Ternyata, Ini 7 Penyebab Anak Sering Batuk Pilek

Ternyata, Ini 7 Penyebab Anak Sering Batuk Pilek

8 bulan yang lalu
Dibaca 17,6 ribu
5 Menit membaca

Tumbuh kembang anak merupakan perhatian utama orang tua. Di masa tumbuh kembang ini, yang ibu inginkan pastinya adalah anak yang tumbuh dengan sehat dan bahagia dan kesannya semua akan dilakukan untuk melindungi anak dari apapun yang bisa menyakiti. Namun, secara alami, anak akan tetap jatuh sakit, terutama penyakit yang sangat umum, yakni batuk pilek.

Batuk pilek adalah infeksi virus yang menyerang hidung dan tenggorokan yang merupakan bagian dari sistem pernafasan atas. Meski batuk pilek tidak menyebabkan masalah kesehatan serius, namun gejala yang dirasakannya sangat tidak nyaman, dan bisa bertahan selama 7-10 hari. Berbagai virus bisa memicu batuk pilek dan kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak.

7 Penyebab Anak Sering Batuk Pilek

Apa penyebab anak sering batuk pilek? Berikut beberapa di antaranya yang wajib Ibu pahami:

1. Sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna

Sistem kekebalan tubuh anak masih berada di tahapan pertumbuhan yang membuat anak semakin rentan terhadap beragam virus yang ada. Karena sistem imunitasnya belum terbentuk penuh untuk melawan virus, imbasnya anak lebih rentan terkena batuk pilek. Kondisi ini mempersulit upaya anak melawan infeksi secara efektif dan menyebabkan waktu pemulihan yang lebih lama.

2. Sering kontak dengan anak sebaya

Anak sering berhubungan dekat dengan rekan sebayanya, terutama saat sedang bermain baik di rumah, lingkungan sekolah, maupun daycare. Oleh sebab itu, tingkat paparan mereka terhadap kuman dan virus meningkat, begitu juga risiko mereka terkena batuk pilek. Apalagi anak belum memiliki kesadaran penuh untuk jaga jarak jika mereka sakit, atau ada temannya yang sedang sakit.

3. Kebiasaan menyentuh mulut dengan tangan

Anak cenderung sering memasukkan tangan ke mulut atau sekadar menyentuh saja. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena batuk pilek atau infeksi lainnya karena tangan sering menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, sehingga menyebar ketika masuk mulut, lalu terjadilah infeksi.

4. Kebiasaan kebersihan yang belum terjaga

Pengetahuan atau kesadaran anak untuk mencuci tangan dengan benar meningkatkan risiko terkenal batuk pilek atau infeksi lainnya. Hal ini dapat mempersulit pengendalian penyebaran virus, terutama di lingkungan yang ramai.

5. Alergi

Anak-anak yang menderita alergi, terutama yang menderita rinitis alergi, lebih rentah terserang batuk pilek. Alergi dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, yang dapat memicu penyakit yang lebih parah.

6. Asma

Anak yang menderita asma kemungkinan lebih rentan terkena batuk dan pilek, dan gejalanya pun bisa lebih parah. Virus penyebab batuk pilek dapat menyerang saluran udara, membuat anak penderita asma lebih sulit bernapas.

7. Terpapar asap rokok

Paparan asap rokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak, membuat anak lebih rentan terkena batuk pilek atau infeksi lainnya. Asap rokok juga dapat mengiritasi saluran udara, sehingga memicu batuk dan gejala pernapasan lainnya. Sebaiknya ingatkan para perokok untuk tidak merokok di sekitar anak untuk melindungi kesehatannya.

Dampak Anak Sering Batuk Pilek Terhadap Pertumbuhannya

Pada anak, batuk pilek bukan hanya membuat mereka sakit ringan dan tidak nyaman beraktivitas, tapi juga dapat berimbas pada tumbuh kembangnya. Contohnya, jika anak tidak bisa makan dan tidur karena hidung tersumbat, maka asupan nutrisi dan energinya terhambat, dan memicu tumbuh kembangnya secara keseluruhan.

Begitu pula jika anak tidak bisa masuk sekolah atau mengikuti aktivitas fisik karena sakit, hal itu bisa berimbas pada perkembangan sosial dan pendidikannya.

Meski disebabkan oleh virus dan gejalanya ringan, batuk pilek bisa menjadi tanda anak menderita penyakit lainnya yang lebih serius seperti bronkhitis, paru-paru, atau bahkan Covid-19. Maka dari itu, sangat penting untuk memantau gejala yang dialami anak dan hubungi dokter jika perlu.

Gejala Batuk Pilek pada Anak

Batuk pilek bisa terjadi secara bertahap dan gejalanya antara lain:

  • Hidung tersumbat
  • Radang tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Sakit otot pegal
  • Batuk
  • Bersin
  • Suhu badan meningkat
  • Telinga dan muka seperti tertekan
  • Kehilangan kemampuan mengecap dan mencium

Gejala-gejala ini mirip dengan batuk pilek yang terjadi pada anak, namun gejalanya terasa lebih lama jika anak yang menderita batuk pilek.

Cara Mengatasi Anak Sering Batuk Pilek

Untuk meredakan batuk pilek pada anak lebih cepat, ada beberapa hal yang dapat ibu lakukan:

1. Mengajak anak istirahat dan tidur

Ajak anak untuk istirahat sebanyak mungkin karena saat beristirahat, tubuhnya akan melawan infeksi yang terjadi.

2. Perbanyak asupan cairan anak

Berikan anak asupan cairan yang banyak dari air putih atau jus buah yang diencerkan untuk mencegah dehidrasi.

3. Sering Berkumur

Anak berusia 6 tahun ke atas dapat berkumur air garam untuk meredakan radang tenggorokan.

4. Memanfaatkan Obat apotek

Tetesan salin unutk hidung dan madu dapat meredakan gejala seperti batuk dan hidung mampet. Ibu juga dapat bertanya pada apoteker untuk mendapatkan obat yang cocok untuk meredakan batuk pilek anak. Obat-obat yang biasanya diberikan antara lain seperti:

  • Paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri dan menurunkan panas
  • Redakan hidung tersumbat dengan tablet atau semprotan dekongestan
  • Dekongestan sebaiknya tidak digunakan oleh anak di usia di bawah 6 tahun. Sementara anak berusia 6 hingga 12 tahun sebaiknya tidak menggunakan dekongestan lebih dari 5 hari. Pastikan ibu selalu mengikuti instruksi dosis harian dan jangan beri anak obat lebih dari anjuran pakai. Berbagai obat batuk pilek mengandung bahan yang tidak cocok untuk anak, bayi, dan ibu hamil. Oleh sebab itu, penting untuk berkonsultasi dengan ahlinya sebelum memberi obat untuk anak.

Kapan Sebaiknya Berobat ke Dokter?

Kebanyakan batuk pilek akan hilang sendiri setelah 1-2 minggu tanpa intervensi medis. Namun, jika gejala anak tetap atau bahkan memburuk, maka itu bisa jadi pertanda kondisi yang lebih serius. Untuk itu, bawa anak ke dokter jika:

  • Gejalanya tidak membaik setelah 3 minggu
  • Suhu badannya sangat tinggi atau anak mengalami panas dingin
  • Anak menderita penyakit jangka panjang seperti diabetes, jantung, paru-paru, atau ginjal
  • Anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit atau tindakan medis
  • Jika ibu khawatir soal gejala anak atau nafasnya tersengal-sengal atau mengalami sakit dada, maka sebaiknya anak segera diberikan perawatan medis.

Cara Mencegah Anak Sering Batuk Pilek

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Meski sulit untuk mencegah anak terkena batuk pilek, namun ada beberapa langkah yang dapat ibu dan keluarga lakukan untuk mengurangi risikonya, antara lain:

  • Membiasakan cuci tangan dengan air hangat dan sabun
  • Hindari berbagi alat makan, gelas, atau alat-alat lainnya di rumah dengan seseorang yang sedang sakit
  • Pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup dan pola makan dan asupan nutrisi seimbang untuk mendukung sistem kekebalan tubuh anak.
  • Membiasakan anak beraktivitas fisik untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh anak serta kesehatannya secara menyeluruh.

Batuk pilek memang kondisi umum yang sering dialami anak. Untungnya, seringkali batuk pilek bukanlah indikasi penyakit serius. Meski ibu pasti iba melihat anak harus berjuang melawan gejala batuk pilek yang mengganggu, yang perlu diingat adalah kondisi seperti ini adalah bagian yang normal pada anak-anak.

Sebagai orang tua, ibu bisa memantau terus gejala yang anak alami dan segera hubungi dokter jika dibutuhkan. Sisanya, sebagai upaya pencegahan, ibu bisa membiasakan anak pola hidup yang sehat, lingkungan yang baik, serta memberi anak nutrisi yang seimbang setiap harinya.

Asupan Nutrisi Tambahan untuk Tubuh Sehat

Beragam sumber nutrisi yang baik bisa anak konsumsi setiap hari untuk membantu tumbuh kembangnya. Untuk itu, sebagai pelengkap nutrisi tambahan, berikan anak segelas PediaSure.

PediaSure merupakan tambahan nutrisi yang bisa dinikmati anak setiap hari. Hadir dalam berbagai varian rasa seperti classic milky, vanila, madu, dan coklat, yang dapat disesuaikan dengan preferensi anak, PediaSure mengandung arginin, vitamin K2, tiga jenis protein, serta DHA, AA, dan Omega-3. Selain itu, dalam satu gelas PediaSure terkandung kombinasi prebiotik FOS dan probiotik L. acidophilus, 14 vitamin, dan 9 mineral.

Meskipun kadar sukrosanya lebih rendah hingga 42%, rasa PediaSure tetap lezat dan tersedia dalam berbagai ukuran kemasan yang ekonomis. Dengan memberikan PediaSure sebagai tambahan nutrisi harian, ibu dapat membantu mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak.

 

 

 

SOURCE:

Common cold - Symptoms and causes - Mayo Clinic. Retrieved on April 17, 2023, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605.  

Coughs and colds in children - treatment, prevention, causes | healthdirect. Retrieved on April 17, 2023, from https://www.healthdirect.gov.au/coughs-and-colds-in-children.  

Colds, coughs and ear infections in children - NHS. Retrieved on April 17, 2023, from https://www.nhs.uk/conditions/baby/health/colds-coughs-and-ear-infections-in-children/.  

Common cold - NHS. Retrieved on April 17, 2023, from https://www.nhs.uk/conditions/common-cold/