Mengenal Tahapan Perkembangan Anak Anda Sesuai Umurnya

Mengenal Tahapan Perkembangan Anak Anda Sesuai Umurnya

3 minggu yang lalu

Perkembangan optimal pada si Kecil dapat dilihat dari kesesuaian pertumbuhannya dengan usia, dimulai sejak perkembangan yang terjadi saat baru lahir hingga usianya saat ini. Aspek-aspek perkembangan si Kecil yang dapat dilihat seperti kesesuaian tahapan perkembangan anak menurut umur seperti kapan ia harus babbling, mulai berbicara, merangkak, dan berjalan.

Selain itu, tahapan perkembangan anak menurut umur dapat dilihat juga dari tinggi dan berat badan pada si Kecil. Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan si Kecil yaitu iklim, makanan, jenis kelamin, kelainan genetik, dan lain-lain.

Jika anak memiliki tinggi yang tidak sesuai berdasarkan tabel tinggi anak menurut usia, risiko gangguan pertumbuhan mungkin saja terjadi. Gangguan pertumbuhan dapat berupa gangguan pencernaan dan penyakit lain seperti jantung, paru-paru, dan stres sehingga pertumbuhan anak terganggu, kemudian produksi hormon yang kurang baik entah terlalu banyak ataupun sedikit, dan anak terlihat lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Anak terlihat lebih kecil dan pendek biasa disebut dengan stunting.

Kondisi anak memiliki tinggi badan yang rendah dibandingkan anak seusianya dan disebabkan oleh kurangnya gizi, infeksi berulang, dan stimulasi sosial yang buruk disebut stunting. Organisasi kesehatan dunia atau WHO mendefinisikan stunting sebagai anak-anak yang pertumbuhan tingginya terhambat dan di bawah rata-rata pertumbuhan anak menurut WHO. Stunting disebabkan oleh gizi yang buruk karena kurangnya akses pada makanan yang beragam, kurangnya akses air minum yang bersih, kurangnya fasilitas kesehatan yang layak pada ibu dan anak, dan stimulasi psikososial pada orang tua dan anak yang tidak memadai.

Tahapan Perkembangan Anak Menurut Kemenkes RI

Menurut Kemenkes RI tahapan perkembangan pada anak menurut umur dapat dilihat melalui:

  1. Perkembangan Kemampuan Gerak
  2. Perkembangan Bicara dan Bahasa
  3. Perkembangan Sosialisasi dan Kemandirian

 

Tahapan perkembangan pada si Kecil juga disebut dengan milestone dan terdiri dari:

  1. Masa Bayi (Infancy)

Fase ini berlangsung sejak usia 0 hingga 12 bulan, pada fase tersebut si Kecil memperoleh kemampuan bahasa, koordinasi sensori motorik, dan sosial melalui orang tua dan keluarganya.

  1. Masa Toddler

Fase ini berlangsung pada usia 12 hingga 36 bulan. Pada fase ini, si Kecil mulai merangkak, berjalan, hingga berlari dengan cepat. Perkembangan motorik si Kecil juga berlangsung cepat di fase ini. Kemampuan bahasa, sosial, dan intelegensi yang terjadi pada si Kecil akan mempengaruhi perkembangannya di masa selanjutnya.

  1. Masa Pra-Sekolah

Pada fase ini, perkembangan si Kecil mulai mengarah kepada perkembangan kemandirian dan sosialisasinya. Kemudian, perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan emosionalnya cenderung akan menetap hingga di waktu kedepannya. Masa ini dilalui oleh usia 5 hingga 6 tahun.

 

Menurut Kemenkes RI, pengecekan perkembangan si Kecil juga dapat dilihat melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, motorik halus, motorik kasar, bahasa, sosialisasi, kemampuan mendengar, kemampuan melihat, dan penyimpangan perilaku. Hal ini dapat disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak menurut umurnya. Dengan dilakukannya pengecekan tersebut kita dapat melakukan deteksi dan intervensi dini jika ada ketidaksesuaian dalam perkembangannya.

Baca Juga: Mengenal Tahap Perkembangan Motorik dan Kognitif Anak

Deteksi dan intervensi dini dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti dokter atau psikolog, sehingga orang tua mengetahui dan dapat mengatasi ketidaksesuaian perkembangan tersebut dengan segera.

Orang tua memiliki peran untuk membantu perkembangan yang terjadi pada si Kecil. Setelah mengetahui tahapan-tahapan perkembangan pada si Kecil, untuk mengoptimalkan perkembangannya maka hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang tua seperti di bawah ini:

  1. Melakukan Uji Coba Tekstur

Uji coba tekstur atau biasa disebut dengan sensory play dapat membantu si Kecil untuk meningkatkan kemampuan sensorinya seperti menyentuh, mencium, dan merasakan benda-benda yang ada di sekitarnya. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengeluarkan mainan hewan-hewan dari agar-agar yang dibuat atau menjiplak huruf dengan benda-benda bertekstur seperti kacang-kacangan atau bola kapas.

  1. Mengukur Benda yang Ada di Sekitar

Gunakanlah penggaris untuk mengukur benda-benda yang ada di sekitar si Kecil, seperti tinggi lego yang disusun, tumpukan buku, balok kayu, dan lain-lain. Selain menggunakan penggaris, ajarkan juga si Kecil mengukur dengan cara lain.

Hal-hal yang disebutkan di atas membantu mengoptimalkan tahapan perkembangan anak menurut umur, terutama pada perkembangan kognitifnya. Selain dilakukannya kegiatan-kegiatan di atas, si Kecil juga disarankan untuk diberikan asupan nutrisi yang seimbang agar tahapan perkembang anak menurut usianya juga berlangsung dengan optimal. Asupan nutrisi yang diberikan seperti makanan bergizi yang mengandung protein tinggi dan dibantu dengan susu. PediaSure dapat menjadi solusi untuk memenuhi nutrisi si Kecil agar perkembangannya terjadi secara optimal.

Pediasure dengan 3 sumber bahan protein, AA, DHA,

Arginine, vitamin K2, 14 vitamin dan 9 mineral bantu optimalkan pertumbuhan nyata si Kecil. Pediasure memiliki rasa enak yang disukai anak, dengan 3 varian rasa yaitu Pediasure coklat, pediasure madu, dan pediasure vanilla. PediaSure susu anak terbaik yang memiliki banyak varian rasa seperti Pediasure Coklat, Pediasure Madu, dan PediaSure Vanilla.

 

Sumber:

·        How can I become more involved in my child’s development? | early years alliance. (n.d.). Retrieved October 17, 2021, from https://www.eyalliance.org.uk/how-can-i-become-more-involved-my-childs-development

·        Website Kesga - Index. (n.d.). Retrieved October 17, 2021, from https://kesga.kemkes.go.id/beritalengkap/eyJpdiI6InpCYVovb28yeXYrelNiaGxMOGZUT0E9PSIsInZhbHVlIjoiVGhhWnlBa0l6VWlVeThlNzRKcSt1dz09IiwibWFjIjoiMzJlY2E1Yjc1OTNkOWE2MmU1ZjRlOGY2YmZlZmI4MTJkOWI5NTcyYzY1NGM4MjZmNTk5MjM1NDNhNjdkYjhmZiJ9

·        HUBUNGAN TINGKAT STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN NAK USIA TODDLER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DLINGO II BANTUL TAHUN 2019 - Repository Poltekkesjogja. (n.d.). Retrieved October 17, 2021, from http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2242/  

Home

Produk

Growthpedia

Artikel

Shop