Latih Perkembangan Otak Anak Lewat 5 Kegiatan Seru di Rumah!

Latih Perkembangan Otak Anak Lewat 5 Kegiatan Seru di Rumah!

1 tahun yang lalu
Dibaca 4,37 ribu
5 Menit membaca

Perkembangan otak anak memiliki kaitan yang cukup erat dengan kemampuan perkembangannya, mulai dari kemampuan fisik dan motorik, sosial dan emosional, bahasa dan komunikasi, serta kognitif. Orang tua sebaiknya sudah memahami tahapan perkembangan anak sejak dini, sehingga kemampuan si Kecil dapat dikembangkan dengan baik.

Dengan melatih perkembangan otak anak sejak dini, si Kecil akan tubuh menjadi dewasa yang sehat, cakap, dan sukses di kemudian hari. Orang tua tidak perlu bergantung pada kegiatan sekolah si Kecil untuk melatih perkembangannya, karena melatih perkembangan otak anak dapat dilakukan di rumah, lho. Simak 5 kegiatan kreatif untuk anak TK yang seru serta dapat dilakukan di rumah untuk melatih perkembangan otak anak!

1. Menyusun Puzzle

Orang tua dapat menyediakan permainan puzzle bergambar untuk si Kecil dan bermain bersama di Rumah. Dengan menyusun puzzle, si Kecil harus melihat potongan-potongan dari gambar yang telah terpisah dan berbeda-beda, kemudian mencari tahu bagaimana cara menyusun kembali menjadi gambar yang sempurna. Dengan begini, menyusun puzzle dapat melatih perkembangan otak si Kecil dan meningkatkan kemampuan kognitifnya.

2. Belajar Bahasa Baru dan Menuliskan Kosakata

Daya ingat si Kecil dapat ditingkatkan dengan mempelajari bahasa baru. Pada usia tersebut, belajar bahasa baru dapat membantu si Kecil untuk meningkatkan daya ingat dan fungsi mentalnya. Berbahasa lebih dari satu juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif, membentuk memori yang lebih baik, dan kreativitas si Kecil.

Belajar bahasa baru dapat dibersamai dengan menuliskan kosakatanya. Dengan mencatat kosakata, hal tersebut dapat merangsang otak si Kecil. Belajar bahasa baru dapat memperkaya kosakata dan dapat mengembangkan pemrosesan visual dan pendengaran si Kecil.

Hal ini dapat dilakukan dengan menyiapkan buku kecil untuk anak, kemudian minta ia untuk menuliskan kosakata bahasa baru yang didapatkannya ke dalam buku kecil tersebut.

3. Belajar Skill Baru

Mempelajari skill baru dapat melatih perkembangan otak anak, karena dapat meningkatkan fungsi memori dan memperkuat koneksi di otak si Kecil. Biarkan si Kecil mengeksplor hal-hal yang ingin ia lakukan, misalnya memasak, jadikan memasak itu keahlian barunya, orang tua dapat mengarahkan si Kecil untuk memasukan bumbu-bumbu sesuai dengan resep yang telah dimiliki.

Selain memasak, orang tua dapat mengajarkan si Kecil untuk merawat tanaman dan kebun, seperti menyiram tanaman dengan air, menggunting rumput, atau menanam tanaman baru. Ajari si Kecil skill baru tersebut dengan mempraktikkannya bersama, kemudian si Kecil juga bisa diarahkan untuk mengajarkan skill tersebut kepada orang lain, misalnya kakak atau adik.

Hal-hal tersebut tidak hanya melatih kemampuan kognitif, namun dapat melatih kemampuan fisik dan motorik serta bahasa dan komunikasi si Kecil.

4. Belajar Bermain Alat Musik atau Bernyanyi

Kreativitas si Kecil dapat ditingkatkan sejak dini dengan diberikan stimulasi untuk bermain alat musik dan mendengarkan lagu-lagu yang kemudian dinyanyikan kembali. Bermusik juga kegiatan yang menyenangkan, sehingga si Kecil tidak mudah bosan ketika melakukannya.

Jika orang tua bisa memainkan alat musik seperti gitar, piano, drum, atau yang lainnya, ajarilah si Kecil bermain alat-alat musik tersebut untuk meningkatkan kreativitas dan kekuatan otaknya. Hanya bernyanyi sambil mendengarkan lagu juga tidak menjadi masalah sebab keduanya juga membantu si Kecil untuk meningkatkan kemampuan berpikirnya daripada hanya berdiam diri.

5. Meditasi

Ajak si Kecil untuk meditasi bersama, karena dengan dilakukannya meditasi, tubuh akan menjadi tenang dan dapat mengurangi stress serta kecemasan. Hal ini berkaitan dengan kemampuan emosionalnya. Meditasi juga dapat membantu si Kecil untuk menyempurnakan ingatannya dan meningkatkan kemampuan otak untuk memproses informasi yang didapatkan. Meditasi dengan si Kecil dapat dilakukan di tempat tenang dengan menutup mata, dan bisa dilakukan 5 menit setiap harinya.

Pentingnya Pengawasan Orang Tua Terhadap Anak Saat Bermain

Saat si Kecil bermain, ada baiknya Ibu juga ikut bermain bersama. Salah satu tujuan menemani anak bermain  adalah pengawasan terhadap kegiatan si Kecil. Saat melakukan pengawasan, Ibu bisa memastikan keamanan si Kecil baik dari segi keamanan lingkungan maupun permainan yang dilakukan.

Dengan begitu, si Kecil akan terhindar dari bahaya. Apalagi pada anak-anak usia dini yang tidak memahami apa itu bahaya, hubungan sebab akibat dari tindakannya, dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Sebelum melakukan pengawasan terhadap permainan yang dilakukan si Kecil, ada beberapa hal yang perlu ibu perhatikan terlebih dahulu menurut Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat.

1. Ibu perlu mengetahui apa saja kemampuan yang telah dimiliki si kecil

Kemampuan anak berkembang seiring dengan bertambahnya usia mereka. Untuk memastikan apa yang aman dan tidak tentunya Ibu perlu memahami bagaimana kemampuan si Kecil. Misalnya saja, si Kecil yang baru belajar berjalan akan lebih baik untuk diberi tahu bahwa berjalan terlalu cepat bisa membuat jatuh.

2. Memastikan si Kecil paham tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan

Setelah mengetahui kemampuan si Kecil, alih-alih melarangnya bermain, Ibu bisa memberi tahunya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya saja saat si Kecil kesulitan memasang puzzle dan marah, Ibu bisa memberi tahu untuk tidak melempar mainannya.

3. Mewaspadai area yang mungkin bisa membuat si Kecil berada dalam bahaya

Saat mengawasi anak bermain, Ibu bisa memastikan bahwa area bermainnya telah aman. Misalnya saja, tidak ada lubang listrik yang terbuka atau tidak ada benda tajam yang mungkin membahayakan si Kecil.

4. Berada pada tempat yang memudahkan Ibu untuk menolong si Kecil saat ada bahaya

Dalam mengawasi aktivitas si Kecil, Ibu perlu memastikan berada di tempat yang strategis. Sehingga, ketika si Kecil berada dalam bahaya atau kesulitan, Ibu bisa segera menolongnya. Misalnya saja, saat memanjat kursi dan si Kecil kehilangan keseimbangan, Ibu bisa segera menolong.

5. Memperhatikan aktivitas yang dilakukan si Kecil dan lingkungan sekitarnya

Jika sudah memastikan tempat bermain anak aman, Ibu juga perlu memperhatikan apa saja kegiatan yang dilakukannya. Misalnya saja di usia 2 tahun, anak akan senang memanjat segala benda seperti kursi dan meja. Ibu perlu memberi pengawasan ekstra.

6. Fokus membantu anak untuk melakukan kegiatannya secara positif

Ada kalanya si Kecil akan melakukan hal-hal yang dianggap negatif seperti senang melempar barang. Padahal, hal ini memang tahapan perkembangan si Kecil lho, Bu. Alih-alih memintanya berhenti, Ibu bisa mengarahkannya pada kegiatan positif seperti bermain lempar bola untuk masuk ke dalam keranjang. Dengan begitu, perkembangan si Kecil tetap tercapai tanpa perlu mendapat label seperti nakal, tidak menurut, atau semacamnya. Inilah pentingnya menemani anak bermain.

7. Mengajarkan si Kecil untuk menggunakan mainan secara tepat dan tidak melukai diri sendiri atau orang lain

Dunia anak adalah dunia imajinasi, sering kali si Kecil tidak menggunakan mainan sesuai dengan fungsinya tapi sesuai dengan imajinasinya. Jika dalam hal ini, tidak ada tindakan yang bisa melukai anak atau orang lain tentu tidak masalah. Tapi, jika bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain tentu Ibu perlu memberi tahu. Misalnya, saat si Kecil bermain perosotan dengan turun bagian kepala lebih dahulu.

Itulah 5 kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih perkembangan otak anak dan berbagai hal yang perlu diperhatikan saat mengawasi anak bermain. Selain melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, orang tua dapat memberikan dukungan tambahan dengan memberikan susu penambah kecerdasan otak anak.

PediaSure dengan triple protein formula mendukung perkembangan kognitif si Kecil, dilengkapi dengan 12 vitamin dan 8 mineral seperti zat besi, zinc, selenium, serta Vitamin C, D, E, mega-3 dan 6, AA & DHA yang bisa membantu untuk jaga daya tahan tubuh si Kecil.

Sebagai komitmen nyata Abbott membantu pemenuhan nutrisi anak untuk pertumbuhan dan pencegahan Growth Faltering, tahun ini Abbott-PediaSure bekerja sama dengan Real Madrid sebagai Official Nutrition Partner mengampanyekan nutrisi tambahan yang tepat untuk dukung pertumbuhan nyata anak. Pediasure baik dikonsumsi untuk anak 1-10 tahun 2–3 kali sehari.

PediaSure pun dilengkapi berbagai varian, mulai dari PediaSure Madu, PediaSure Vanilla, dan PediaSure Cokelat. Harga PediaSure sendiri dapat dilihat di website PediaSure, karena akan ada harga spesial dan potongan dalam periode waktu tertentu.

 

 

 

SUMBER: 

Supervised Play - UNC Wellness . Retrieved 19 November 2022, from https://uncwellness.com/northwestcary/supervised-play/ 

Supervision and Accountability Indoors and Outdoors - Virtual Lab School . Retrieved 19 November 2022, from https://www.virtuallabschool.org/preschool/safe-environments/lesson-4   

Guide To Appropriate Supervision In Family Child Care Homes - Maryland State Department of Education. Retrieved 19 November 2022, from https://earlychildhood.marylandpublicschools.org/system/files/filedepot/3/supvchildfcc2012.pdf