Mengenal Macam-Macam Karakter Anak dan Cara Membentuknya

Mengenal Macam-Macam Karakter Anak dan Cara Membentuknya

1 minggu yang lalu
Dibaca 61

Setiap anak lahir dengan keunikan karakter yang berbeda satu sama lain. Ada karakter anak yang lebih suka bersosialisasi, pemalu, suka berpetualang, hingga yang penuh perhatian.

Karakteristik anak ini terbentuk dari lingkungan dan respons emosional. Meski dibesarkan di lingkungan atau keluarga yang sama, setiap anak memiliki kepribadian dan karakteristik yang berbeda.

Dengan mengetahui karakter anak pada usia dini, Ibu akan lebih memahami si Kecil dan membantu mengembangkan potensi di dalam dirinya.

Mari kita bahas satu persatu karakter anak, mulai dari jenis karakternya, faktor apa saja yang memengaruhi karakter tersebut, dan bagaimana cara membentuk karakter itu.

Macam-macam Karakter Anak

Hippokrates, yang dijuluki sebagai Bapak Kedokteran sudah mempelajari dan mengidentifikasi karakteristik anak sejak 2.500 tahun yang lalu.

Hippokrates mengungkap ada empat jenis karakteristik anak yang paling umum. Berikut macam-macam karakter anak:

1. Koleris (choleric) 

Anak dengan karakteristik koleris atau choleric merupakan sosok pemimpin. Mereka berpikir cepat, memiliki sifat kompetitif, mandiri, dan tahu apa yang mereka inginkan.

Ketika anak dengan karakteristik koleris mendapat kritikan, mereka berani untuk mengungkapkan pendapat mereka. Sebab, anak dengan karakteristik korelis percaya bahwa membuktikan diri benar lebih baik.

Dapat disimpulkan, anak dengan kepribadian koleris cenderung blak-blakan, memiliki jiwa kompetitif, dan berkemauan keras.

Baca Juga: 11+ Aktivitas Anak di Rumah Yang Seru Agar Anak Cerdas!

2. Sanguinis atau Optimis

Anak dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung optimis, ceria, mudah bergaul, banyak bicara, dan imajinatif. Anak dengan kepribadian optimis senang dengan petualangan dan memiliki toleransi tinggi pada berbagai jenis risiko. 

Anak yang memiliki karakter optimis biasanya mudah bosan dan akan segera mencari variasi dalam kegiatannya. Mereka memiliki kreatifitas tinggi.

3. Melankolis

Oxford University Press mendefinisikan, anak dengan karakteristik melankolis tidak hanya terbatas pada kesedihan atau perasaan putus asa. 

Karakteristik melankolis jauh lebih luas dari pada itu. Mereka memiliki sifat setia, tabah, dan sangat cerdas secara emosional. Anak yang memiliki karakter melankolis mampu memahami emosi orang lain. Mereka dapat diandalkan dan suka menolong.

Di sisi lain, ketika dibiarkan secara emosional, si melankolis cenderung gugup, murung, dan cemas. Orang-orang melankolis umumnya memiliki pencernaan buruk dan cenderung sembelit. Mereka mudah gelisah dan cepat panik.

Namun, jika anak melankolis mampu mengatasi perasaan gugup, murung, dan gelisahnya, mereka akan berhasil mencapai tujuan, menyelesaikan tugas dengan baik dan sesuai tenggat waktu.

4. Phlegmatis

Anak dengan karakter phlegmatic cenderung pasif, tidak terlalu ambisius, dan tidak memiliki rasa urgensi. Phlegmatics adalah introvert, tenang, tidak emosional, santai, ragu-ragu, sabar, dan menyenangkan. 

Anak dengan karakter phlegmatis tidak akan langsung menanggapi orang lain.  Sejauh ini, anak dengan karakter phlegmatic adalah yang yang paling mudah bergaul.

Karakter anak ini lebih tenang, lebih memilih gaya hidup yang pribadi dan sederhana, berpusat di sekitar rumah dan keluarga.

Mereka membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan atau lingkungan baru. Anak-anak ini bisa menyembunyikan perasaan, sabar, dan menyimpan dendam. Mereka gigih dan konsisten dengan apa yang mereka lakukan. Namun karena sifat pasifnya, mereka cenderung menunda-nunda pekerjaan.

Baca Juga: Perkembangan Kognitif Anak & Beragam Tahapannya!

Faktor yang Mempengaruhi Karakter Anak

Perkembangan manusia tidak juga dipengaruhi lingkungan tempat tinggalnya. Fakta menariknya, lingkungan rumah dapat memengaruhi anak mengekspresikan diri. Orangtua yang dekat dengan si Kecil, memberi rasa hangat, aman, umumnya memiliki pengaruh paling positif pada perkembangan anak. 

Selan orangtua, orang lain seperti saudara, kakek-nenek, tetangga, teman sebaya, juga dapat memberi pengaruh dalam karakteristik anak dan kehidupannya.

Pengabaian dapat mengganggu perkembangan kognitif dan bahasa, sosialisasi, serta menghambat kepercayaan diri.

Anak-anak dilahirkan dengan karakter mereka sendiri. Karakter anak usia dini sudah mulai terlihat sejak umur 6 sampai 9 bulan. Pada periode ini, orangtua melihat pola perilaku dan karakteristik anak usia dini.

Seiring usianya bertambah di tahun-tahun balita, karakter anak ini akan semakin terlihat karena kemampuan verbal dan sosial si Kecil juga berkembang.

Cara Membentuk Karakter Anak

Karakteristik anak juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal. Lantas, bagaimana cara membentuk karakter anak?

Ibu, Anda tidak bisa mengubah karakter anak. Apapun jenis karakter anak Anda, hal itu bagus.

Hal yang bisa dilakukan Ibu untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil adalah menyesuaikan pola asuh dengan karakter anak.

Ibu tetap dapat membantu si Kecil mengembangkan bagian positif dari karakter anak. Selain itu, Ibu juga bisa memahami situasi yang mungkin sulit bagi si Kecil karena karakteristik mereka dan membantu anak belajar bagaimana mengatasinya.

Berikut beberapa ide agar Ibu bisa menyesuaikan pola asuh dengan karakter anak.

Anak yang Lebih Tanggap atau Reaktif

Jika Ibu memiliki anak yang sangat reaktif, tanggap akan sesuatu, atau bereaksi cepat, Ibu mungkin akan senang melihat tingkah laku si Kecil. Anak yang reaktif cenderung bersikap tegas. 

Namun jika anak yang reaktif menemukan sesuatu yang tidak mereka sukai, si Kecil akan menjadi emosi atau dramatis. Misalnya saat si Kecil tidak mendapat apa yang mereka inginkan.

Dalam situasi seperti ini, Ibu bisa membantu anak merespons dengan tenang. Misalnya Ibu menanggapi anak yang sedang marah tadi dengan santai dan menggunakan kata-kata lembut.

Anak Kurang Reaktif

Anak yang kurang reaktif biasanya mudah bergaul tetapi kurang tegas. Nah, jika Ibu memiliki anak yang kurang reaktif, Ibu perlu mengajari si Kecil bagaimana cara membela diri. 

Penting juga untuk memastikan anak-anak yang kurang reaktif mengungkapkan pendapatnya. Sebagai contoh, tanyakan pendapat anak bagaimana film yang tadi ditontonnya.

Anak yang kurang reaktif cenderung tidak terlalu aktif dalam kegiatan fisik. Mereka lebih suka menggunakan keterampilan motorik halus seperti membuat kerajinan tangan atau menggambar.

Kendati demikian, Ibu tetap perlu mendorong aktivitas fisik. Misalnya pergi berenang atau sekadar bermain di taman kota.

Dukung dengan Asupan Nutrisi Tambahan

Untuk membantu optimalkan pertumbuhan, dibutuhkan stimulasi nutrisi dan perkembangan secara seimbang.

Di dalam PediaSure, khususnya rasa Classic Milky mengandung 0 gram sukrosa sebagai asupan nutrisi sumber protein dan kalsium untuk membantu tumbuh kembang si Kecil.

Formula baru PediaSure dapat dijadikan asupan nutrisi sumber protein karena mengandung 3 sumber bahan protein, energi, arginine, vitamin K2, dan kalsium, yang mendukung pertumbuhan si Kecil.

Selain itu juga, PediaSure mengandung campuran sinbiotik unik, 14 vitamin, dan 9 mineral. Formulasi ini dapat membantu mendukung daya tahan tubuh si Kecil. PediaSure juga kaya omega 3, omega 6, AA & DHA. Kandungan tersebut membantu mendukung daya berpikir dan perkembangan kognitif si Kecil.

Maka dari itu, untuk memberi stimulasi perkembangan karakter anak usia 1-10 tahun, berikan PediaSure sebanyak 2-3 kali sehari secara rutin.

 

 

 

SUMBER:

4 Types Of Child Temperament – Moms. Retrieved 23 August 2022, from https://www.moms.com/child-temperament-types/

What Are 4 Types of Child Personalities? – Medicine Net. Retrieved 23 August 2022, from https://www.medicinenet.com/what_are_4_types_of__child_personalities/article.htm

Determining Your Child’s Personality Type – Focus on the Family. Retrieved 23 August 2022, from https://www.focusonthefamily.com/parenting/determining-your-childs-personality-type/

What Is The Choleric Temperament? - Better Help. Retrieved 23 August 2022, from  https://www.betterhelp.com/advice/temperament/what-is-the-choleric-temperament/

Four Temperaments: Sanguine, Phlegmatic, Choleric, and Melancholic Personality Types - Psychologia. Retrieved 23 August 2022, from https://psychologia.co/four-temperaments/

What is Melancholy? | Melancholy Temperament - Study. Retrieved 23 August 2022, from https://study.com/learn/lesson/what-is-melancholy-temperament.html

Four Primary Temperaments - Four temperaments. Retrieved 23 August 2022, from https://fourtemperaments.com/4-primary-temperaments/

Understanding Child Development - Psychology Today. Retrieved 23 August 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/basics/child-development

 

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
3 Cara Optimalkan Tinggi Badan Anak, Bunda Wajib Tahu!
3 Cara Optimalkan Tinggi Badan Anak, Bunda Wajib Tahu!
Berikut 3 hal yang bisa Bunda lakukan untuk mengoptimalkan tinggi si kecil.
2 tahun yang lalu
Terlengkap! Ini 10 Makanan yang Mengandung Protein
Terlengkap! Ini 10 Makanan yang Mengandung Protein
Protein adalah nutrisi yang penting untuk menunjang tumbuh kembang si kecil. Nutrisi ini dapat diperoleh dari makanan, salah satunya susu tinggi protein.
2 bulan yang lalu
Bolehkah Susu Formula Disimpan di Kulkas? Berikut Jawabannya!
Bolehkah Susu Formula Disimpan di Kulkas? Berikut Jawabannya!
Temukan jawaban seputar bisa atau bolehkah susu formula disimpan di kulkas beserta cara penyajian susu formula yang tepat berikut ini!
11 bulan yang lalu