bertujuan untuk mengurangi gejala yang dibawa oleh suatu penyakit dan pemicunya. Pada individu yang belum menerima vaksin, suatu penyakit bisa membawa kematian, sedangkan bagi mereka yang sudah menerima vaksin, hanya gejala-gejala tertentu yang dirasakan.

Oleh karena itu, jika menimbang risiko penyakit serta efek samping imunisasi, jelas risiko penyakit yang lebih membahayakan. Bukan hanya itu saja karena, seringnya, efek samping yang diterima suatu individu terbilang dapat dikendalikan dan tidak berlangsung secara konsisten jika vaksinasi dijalani sesuai prosedur (dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan individu saat ini).

Efek Samping Imunisasi dan Vaksinasi

Alih-alih ingin mengurangi gejala suatu penyakit, kok, si Kecil malah merasakan gejala lainnya, ya?

Pada dasarnya, vaksin adalah pemicu penyakit yang sudah dimodifikasi agar tidak membahayakan keselamatan. Tujuannya agar sistem imun dapat terlatih dan membentuk antibodi baru. Nah, makanya, si Kecil mungkin akan mengalami efek samping selama beberapa hari semenjak menjalani vaksinasi, seperti berikut ini.

        Demam ringan

        Memar di area suntik

        Susah tidur

        Mengantuk

        Mudah menangis

        Tidak mau makan

        Muntah

Gejala yang telah disebutkan di atas cenderung bersifat alami dan akan hilang dalam waktu dekat. Namun, bila gejala-gejala yang dialami sangat berat, seperti tidak sadarkan diri, menangis tiada henti, demam tinggi yang berlangsung lebih dari 24 jam, atau ritme nafas yang cepat, segera dapatkan pertolongan ke RS terdekat.

Demikian penjelasan seputar vaksin, jenis imunisasi, dan juga efek samping imunisasi. Kesimpulannya, vaksin perlu diberikan sesuai anjuran dan tidak boleh ditunda. Oleh karena itu, jika si Kecil memiliki jadwal imunisasi dalam waktu dekat, bantu jaga kondisi kesehatan dan asupan nutrisinya.

Bila perlu, berikan si kecil asupan nutrisi tambahan untuk dukung daya tahan tubuhnya tetap terjaga sehingga pertumbuhannya tetap optimal. Salah satu produk yang bisa Ibu berikan adalah PediaSure yang hadir dalam tiga varian rasa (coklat, madu, dan vanila) serta berbagai ukuran kemasan. Untuk informasi terkait varian dan juga kandungannya, kunjungi website PediaSure sekarang juga!

 

Sumber:

COVID-19 advice for the public: Getting vaccinated. (2021. Retrieved 9 August 2021, from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines/advice

IDAI | Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Terkait Pemberian Vaksin COVID-19 pada Anak dan Remaja. (2021). Retrieved 9 August 2021, from https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/rekomendasi-ikatan-dokter-anak-indonesia-terkait-pemberian-vaksin-covid-19-pada-anak-dan-remaja

Efek Samping Imunisasi Sebabkan Demam pada Anak, Mengapa? (2020). Retrieved 9 August 2021, from https://www.halodoc.com/artikel/efek-samping-imunisasi-sebabkan-demam-pada-anak

Bedanya Endemi, Epidemi, dan Pandemi. (2021). Retrieved 9 August 2021, from https://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/808-bedanya-endemi-epidemi-dan-pandemi

IDAI | Jadwal Imunisasi IDAI. (2020). Retrieved 9 August 2021, from https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020

Vaccines and immunization. (ND). Retrieved 9 August 2021, from https://www.who.int/health-topics/vaccines-and-immunization/

Apa Itu 3M untuk Mencegah & Menekan Penularan Virus COVID-19?. (2020). Retrieved 9 August 2021, from https://tirto.id/apa-itu-3m-untuk-mencegah-menekan-penularan-virus-covid-19-f5tV

 

Home

Produk

Growthpedia

Artikel

Shop