Mengenal Tahapan Perkembangan Anak Anda Sesuai Umurnya

Mengenal Tahapan Perkembangan Anak Anda Sesuai Umurnya

10 bulan yang lalu
Dibaca 5,39 ribu

Setiap orangtua pasti mendambakan perkembangan anak dapat berjalan optimal. Namun, apakah Ibu sudah mengetahui apa itu perkembangan anak yang sehat? 

Perlu Ibu ketahui, perkembangan anak yang sehat artinya buah hati mampu tumbuh dengan baik; secara fisik, sosial, sampai emosional berdasarkan standar tahapan perkembangan anak sesuai umurnya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan si kecil. Di antaranya asupan yang dikonsumsi sehari-hari, jenis kelamin, genetik, iklim, dan sebagainya. 

Namun, para orangtua bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak ini dengan mencukupi kebutuhan gizi, memberikan pola asuh, pendidikan, sampai kasih sayang bagi buah hatinya. 

Dengan dukungan tersebut, anak mampu mencapai tonggak perkembangan sesuai umurnya; seperti kapan si kecil bisa bicara, merangkak, berjalan, berteman, sampai kemampuan berpikir yang kompleks seperti membaca dan menulis. 

Tanpa dukungan memadai, anak bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan. Misalnya, anak terlambat bicara, telat berjalan, hiperaktif, atau belum mampu baca tulis di tahapan pertumbuhan sesuai umurnya. 

Selain itu, ada juga gangguan pertumbuhan yang membuat anak stunting atau memiliki perawakan lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan anak seusianya. 

Kondisi stunting dapat disebabkan kurangnya gizi, terbatasnya air minum yang bersih, infeksi berulang, kurangnya stimulasi psikososial, sampai keterbatasan akses layanan kesehatan layak untuk ibu dan anak. 

Baca Juga: Kenali Apa Itu Stunting & Cara Mencegahnya!

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan stunting sebagai anak-anak yang pertumbuhan tingginya terhambat dan di bawah rata-rata pertumbuhan anak sesuai standar. 

Jenis Perkembangan Anak

Perkembangan anak sangat pesat terjadi di 1.000 hari pertama kehidupan. Perlu Ibu ketahui, momentum ini bukan dihitung sejak bayi lahir. Tapi, mulai dari pembuahan di dalam rahim Ibu sampai anak berusia 2 tahun

Jika Ibu perhatikan, perkembangan anak usia 1 tahun cukup pesat. Bayi dari lahir yang hanya bisa menangis tiba-tiba mampu menggenggam, tengkurap, duduk, belajar makan, merangkak, sampai berjalan. 

Perkembangan anak usia 2 tahun juga cukup cepat. Anak usia ini tinggi badannya sudah mencapai separuh tinggi orang dewasa. Selain itu, perkembangan otaknya juga sudah mencapai 80 persen dari otak dewasa. 

Perlu diketahui, proses tumbuh kembang ini tak hanya sebatas anak tambah besar dan tinggi. Tapi, ada beberapa jenis perkembangan anak yang umum perlu Ibu ketahui, yakni: 

  • Sensorik: kemampuan mendengar, melihat, meraba, merasa, mencium
  • Motorik kasar dan halus: kemampuan mengontrol gerakan tubuh, mulut, tangan, sampai gerakan kompleks lain
  • Bicara dan bahasa: kemampuan bicara, mengerti saat diajak bicara, menyusun kata-kata, memperhatikan dan memberikan respons
  • Sosial dan emosional: kemampuan menunjukkan ekspresi seperti kesenangan dengan tersenyum atau murung saat bersedih, bersosialisasi, dan berinteraksi
  • Kognitif: kemampuan berpikir seperti mengenal, mengingat, memecahkan masalah, sampai kecerdasan

Ibu perlu tahu, setiap proses perkembangan anak di atas terjadi secara bersamaan. Proses ini melibatkan interaksi kematangan susunan saraf pusat berbarengan dengan organ tubuh terkait. 

Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Umurnya

Tahapan perkembangan anak sesuai umurnya disebut dengan tonggak tumbuh kembang atau milestone. 

Anak-anak mencapai tonggak tumbuh kembang secara bertahap mulai dari lahir sampai setahun atau masa bayi, masa toddler, pra-sekolah, sampai awal sekolah ketika umurnya menginjak 8 tahun. Berikut tahapan perkembangan anak sesuai umurnya: 

1. Masa Bayi (Infancy)

Fase ini berlangsung sejak usia 0 hingga 12 bulan. Bayi dari lahir sampai umur 3 bulan awalnya mengandalkan sinyal menangis untuk memberikan tanda lapar, tidak nyaman, atau mengantuk. Setelah itu, kemampuan bahasa, koordinasi sensori motorik, dan sosial bakal dibentuk orangtua dan lingkungannya.

2. Masa Toddler

Fase perkembangan anak ini terjadi mulai usia 1 sampai 3 tahun. Pada fase ini, si kecil mulai merangkak, berjalan, hingga berlari dengan cepat. Perkembangan motorik si Kecil juga berlangsung cepat di fase ini. Kemampuan bahasa, sosial, dan kecerdasan anak bakal memengaruhi perkembangannya di masa selanjutnya.

3. Masa Pra-Sekolah

Pada fase ini, perkembangan si kecil mulai mengarah kepada perkembangan kemandirian dan sosialisasinya. Kemudian, perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan emosionalnya cenderung akan menetap hingga di waktu kedepannya. Masa ini dilalui saat anak mulai menapaki usia 5 hingga 6 tahun.

4. Masa Awal Sekolah

Menginjak umur 7 tahun sampai sekitar umur 8 tahun ketika anak sudah masuk sekolah, si kecil yang sudah punya rutinitas bakal lebih mandiri. Anak pada usia ini bakal mengalami peningkatkan kemampuan berpikir, banyak ide baru, bisa membincangkan topik yang lebih rumit, sampai mulai punya sahabat.

Para orangtua sebaiknya jeli mencermati tahapan perkembangan anak sesuai umurnya. Segera lakukan deteksi dini dan intervensi dengan bantuan dokter atau psikolog jika ada ketidaksesuaian dalam perkembangannya. 

Baca Juga: Ibu, Pahami Perkembangan Anak dari Usia 1 - 12 Tahun 

Cara Mengoptimalkan Perkembangan Anak

Setiap orangtua memiliki peran untuk membantu perkembangan yang terjadi pada si kecil. Ada beberapa stimulasi atau kegiatan yang dapat merangsang perkembangan anak, contohnya: 

1. Melakukan Uji Coba Tekstur 

Uji coba tekstur atau biasa disebut dengan sensory play dapat membantu si Kecil untuk meningkatkan kemampuan sensorinya seperti menyentuh, mencium, dan merasakan benda-benda yang ada di sekitarnya. 

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengeluarkan mainan hewan-hewan dari agar-agar yang dibuat atau menjiplak huruf dengan benda-benda bertekstur seperti kacang-kacangan atau bola kapas. 

2. Mengukur Benda yang Ada di Sekitar 

Gunakanlah penggaris untuk mengukur benda-benda yang ada di sekitar si Kecil, seperti tinggi lego yang disusun, tumpukan buku, balok kayu, dan lain-lain. 

Selain menggunakan penggaris, ajarkan juga si Kecil mengukur dengan cara lain. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan menjelajah, berpikir, sekaligus belajar menaksir dan membandingkan ukuran suatu benda. 

Hal-hal yang disebutkan di atas membantu mengoptimalkan tahapan perkembangan anak menurut umur, terutama pada perkembangan kognitifnya. 

Selain dilakukannya kegiatan-kegiatan di atas, Ibu juga dianjurkan untuk mencurahkan kasih sayang dan memberikan asupan bergizi seimbang agar tumbuh kembang anak optimal sesuai umurnya. 

Baca Juga: Mengenal Tahap Perkembangan Motorik dan Kognitif Anak

Dukung Pertumbuhan Optimal Anak dengan PediaSure

PediaSure adalah nutrisi harian yang dapat membantu mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak sesuai umurnya.

Nutrisi tambahan ini diperkaya dengan 3 sumber protein, arginine, vitamin K2, dan tinggi kalsium untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembang buah hati. 

Selain itu, PediaSure juga diperkaya dengan campuran sinbiotik prebiotik FOS, probiotik L.acidophilus, 14 macam vitamin, dan 9 mineral yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar si kecil tidak gampang sakit. 

Kandungan omega 3, omega 6, AA, dan DHA dalam nutrisi tambahan ini juga membantu kemampuan berpikir anak.

Kabar menariknya, PediaSure bekerja sama dengan Real Madrid C.F. mendukung anak-anak yang punya masalah tumbuh kembang di 80 negara. Harapannya, anak-anak di seluruh dunia mendapat asupan nutrisi baik untuk tumbuh kembang optimalnya.

Dengan begitu, konsumsi PediaSure secara rutin berpotensi menjadikan anak lebih tinggi, aktif, kuat, dan mengalami tumbuh kembang optimal.

Tak hanya itu, Ibu dan si Kecil juga akan menjadi bagian dalam kampanye mendukung anak berisiko kekurangan nutrisi.

Karena masa depan yang cerah dan berkelanjutan dimulai dengan kesehatan yang baik. Dan kesehatan yang baik dimulai dengan nutrisi yang baik. 

Untuk memetik manfaat optimal nutrisi tambahan ini, ibu bisa memberikan 4 sendok takar PediaSure yang diberi campuran 190 Mililiter air matang sebanyak 2 kali sehari. Atau, sesuai anjuran dokter anak yang menangani. 

Berikan PediaSure sesuai selera favorit anak. Nutrisi harian ini dilengkapi dengan pilihan rasa classic milky, vanilla, madu, dan coklat dengan ukuran 400 gram dan 2 x 450 gram.

 

 

 

SUMBER:

How can I become more involved in my child’s development? | early years alliance. (n.d.). Retrieved October 17, 2021, from https://www.eyalliance.org.uk/how-can-i-become-more-involved-my-childs-development

HUBUNGAN TINGKAT STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN NAK USIA TODDLER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DLINGO II BANTUL TAHUN 2019 - Repository Poltekkesjogja. (n.d.). Retrieved October 17, 2021, from http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2242/

Child development at 6-8 years - Raising Children Network. Retrieved 28 July 2022, from https://raisingchildren.net.au/school-age/development/development-tracker/6-8-years  

Child development 0–3 months - Department of Health Western Australia. Retrieved 28 July 2022, from https://www.healthywa.wa.gov.au/Articles/A_E/Child-development-0-3-months  

Kebutuhan Dasar Anak untuk Tumbuh Kembang Yang Optimal - Kemkes. Retrieved 28 July 2022, from https://kesmas.kemkes.go.id/konten/133/0/021113-kebutuhan-dasar-anak-untuk-tumbuh-kembang-yang-optimal

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
Bolehkah si Kecil Minum Teh? Cari Tahu Yuk, Bu!
Bolehkah si Kecil Minum Teh? Cari Tahu Yuk, Bu!
Bolehkah balita minum teh? Berikut jawaban dari Ikatan Dokter Anak Indonesia
7 bulan yang lalu
Manfaat & Cara Meningkatkan Kreativitas Anak dengan Main Balok
Manfaat & Cara Meningkatkan Kreativitas Anak dengan Main Balok
Balok menjadi mainan yang paling sering ditemukan di rak bermain anak. Selain menyenangkan, ternyata balok menyimpan beragam manfaat untuk si Kecil belajar.
8 bulan yang lalu
Fungsi Utama Vitamin D pada Susu Tinggi Kalsium untuk Anak
Fungsi Utama Vitamin D pada Susu Tinggi Kalsium untuk Anak
Susu tinggi kalsium untuk anak dilengkapi dengan vitamin D. Apa saja ya manfaat vitamin D pada susu? berikut informasinya.
1 tahun yang lalu