10 Manfaat Sensory Play dan Ide Bermain di Rumah

10 Manfaat Sensory Play dan Ide Bermain di Rumah

1 bulan yang lalu
Dibaca 583
5 Menit membaca

Setiap orangtua pasti mendambakan tumbuh kembang buah hatinya berjalan dengan optimal. Nah, untuk menunjang proses ini, Ibu perlu memberikan stimulasi bermain untuk si Kecil. Salah satunya dengan sensory play.

Permainan jenis ini adalah permainan yang banyak dimainkan beberapa tahun terakhir. Popularitasnya bukan tanpa alasan. Banyak studi yang sudah membuktikan manfaat sensory play positif untuk perkembangan anak. Sebelum mengenali beberapa di antaranya, ada baiknya Ibu berkenalan dulu dengan apa itu sensory play.

Apa Itu Sensory Play?

Permainan sensoris atau sensory play adalah segala jenis permainan atau aktivitas yang dapat merangsang salah satu atau beberapa indra anak. Indra yang bisa dilatih ini bisa pendengaran, penglihatan, sentuhan, penciuman, perasa, perasa, gerak, sampai keseimbangan.

Perlu Ibu ketahui, sel otak mulai terbentuk sejak janin berusia tiga bulan di dalam kandungan. Setelah bayi lahir sampai usianya 3 tahun, sel otak bakal tumbuh pesat. Jumlahnya bahkan mencapai miliaran. Kualitas dan kompleksitas sel otak ini sangat ditentukan stimulasi yang diberikan untuk anak. Semakin beragam rangsangan yang diterima anak, kecerdasan si Kecil juga lebih bervariasi.

Untuk itu, anak perlu diberi rangsangan dengan permainan yang menyenangkan dan bisa mengasah kepekaan seluruh indra.

Lalu, apa saja permainan sensori yang bisa diberikan untuk anak? Contoh sensory play ternyata tidak muluk-muluk. Aktivitas main cilukba, mengobrol, main air saat mandi, atau melukis di atas pasir untuk mengasah kepekaan sebagian indra si Kecil.

Atau, Ibu juga bisa membelikan sensory play yang tersedia di pasaran untuk dimainkan anak. Seperti boneka, mainan icik-icik, play dough, slime, atau mainan edukasi lainnya. Semakin besar anak-anak, jenis permainannya lebih kompleks dan beragam.

10 Manfaat Sensory Play untuk Anak

Perlu Ibu pahami bahwa ada banyak manfaat sensory play untuk anak yang sayang untuk dilewatkan, di antaranya:

1. Menunjang Perkembangan Otak

Permainan sensori memperkuat koneksi saraf yang penting untuk perkembangan otak. Dengan stimulasi permainan ini, daya ingat otak lebih kuat dan otak mampu memecahkan persoalan rumit.

2. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Anak

Kemampuan berpikir mengendalikan kecakapan mencermati, menganalisis, menghitung, membandingkan, sampai melihat hubungan dari beberapa hal. Nah, kemampuan ini bisa diasah dengan memberikan sensory play sejak dini.

3. Mengasah Kepercayaan Diri

Ketika memainkan permainan sensoris, si Kecil bisa menyadari posisinya di suatu tempat, mengenali kekuatan, dan kemampuannya. Apabila terus dilatih, anak bisa lebih percaya diri.

4. Meningkatkan Kemampuan Beradaptasi

Rutin memainkan sensory play membuat anak terlatih beradaptasi menghadapi situasi tertentu. Pengalaman ini lambat laun membuat anak terbiasa adaptif serta tidak takut menghadapi tantangan baru.

5. Menciptakan Ketenangan atau Kenyamanan

Anak bisa tenang, nyaman, dan melupakan emosi negatif saat memainkan permainan sensorik. Seperti saat mengaduk-aduk pasir, membentuk slime atau dough yang teksturnya lunak, atau mengalirkan bulir-bulir beras di sela-sela jari.

6. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa

Permainan sensoris bisa melatih kemampuan berbahasa. Ketika bermain, anak bisa menyampaikan ide, keinginan, atau pendapatnya. Keterampilan ini merupakan fondasi untuk belajar membaca. Selain itu, anak yang rutin bermain sensory play juga punya otot jari dan tangan yang terlatih. Kemampuan ini penting untuk bekal menulis kelak.

7. Mengasah Keterampilan Motorik

Saat mengeksplorasi mainan dengan menyentuh, menuangkan, atau membentuk benda; anak tengah melatih otot-otot kecil yang mengontrol motorik halus. Sedangkan ketika main pasir sembari bergulung-gulung, berlarian, atau melompat; anak melatih otot besar yang mengendalikan motorik kasar.

8. Melatih Kreativitas

Permainan sensoris merangsang si Kecil untuk mengeksplorasi kreativitasnya. Saat melukis pasir misalkan, anak akan menggunakan imajinasinya untuk membuat sesuatu. Demikian juga saat bermain-main dengan dough atau slime.

9. Memecahkan Masalah

Saat bermain, anak secara tidak langsung menghadapi persoalan, belajar membuat keputusan sendiri, atau mencari solusi alternatif ketika cara yang dicoba tidak berhasil.

10. Menunjang Perkembangan Sosial dan Emosional

Saat bermain sensory play bersama anak lainnya, si Kecil belajar berkomunikasi, berbagi, berempati, dan bergaul. Dengan begitu, kemampuan sosial dan emosional anak terlatih.

5 Ide Permainan Sensory Play untuk di Rumah

Permainan slime, dough, pasir kinetik, atau mainan edukasi memang menarik dan praktis digunakan untuk merangsang indra si Kecil. Jadi, sensory play tidak selalu perlu membeli, ya! Ibu juga bisa menciptakan atau memanfaatkan segala sesuatu yang ada di rumah untuk mengasah kepekaan indra anak.

Ada jenis permainan taktis yang merangsang indra peraba, permainan visual untuk indra penglihatan, permainan aromatik untuk indra penciuman, permainan audio untuk indra pendengaran, permainan icip-icip untuk indra perasa, atau kombinasi. Berikut beberapa ide permainan sensory play praktis yang bisa dijajal di rumah:

ide permainan anak usia 1 - 5 tahun
Ide Permainan Anak Untuk Stimulasi Sensory Play Anak

 

     Permainan Kotak Sensoris

Ibu bisa melatih kepekaan indra peraba dan penglihatan anak dengan permainan kotak sensoris buatan sendiri. Biarkan anak mengeksplorasi isi kotak tersebut sesuka hati. Caranya, siapkan kotak atau baskom dan gelas plastik kecil. Isi wadah dengan beras, pasta, kacang, atau bahan lain yang sekiranya aman dimainkan anak.

     Melukis Bebas

Seru-seruan dengan pewarna atau cat lukis memang berantakan dan kotor. Tapi, melukis bebas bisa jadi aktivitas yang melatih kreativitas anak. Jadi, Ibu jangan ragu mengajak si Kecil melukis. Bebaskan imajinasinya di atas kertas. Biarkan anak mencampur warna dan menentukan objeknya sesuka hati.