Obesitas pada Anak: Tanda, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Obesitas pada Anak: Tanda, Gejala, dan Cara Mengatasinya

3 minggu yang lalu
Dibaca 170

Anak gemuk memang menggemaskan. Tapi kondisi ini bisa menimbulkan risiko kesehatan seperti kelebihan berat badan atau istilah medisnya disebut sebagai obesitas.

Menurut data Kementerian Kesehatan, satu dari lima anak berusia 5-12 tahun di Indonesia mengalami kelebihan berat badan.

Padahal obesitas saat anak-anak umumnya bertahan hingga dewasa sehingga berisiko mengembangkan penyakit tidak menular seperti diabetes hingga penyakit kardiovaskular. Untuk itu, penting bagi Ibu agar menjaga berat badan ideal anak.

Apalagi, bahaya obesitas pada anak adalah kondisi komorbid yang muncul saat dewasa berhubungan dengan obesitas anak seperti resistensi insulin, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan fungsi hati dan ginjal.

Apa Itu Obesitas pada Anak?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan.

Dalam hal ini, praktisi kesehatan menggunakan body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh (IMT) sebagai metode skrining. Selain itu, dokter juga akan menggunakan diagnosis klinis yang didasarkan pada kelebihan lemak tubuh abnormal yang mengganggu kesehatan.

Berat Badan Ideal Anak

Adapun WHO juga telah menentukan angka ideal untuk tinggi dan berat badan anak.

Mengacu data dari Kemenkes yang merujuk pada informasi yang dikeluarkan oleh WHO, berikut daftar berat badan ideal anak menurut usia dan jenis kelaminnya:

1. Berat Badan Usia 1 tahun

Anak laki-laki: 9,6 kg

Anak perempuan: 8,9 kg

2. Berat Badan Usia 2 tahun

Anak laki-laki: 12,2 kg

Anak perempuan: 11,5 kg

3. Berat Badan Usia 3 tahun

Anak laki-laki: 14,3 kg

Anak perempuan: 13,9 kg

4. Berat Badan Usia 4 tahun

Anak laki-laki: 16,3 kg

Anak perempuan: 16,1 kg

5. Berat Badan Usia 5 tahun

Anak laki-laki: 18,3 kg

Anak perempuan: 18,2 kg

Baca Juga: Cari Tahu Berat Badan Ideal Anak Dengan Cara Ini!

Kebutuhan Kalori Anak Per Hari

Salah satu penyebab anak mengalami obesitas adalah jumlah kalori yang dikonsumsi si Kecil. Apalagi jika kalori yang dikonsumsi besar tapi tidak diimbangi dengan aktivitas untuk membakarnya.

Lalu, berapa sih kebutuhan kalori harian anak?

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI, jumlah kebutuhan kalori anak setiap hari sebagai berikut:

        Usia 0-6 bulan, membutuhkan 550 kkal per hari

        Usia 7-11 bulan, membutuhkan 725 kkal per hari

        Usia 1-3 tahun, membutuhkan 1125 kkal per hari

        Usia 4-6 tahun, membutuhkan 1600 kkal per hari

        Usia 7-9 tahun, membutuhkan 1850 kkal per hari.

Jika Ibu merasa si Kecil mengonsumsi kalori melebihi kebutuhan hariannya, ada baiknya untuk menghitung tingkat obesitas anak.

Cara Menghitung Obesitas pada Anak

Jika Ibu merasa si Kecil mengonsumsi kalori melebihi kebutuhan hariannya, ada baiknya untuk menghitung tingkat obesitas anak.

Untuk mengetahui apakah anak mengalami obesitas adalah dengan perhitungan BMI.

Penghitungan BMI menjadi sangat penting untuk mengetahui berapa banyak lemak dalam tubuh, yang didasarkan terhadap tinggi badan dan berat badan.

Biasanya, pada orang dewasa berat badan ideal akan dihitung dengan rumus berat badan (kg) / (tinggi badan x tinggi badan).

Tapi bagi anak-anak, hanya mengukur tinggi dan berat badan saja tidak seakurat pada orang dewasa. Ini dikarenakan persentase lemak tubuh anak-anak berubah seiring dengan pertumbuhannya. Sehingga indeks massa tubuhnya bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Ketika dokter menyebut BMI anak, biasanya Ibu tidak akan mendengar angka biasa, tapi akan menyebut dengan persentil. Persentil ini didasarkan pada berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan usia.

Seluruh faktor tersebut akan menghasilkan persentil BMI anak, dengan pengelompokan sebagai berikut.

  1. Berat Badan Kurang: di bawah persentil ke-5
  2. Berat badan normal: Persentil ke-5 sampai ke-85
  3. Kegemukan: persentil ke-85 hingga ke-95
  4. Obesitas: 95 persen atau lebih tinggi

Tanda dan Gejala Obesitas pada Anak

Menghitung BMI adalah terpenting untuk mengetahui apakah anak mengalami obesitas atau tidak.

Pasalnya, tak semua anak yang mempunyai berat badan ekstra termasuk dalam obesitas. Beberapa anak memang mempunyai kerangka tubuh lebih besar dari rata-rata dan biasanya membawa jumlah lemak tubuh yang berbeda pada berbagai tahap perkembangannya.

Apalagi, gejala obesitas anak juga mungkin tidak diketahui dari penampilan. Meski begitu, berat badan yang melebihi angka normal dapat menjadi tanda awal anak mengalami obesitas.

Gejala obesitas anak lainnya bisa seperti nyeri sendi, pinggul terkilir, ruam kulit, iritasi, sembelit, jaringan lemak di area payudara, refluks gastroesofagus, serta stretch mark di pinggul, perut, dan punggung.

Lebih lanjut, beberapa ciri anak mengalami obesitas bisa berupa wajah bulat, pipi tembem, dan bahu rangkap.

Anak yang mengalami obesitas juga mempunyai leher yang relatif pendek.

Anak perempuan yang mengalami obesitas biasanya akan mengalami pubertas dini, yakni dengan usia kurang dari 9 tahun sudah mengalami menstruasi.

Sedangkan pada anak laki-laki, dada membusung, payudara sedikit membesar, dan penis mengecil.

Anak dengan berat badan berlebih juga cenderung mengalami perut buncit, kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan.

Apa Itu Obesitas Pada Anak? Tanda dan Gejala

Cara Mengatasi Obesitas pada Anak

Melihat berbagai gejala dan penyakit-penyakit yang bisa ditimbulkan dari obesitas saat masa anak-anak, tentu Ibu jadi lebih sadar pentingnya berat badan ideal anak.

Ada beberapa cara yang bisa Ibu terapkan untuk mengatasi obesitas anak. Tapi, kunci utama dari mengatasi masalah obesitas yang terjadi pada anak adalah perilaku hidup sehat.

Anak dengan obesitas dapat didorong untuk melakukan aktivitas fisik atau berolahraga setidaknya selama 60 menit per hari. Ajak anak bersama-sama melakukan aktivitas fisik agar lebih semangat menjalankannya.

Orang tua juga bisa membatasi waktu melihat layar televisi maupun gadget, untuk mendukung anak mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Selain itu, porsi makan anak-anak harus diatur dengan memberikan makanan, minuman dan camilan sehat bergizi seimbang.

Baca Juga: Apakah Boleh Minum Obat Dengan Susu? Ini Alasannya!

PediaSure untuk Jaga Berat Badan Anak Tetap Ideal

Ibu juga bisa memberikan PediaSure sebagai asupan nutrisi tambahan tanpa gula tambahan untuk menjaga berat badan si Kecil. Saat ini PediaSure hadir dengan rasa Classic Milky. Varian produk PediaSure ini memiliki kandungan 0 gram sukrosa atau tanpa Sukrosa tambahan di dalamnya.

Nutrisi dalam PediaSure Classic Milky akan membantu anak tetap aktif, bugar, dan menjaga daya tahan tubuh.

PediaSure memiliki nutrisi tambahan yang dilengkapi dengan 14 vitamin dan 9 mineral serta campuran sinbiotik yang unik, yaitu prebiotik FOS dan probiotik L. acidhophilus.

Sedangkan kandungan Omega 3 dan Omega 6, serta AA dan DHA membantu kemampuan berpikir anak agar berkembang dengan baik.

Selain itu, PediaSure juga mendukung pertumbuhan anak dengan formulasi 3 sumber protein seperti kasein, soya, dan whey atau dikenal sebagai triple protein. Dengan kandungan Argine, Natural Vitamin K2 dan kalsium yang tinggi mendukung tumbuh kembang anak agar semakin optimal.

Semoga dengan penjelasan di atas Ibu dapat memahami bagaimana dan cara mencapai berat badan ideal anak serta terhindar dari obesitas.

 

 

SUMBER:

epidemi - obesitas - Kemkes RI. Retrieved on June 23, 2022 from http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/N2VaaXIxZGZwWFpEL1VlRFdQQ3ZRZz09/2018/02/FactSheet_Obesitas_Kit_Informasi_Obesitas.pdf  

Relationships between Obesity and Cardiovascular Diseases in Four Southern States and Colorado - PMC. Retrieved on June 23, 2022 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3250069/ 

Pediatric obesity: Causes, symptoms, prevention and treatment - PMC. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4726862/  

Obesity and overweight - WHO. Retrieved on June 23, 2022 from  https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight  

Using the CDC BMI-for-age Growth Charts to Assess Growth in the United States Among Children and Teens Aged 2 Years to 20 Years - US CDC. Retrieved on June 23, 2022 from https://www.cdc.gov/nccdphp/dnpao/growthcharts/training/bmiage/page1.html

Kurva Pertumbuhan WHO - IDAI. Retrieved on June 23, 2022 from https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/kurva-pertumbuhan-who 

Learning About Calories (for Kids) - Nemours KidsHealth. Retrieved on June 23, 2022 from https://kidshealth.org/en/kids/calorie.html  

PMK N0 28 Th 2019 Ttg Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Kemkes RI. Retrieved on June 23, 2022 from  http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf 

Body-Mass Index (BMI) in Children - HealthyChildren.org. Retrieved on June 23, 2022 from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/obesity/Pages/Body-Mass-Index-Formula.aspx  

 

 

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
5 Cara Memilih Susu Tanpa Gula untuk Anak
5 Cara Memilih Susu Tanpa Gula untuk Anak
Susu mengandung berbagai nutrisi baik untuk Si Kecil. Tapi, tahukah Ibu, susu tanpa gula memberikan manfaat lebih lho dibanding susu dengan gula tambahan?
2 minggu yang lalu
Promo Terbaru Pediasure
Promo Terbaru Pediasure
PediaSure mendukung pertumbuhan nyata dan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil. Tersedia dalam berbagai ukuran, Ibu #ChampionsofGrowth bisa dapatkan berbagai hadiah menarik untuk setiap pembelian produk PediaSure di toko-toko tertentu.
5 bulan yang lalu
7 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh si Kecil di Tengah Pandemi
7 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh si Kecil di Tengah Pandemi
Meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil, terutama di tengah pandemi adalah hal penting. Simak artikel ini untuk mengetahui ragam penjelasannya
9 bulan yang lalu