Catat! Ini 5 Perbedaan Probiotik dan Prebiotik

Catat! Ini 5 Perbedaan Probiotik dan Prebiotik

8 bulan yang lalu
Dibaca 9,72 ribu
3 Menit membaca

Sebagai orang tua, ibu pasti menginginkan semua yang terbaik bagi anak, dan salah satu aspek utama yang paling penting adalah pertumbuhan dan perkembangannya. Nutrisi yang tepat menjadi salah satu kunci untuk mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Di antara sederet nutrisi yang ditawarkan oleh beragam makanan dan minuman, prebiotik dan probiotik menjadi pasangan yang seringkali terlewat ketika membicarakan nutrisi untuk anak. Dengan nama yang mirip, tidak heran jika banyak yang tertukar atau sulit membedakan keduanya.

Perbedaan Probiotik dan Prebiotik

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat ditemukan pada makanan dan suplemen tertentu. Probiotik bekerja dengan cara mempromosikan bakteri baik dalam tubuh, terutama usus, sekaligus meningkatkan keseimbangan mikroflora alami tubuh. Di sisi lain, prebiotik adalah makanan yang berfungsi sebagai makanan bagi mikroflora manusia, terutama makanan berserat tinggi. Gagasan di balik prebiotik adalah untuk meningkatkan keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh dengan cara memberinya nutrisi yang cukup untuk hidup.

Singkatnya, probiotik dan prebiotik memainkan peran yang berbeda di dalam tubuh. Jika probiotik mengandung bakteri hidup, prebiotik justru berfungsi sebagai makanan bagi bakteri tersebut. Sehingga dengan mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung keduanya, keduanya akan saling membantu melengkapi dengan cara menyeimbangkan bakteri usus dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Segudang Manfaat Probiotik dan Prebiotik

Baik probiotik maupun prebiotik dapat memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Probiotik, khususnya, dikenal karena kemampuannya menjaga keseimbangan yang tepat dari bakteri baik dalam tubuh, yang dapat membantu menjaga kesehatan anak Anda.

5 Manfaat Probiotik

Berikut beberapa manfaat probiotik untuk anak:

1. Jaga kesehatan pencernaan

Probiotik dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus. Ini dapat mengurangi risiko diare dan masalah pencernaan lainnya.

2. Sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat

Bakteri baik dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, mengurangi risiko infeksi dan penyakit.

3. Kurangi efek samping antibiotik

Probiotik dapat sangat membantu bagi anak-anak yang mengonsumsi antibiotik sebab hal ini dapat membantu mengurangi risiko diare dan masalah pencernaan lain yang disebabkan oleh efek samping antibiotik.

4. Pencegahan alergi

Probiotik dapat membantu mencegah alergi pada anak-anak, terutama jika diberikan pada tahun pertama kehidupan.

5. Memperbaiki mood

Probiotik dapat berdampak positif pada kesehatan mental, berpotensi mengurangi risiko kecemasan dan depresi.

Selain probiotik, prebiotik adalah elemen penting lainnya untuk menjaga kesehatan mikrobioma pada anak-anak. Prebiotik adalah makanan yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Prebiotik, seperti probiotik, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan bakteri baik dalam tubuh.

5 Manfaat Prebiotik

Berikut beberapa manfaat prebiotik untuk anak:

1. Peningkatan kesehatan pencernaan

Prebiotik dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus. Mereka dapat membantu meringankan sembelit dan masalah pencernaan lainnya.

2. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Prebiotik telah terbukti mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, mengurangi risiko infeksi dan penyakit.

3. Penyerapan nutrisi lebih baik

Prebiotik dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi, terutama penyerapan kalsium, yang penting untuk pertumbuhan anak.

4. Menurunkan risiko alergi

Prebiotik dapat membantu mengurangi risiko alergi pada anak-anak dengan mendukung pertumbuhan bakteri menguntungkan di usus.

5. Membantu mengelola berat badan ideal

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa prebiotik dapat membantu mengelola berat badan ideal, mengurangi risiko obesitas pada masa kanak-kanak.

Penting untuk dicatat bahwa masih banyak penelitian yang harus dilakukan tentang prebiotik, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan sepenuhnya manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Makanan Sumber Probiotik dan Prebiotik

Sekarang setelah kita mengetahui perbedaan dan manfaat probiotik dan prebiotik untuk anak-anak, selanjutnya adalah bagaimana ibu bisa melibatkan probiotik dan prebiotik serta nutrisi lainnya ke dalam makanan anak.

Salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan probiotik dan prebiotik adalah dengan cara melibatkan kedua hal tersebut ke dalam bagian dari pola makan anak. Probiotik dapat ditemukan pada berbagai makanan seperti yogurt, kefir, sauerkraut, dan tempe, sedangkan prebiotik dapat ditemukan pada buah-buahan, sayur mayur, dan biji-bijian.

Meski probiotik dan prebiotik ditemukan di beragam jenis makanan, namun tidak semua diciptakan sama. Saat membeli makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut, carilah produk yang memiliki kultur hidup dan aktif, serta sedikit tambahan gula atau pengawet. Ibu juga dapat memilih untuk membuat sendiri makanan fermentasi buatan sendiri seperti yogurt atau sauerkraut. Proses pembuatannya sendiri dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama anak.

Cara lain untuk memastikan anak mendapatkan asupan probiotik dan prebiotik yang cukup adalah dengan mempertimbangkan asupannya lewat suplemen. Namun, sebelum melakukan ini, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dulu. Dosis dan durasi penggunaan yang dianjurkan dapat bervariasi tergantung pada usia anak dan kondisi kesehatannya secara keseluruhan.

Dengan segala manfaat probiotik dan prebiotik untuk tumbuh kembang anak, ibu juga tetap harus memerhatikan asupan makanan padat nutrisi lainnya seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein. Nutrisi-nutrisi penting yang terkandung di sana masih merupakan cara terbaik untuk membantu anak memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya.

Kesimpulannya, probiotik dan prebiotik memainkan peran penting dalam menjaga mikrobioma usus yang sehat, yang penting untuk kesehatan anak secara menyeluruh. Memasukkan probiotik dan prebiotik ke dalam pola makan anak sehari-hari melalui berbagai sumber makanan dan suplemen dapat memberikan banyak manfaat.

Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak anak sebelum menambahkan suplemen apapun ke dalam makanannya, dan untuk selalu memprioritaskan pola makan yang sehat dan seimbang sebagai dasar nutrisinya.

Asupan Nutrisi Tambahan dengan Probiotik dan Prebiotik

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian, ibu bisa memberi anak nutrisi tambahan berupa PediaSure. Tidak hanya mengandung probiotik L. acidophilus dan prebiotik FOS, PediaSure juga mengandung 14 vitamin, dan 9 mineral yang baik untuk anak-anak. Dapatkan manfaat dari arginin, vitamin K2, triple protein, serta AA, DHA, dan Omega-3 yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan anak.

Dengan kandungan gula yang lebih rendah hingga 42%, PediaSure dapat dinikmati dalam berbagai varian rasa, seperti classic milky, vanila, madu, dan cokelat yang bisa disesuaikan dengan selera anak. Dengan memberikan PediaSure sebagai tambahan nutrisi harian, ibu dapat membantu mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.

Oleh karena itu, disarankan bagi ibu untuk memberikan PediaSure yang mengandung probiotik untuk mendukung fungsi saluran cerna dan pertumbuhan nyata anak.

 

 

 

SOURCE:

Probiotics and prebiotics: What you should know - Mayo Clinic. Retrieved April 17, 2023, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/probiotics/faq-20058065.  

Prebiotic vs. probiotic: Differences, benefits, and foods. Retrieved April 17, 2023, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/323490 

Probiotics and Prebiotics: What’s the Difference?. Retrieved April 17, 2023, from https://www.healthline.com/nutrition/probiotics-and-prebiotics 

Prebiotic vs. probiotic: Differences, benefits, and foods. Retrieved April 17, 2023, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/323490