Montessori: Cara Belajar Anak Usia Dini secara Holistik

Montessori: Cara Belajar Anak Usia Dini secara Holistik

10 bulan yang lalu
Dibaca 10,25 ribu

Montessori adalah metode yang ditemukan pertama kali oleh Maria Montessori. Apa Itu Metode Montessori? Bagaimana konsep, manfaat dan cara mengembangkannya?

Jika membicarakan metode mendidik anak, mungkin tidak bisa disamakan untuk semua karena setiap orang memiliki kepribadian dan karakteristik yang unik dan berbeda satu sama lain. Namun tentu ada metode-metode yang sudah melalui berbagai penelitian dan studi di mana hasilnya teruji sehingga banyak digunakan sebagai metode mendidik anak. Salah satunya adalah Montessori, atau cara belajar anak usia dini secara holistik.

Mengenal Montessori Adalah

Apa Itu Montessori? Montessori adalah suatu metode pada dunia pendidikan khususnya untuk pendidikan anak usia dini dengan tujuan agar si Kecil mendapatkan  goal atau potensi yang terbaik di hidupnya. Metode ini berfokus agar anak aktif dan menjadi mandiri dan mengutamakan konsep permainan kolaboratif bersama anak. 

Metode Montessori ditemukan oleh Dr. Maria Montessori di Italia pada akhir abad ke-19. Menurutnya, anak-anak tumbuh dari apa yang mereka temukan di sekelilingnya. Melalui serangkaian penelitian tentang anak-anak dengan disabilitas, dia menemukan bahwa mereka merespon bahan ajar dengan konsentrasi penuh. Imbasnya, terjadi pergeseran fundamental terhadap karakteristik anak tersebut. Kesimpulannya, dia telah menemukan sifat asli anak-anak. Dari sanalah lahir cara belajar anak usia dini yang bernama Montessori.

Setelah lebih dari satu abad, cara belajar anak usia dini Montessori telah berkembang pesat menjadi salah satu metode pendidikan yang digunakan secara luas. Metode ini mendidik anak secara holistik mulai dari perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan fisik sesuai dengan usianya

Manfaat Metode Montessori

Manfaat dari metode montessori adalah dapat mengembangkan bahkan dapat mengubahkan karakter anak. Anak dapat menjadi lebih mandiri melalui metode pembelajaran ini. 

Montessori dapat juga melatih dan meningkatkan kemampuan motorik si Kecil. Bunda dapat meningkatkan kemampuan motorik halus si Kecil yang sangat berguna dan juga motorik kasar anak. Selain itu, Metode pembelajaran ini juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak. 

Selain dari pada itu, adapun manfaat yang paling utama dari metode Montessori adalah:

1.  Fokus pada Tahap Pertumbuhan Utama

Montessori fokus pada anak usia dini, yakni 3 hingga 5 tahun. Di usia tiga tahun, anak fokus untuk membangun otot-otot serta kemampuan berbahasa. Sementara usia empat tahun mengasah kemampuan motorik dan menyelesaikan aktivitas sehari-hari seperti masak serta belajar kesenian. Sementara di usia lima tahun, anak memperluas khazanah pembelajarannya ke masyarakat melalui perjalanan keluar dan acara-acara khusus.

2.  Memantik Kerja Sama

Dalam cara belajar anak usia dini ini, guru tidak serta merta mengontrol ruang kelas, melainkan siswa. Dengan begini, anak dapat berbagi dan bekerja dalam kelompok untuk mengeksplorasi berbagai hal yang ada di ruang kelas. Dengan demikian, setiap anak saling menghargai satu sama lain karena adanya kebiasaan alami di ruang kelas.

3.  Pembelajaran Berbasis Anak

Cara belajar anak usia dini Montessori didesain agar setiap anak belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing secara spesifik. Dengan demikian, anak dapat belajar dengan kecepatan masing-masing kemampuan. Seluruh hal di ruang kelas berada dalam jangkauan dan ukuran siswa sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman. Selain itu, di ruang kelas di mana siswanya bercampur antar usia secara alami membuat siswa yang lebih tua membantu yang lebih muda.

4.  Siswa Belajar Disiplin Sendiri

Meski siswa dibebaskan memilih aktivitas dan waktunya, terdapat aturan dasar yang diterapkan guru dan siswa lain. Dengan demikian, secara alami setiap siswa secara tersendiri belajar disiplin dari lingkungan serta mengasah kemampuan seperti konsentrasi, kontrol atas diri, dan motivasi.

5.  Suasana Kelas Mengajarkan Kerapian

Objek serta aktivitas yang dilakukan di kelas memiliki lokasi dan tempat penyimpanan yang sama. Maka dari itu, setiap anak diharuskan menyimpan kembali setiap objek setelah menyelesaikan aktivitas. Seperti poin sebelumnya, hal ini membantu anak mempelajari disiplin dan memenuhi kebutuhan anak untuk mendapatkan suasana yang rapi dan nyaman. Dengan demikian, anak dapat mencurahkan kreativitasnya dan fokus pada proses pembelajaran.

6.  Guru Sebagai Fasilitator

Guru di kelas memberi pedoman untuk memfasilitasi pengalaman belajar siswa daripada menentukan arahnya seperti apa. Pada cara belajar anak usia dini ini, guru adalah memastikan siswa menetapkan aturan-aturan dasar dan mendorong siswa untuk menyelesaikan tugas sesuai kecepatan masing-masing. Namun suasana dan lingkungan di kelas tetap “didikte” oleh siswa, sehingga guru sebisa mungkin tidak mengganggu.

7.  Mendorong Kreativitas

Kebebasan siswa untuk memilih aktivitas dan tugasnya, membuat kreativitas jadi penting buat mereka. Ketika menyelesaikan tugas, mereka mendapatkan pengalaman dan kebahagiaan daripada mengincar hasil akhir semata. Menghargai proses secara alami berujung pada kreativitas. Paparan berbagai budaya juga mendorong mereka untuk memperluas cara pandangnya mengenai dunia sekaligus mengutarakannya melalui berbagai cara.

8.  Bisa Lebih Efektif Dalam Mengembangkan Skill Tertentu

Riset menyebutkan anak-anak yang pernah belajar di sekolah Montessori menemukan bahwa anak lima tahun di kelas Montessori memiliki kemampuan matematika dan membaca yang lebih baik daripada anak seusianya di sekolah umum. Begitu pula anak Montessori dan non-Montessori berusia 12 tahun, pertumbuhan sosialnya lebih tinggi di anak Montessori.

Baca Juga: 4 Tempat Permainan Anak Yang Cocok Untuk Play Date

9.  Langsung Praktik Sambil Belajar

Cara belajar anak usia dini ini menekankan pembelajaran langsung dan nyata daripada abstrak dan bersifat pengayaan. Siswa belajar melalui aktivitas seperti belajar matematika, budaya, dan kehidupan nyata sehari-hari. Guru mendorong siswa untuk konsentrasi pada tugas dan mencegahnya dari saling mengganggu satu sama lain.

Metode Montessori sangat bermanfaat untuk pendidikan anak usia dini. Dengan pendidikan usia dini yang tepat, pertumbuhannya juga akan semakin baik. Selain pendidikan, gizi dan nutrisi yang lengkap juga tidak kalah penting bagi anak di masa pertumbuhan. Asupan makanan serta susu pertumbuhan anak yang dilengkapi nutrisi tambahan tentu bisa jadi pilihan.

PediaSure adalah asupan nutrisi tambahan yang cocok untuk anak usia 1-10 tahun. PediaSure dapat membantu mendukung pertumbuhan nyata si Kecil dan kini dengan formula baru dilengkapi Arginine, Vitamin K2, serta sukrosa yang 42% lebih rendah dari formula sebelumnya. Pediasure memiliki berbagai varian rasa mulai dari Vanila, Madu, Cokelat, dan Classic Milky dengan ukuran 200 hingga 1800 gram tergantung rasa.

 

 

Sumber:

History of the Montessori Method - Living Montessori Education Community. Retrieved December 16 2021, from https://www.livingmontessori.com/montessori-method/history-of-the-montessori-method/ 

10 Benefits of a Montessori Pre-School (2013) - Education.com.Retrieved December 16 2021, from https://www.education.com/magazine/article/10-benefits-montessori-preschool/