Waspada Keracunan pada Anak! Simak Penjelasannya Berikut Ini

Waspada Keracunan pada Anak! Simak Penjelasannya Berikut Ini

2 bulan yang lalu
Dibaca 369
5 Menit membaca

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal asupan makanan dan minuman sehari-hari. Terlebih lagi, makanan merupakan sumber nutrisi yang dibutuhkan anak.

Melalui asupan makanan sehari-hari, diharapkan kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi, sehingga Si Kecil dapat bertumbuh dengan baik. Namun, bagaimana jika makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh anak justru membuat si Kecil keracunan makanan? Tentu Ibu tak ingin hal itu terjadi.

Lantas, apa tanda-tanda yang mungkin muncul hingga anak disebut keracunan makanan? Hal apa yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi keracunan makanan pada anak?

Pengertian Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Bahkan, anak lebih rentan terhadap keracunan makanan lantaran organ pencernaannya yang belum terbentuk sempurna.

Keracunan adalah masuknya zat yang bersifat racun ke tubuh hingga menimbulkan reaksi negatif. Zat racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran cerna, napas, maupun kulit dan mukosa.

Lantas, apa itu keracunan makanan? Keracunan makanan dapat diartikan sebagai masuknya zat racun ke tubuh melalui makanan dan juga minuman yang kita konsumsi. Keracunan makanan dapat disebabkan makanan dan minuman yang terkontaminasi kuman, bakteri, virus, zat kimia atau zat berbahaya lainnya.

Kontaminasi dapat terjadi selama proses pembuatan makanan, penyimpanan, penyajian, atau dari makanan dan minuman yang telah kedaluwarsa.

Zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh tersebut sering kali tidak kita sadari lantaran tidak berbau dan tidak berasa. Juga tidak dapat terlihat kecuali menggunakan alat seperti mikroskop. Meski zat yang masuk ke tubuh tersebut kecil dan dalam jumlah sedikit, tapi dampak yang ditimbulkan pada tubuh cukup besar dan kuat.

Gejala Keracunan Makanan pada Anak

Istilah keracunan makanan biasa digunakan untuk gejala penyakit yang muncul beberapa saat setelah pasien mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala keracunan sering kali muncul dalam hitungan jam sejak makanan terkontaminasi masuk ke dalam tubuh. Namun, bisa juga gejala baru muncul setelah beberapa waktu sejak makan makanan yang terkontaminasi.

Gejala keracunan makanan yang muncul dapat bervariasi tergantung pada sumber kontaminasinya. Sebagian besar kasus keracunan makanan menimbulkan satu atau lebih dari gejala berikut ini:

  • Mual dan merasa tidak enak badan
  • Muntah-muntah
  • Diare berair dan atau berdarah
  • Nyeri atau kram pada perut
  • Demam
  • Pusing dan lemas

Gejala tersebut juga dapat menjadi ciri-ciri keracunan makanan pada anak. Tingkat keparahan bisa mulai dari ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya setelah zat racun dikeluarkan tubuh melalui muntah dan diare, atau bisa juga menjadi parah, bahkan jika tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada kematian.

Keparahan akibat keracunan makanan salah satunya disebabkan oleh dehidrasi karena tubuh yang terus kehilangan cairan akibat muntah dan diare. Hal ini dapat lebih parah jika terjadi pada anak-anak.

Penyebab Keracunan Makanan

Keracunan makanan disebabkan oleh masuknya makanan atau minuman yang terkontaminasi ke dalam tubuh. Makanan dan minuman tersebut bisa terkontaminasi oleh hal berikut ini:

  • Bakteri, di antaranya bakteri Campylobacter, Salmonella, E. coli, Listeria, atau Shigella.
  • Virus, beberapa virus seperti norovirus dan rotavirus diketahui dapat mencemari makanan dan menyebabkan keracunan.
  • Parasit, adalah sejenis mikroba yang hidup bergantung pada organisme lain. Beberapa parasit yang dapat menyebabkan keracunan seperti toxoplasma dan giardia.
  • Zat beracun, zat yang dihasilkan bakteri juga dapat mencemari makanan dan menyebabkan keracunan.

Penyebab keracunan makanan pada anak juga berpengaruh pada jangka waktu munculnya gejala keracunan sejak masuknya makanan yang terkontaminasi ke dalam tubuh. Misalnya, gejala keracunan akibat bakteri E.coli muncul antara 1-8 hari sejak makan makanan terkontaminasi, gejala keracunan akibat parasit giardia lambia dapat muncul antara 1-2 pekan sejak masuknya makanan yang terkontaminasi ke dalam tubuh. Sementara gejala keracunan akibat bakteri staphylococcus dapat muncul hanya dalam hitungan jam.

Anak Mengalami Keracunan Makanan, Ibu Harus Apa?

Gejala keracunan makanan pada anak dapat hilang dalam beberapa hari hingga sepekan. Ibu juga bisa merawat Si Kecil yang mengalami keracunan makanan di rumah. Hal yang terpenting dalam cara mengatasi keracunan makanan pada anak adalah menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi.

Pastikan juga Si Kecil mendapatkan cukup istirahat dan hindari makanan padat atau olahan susu hingga diare akibat keracunan makanan berhenti. Jangan beri obat anti diare yang dijual bebas karena berisiko membuat gejala keracunan bertahan lebih lama.

Umumnya, gejala keracunan makanan pada anak juga dapat sembuh sendiri. Namun jika gejalanya cukup parah, Ibu perlu segera memeriksakan si Kecil ke dokter.

Terkadang dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk jenis keracunan yang disebabkan bakteri. Jika anak telah mengalami dehidrasi berat kemungkinan perlu mendapat asupan cairan infus dan mendapat penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.

Cara Mencegah Keracunan Makanan Pada Anak

Meski keracunan makanan dapat diobati, akan lebih baik jika Ibu dapat mencegah Si Kecil mengalaminya. Berikut ini beberapa tips mudah mencegah keracunan makanan pada anak:

  • Selalu pilih bahan makanan dengan bijak. Langkah paling awal dalam mencegah keracunan makanan adalah dengan memilih bahan makanan yang baik dan segar. Selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa pada bahan makanan.
  • Cuci bahan makanan hingga bersih sebelum dimasak. Guna menghindari kontaminasi zat berbahaya, seperti pestisida, selalu cuci bersih bahan makanan yang akan dimasak.
  • Cuci tangan sebelum makan. Selain menjaga kebersihan bahan makanan, penting juga untuk memperhatikan kebersihan diri sebelum makan, terutama dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Pisahkan bahan makanan. Usahakan selalu memisahkan bahan makanan antara daging dengan sayuran. Juga antara makanan mentah dengan yang matang. Hal itu demi mencegah kontaminasi pada makanan.
  • Pastikan makanan dimasak hingga matang. Bahan makanan yang tidak dimasak dengan baik meningkatkan risiko keracunan makanan. Memasak makanan hingga matang dapat membunuh bakteri yang mungkin menempel pada bahan makanan, seperti daging.
  • Hangatkan makanan sebelum disantap kembali. Jika ada makanan tersisa dan akan dimakan kembali, pastikan untuk memanaskannya terlebih dahulu untuk menghindari munculnya patogen penyebab keracunan.

Untuk bantu menjaga daya tahan tubuh anak Ibu juga bisa memberikan PediaSure yang baik untuk sistem pencernaan Si Kecil, karena memiliki kandungan sinbiotik unik, yakni prebiotik FOS dan probiotik L.acidophilus.

PediaSure juga dilengkapi triple protein kompleks, serta 14 vitamin dan 9 mineral. Ditambah lagi diperkaya DHA dan AA, juga Omega 3 & 6.

Selalu perhatikan asupan makanan dan minuman Si Kecil, ya Bu, agar anak dapat terhindar dari keracunan makanan. Tak lupa berikan juga PediaSure untuk bantu menjaga daya tahan tubuhnya.

 

 

 

SUMBER: 

Keracunan Organofosfat - IDAI. Retrieved on November 6, 2022 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/keracunan-organofosfat 

Food Poisoning - Mayo Clinic. Retrieved on November 6, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-poisoning/symptoms-causes/syc-20356230 

Food Poisoning - Kids Health. Retrieved on November 6, 2022 from https://www.kidshealth.org/en/parents/food-poisoning.html?view=ptr 

Food Poisoning Symptoms - CDC. Retrieved on November 7, 2022 from https://www.cdc.gov/foodsafety/symptoms.html 

Food Poisoning in Children - Patient. Retrieved on November 7, 2022 from https://patient.info/childrens-health/acute-diarrhoea-in-children/food-poisoning-in-children 

Food poisoning - NHS. Retrieved on November 7, 2022 from https://www.nhs.uk/conditions/food-poisoning/ 

Cara Menghindari Keracunan Makanan Paling Mudah- IDAI. Retrieved on November 7, 2022 from https://promkes.kemkes.go.id/cara-menghindari-keracunan-makanan-paling-mudah