Memahami Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Memahami Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

1 bulan yang lalu
Dibaca 887

Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Selain pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif anak juga menjadi harapan semua orang tua.

Apa Itu Kognitif dan Contohnya?

Kemampuan kognitif adalah keterampilan berbasis otak yang diperlukan untuk melakukan tugas apapun dari yang sederhana hingga kompleks. Pada anak-anak, kemampuan kognitif berarti adalah kemampuan anak berpikir, memahami, mengeksplorasi, dan mencari tahu hal-hal di sekitar mereka.

Dari definisi tersebut tentu kita tahu betapa krusial atau pentingnya perkembangan kognitif bagi seorang anak. Setiap anak mengalami perkembangan kognitif yang nantinya akan menentukan kecerdasannya di masa depan.

Perkembangan kognitif anak usia dini akan selalu berbeda-beda satu dengan yang lain. Sebagai contoh, perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun cukup berbeda dengan usia 8-11 tahun.

Proses perkembangan kognitif ini mengacu pada kemampuan anak dalam memperoleh makna dan pengetahuan dari pengalaman serta informasi yang didapatkan.

Dengan kata lain, perkembangan kognitif merupakan pengembangan dari pengetahuan, keterampilan, pemecahan masalah, dan kecenderungan yang membantu anak-anak untuk berpikir dan memahami dunia di sekitar mereka.

Ini berarti perkembangan otak merupakan bagian dari perkembangan kognitif. Lalu, bagaimana tahapan perkembangan kognitif pada anak dari berbagai usia?

Dalam kehidupan sehari-hari, contoh perkembangan kognitif anak usia dini adalah:

  1. Mengenali dan menghafal warna
  2. Memahami perintah
  3. Menyesuaikan dan menggambar bentuk
  4. Memahami konsep waktu
  5. Memahami dan mengerti transaksi jual-beli menggunakan uang

Baca Juga: 11+ Aktivitas Anak di Rumah Yang Seru Agar Anak Cerdas!

Perkembangan Kognitif Anak Menurut Piaget

Seorang psikolog bernama Jean Piaget telah mencatat dan membagi apa saja perkembangan kognitif manusia sejak anak-anak. Piaget merupakan orang pertama yang mengidentifikasi bahwa cara berpikir anak-anak berbeda dengan orang dewasa.

Dia juga merupakan psikolog pertama yang membuat studi sistematis mengenai perkembangan kognitif yang dialami anak hingga remaja. Berikut 4 tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget:

1. Tahap Sensorimotor (Usia Baru Lahir Hingga 2 Tahun)

Selama tahap awal ini, anak tumbuh dengan menyadari apa yang ada di depan mereka. Anak-anak akan fokus pada apa yang mereka lihat, lakukan, dan interaksi fisik dengan lingkungan terdekat.

Ini karena anak-anak usia 0-2 tahun belum tahu bagaimana reaksi dari sesuatu, sehingga mereka akan mencoba bereksperimen seperti membuat suara tertentu, melempar barang, atau memasukan benda dalam mulut.

Seiring bertambahnya usia anak, mereka akan mulai menyadari keberadaan benda meski tidak ada dalam pandangan mereka. Tahap ini penting yang menandai bahwa memori anak-anak sedang berkembang.

2. Tahap Praoperasional (usia 2-7 tahun)

Pada tahap ini, anak-anak mulai mengembangkan memori dan imajinasi mereka. Mereka mulai mengenal perbedaan masa lalu dan masa depan, serta mulai dapat berimajinasi.

Pemikiran anak usia 2-7 tahun ini masih banyak berdasarkan intuisi dan belum sepenuhnya logis. Mereka juga belum dapat memahami konsep yang lebih kompleks seperti sebab akibat, waktu, dan perbandingan. Pemikiran mereka juga masih didominasi egosentris.

3.. Tahap Operasional Konkret (Usia 7-11 Tahun)

Tahap ini juga kerap disebut dengan tahap usia sekolah dasar. Pada usia ini, anak-anak mulai menunjukkan pemikiran yang logis dengan alasan yang konkret.

Anak dengan usia 7-11 tahun mulai menyadari ada berbagai hal di luar diri mereka. Ini menjadikan anak-anak ini mulai mengurangi pemikiran egosentrisnya.

Tahap ini, anak-anak juga mulai menyadari bahwa mereka punya pemikiran sendiri yang unik dan berbeda dari orang lain.

Namun, anak-anak yang berada dalam tahap ini masih belum bisa berpikir secara abstrak atau melakukan hipotesis.

Baca Juga: Kenali Apa Itu Kemampuan Kognitif & Berbagai Tahapannya!

4. Tahap Operasional Formal  (12 Tahun ke Atas)

Anak berusia 12 tahun ke atas mulai dapat memahami bagaimana penggunaan simbol yang berhubungan dengan konsep abstrak, misalnya saja aljabar atau sains.

Mereka juga mulai dapat memikirkan sesuatu secara sistematis, memunculkan teori, dan mempertimbangkan kemungkinan.

Tahap ini, anak-anak mulai dapat mengenal beberapa konsep abstrak seperti keadilan atau kesetaraan.

Meski ada tahap-tahapan di atas, tapi perkembangan kognitif setiap anak berbeda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak berkembang, di antaranya:

     Nutrisi

     Lingkungan

     Pola asuh

Salah satu bagian penting dari perkembangan kognitif buah hati kesayangan adalah pemberian nutrisi yang tepat. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil, Ibu bisa memberikan makanan yang bergizi dan menambahkan asupan nutrisi tambahan ke dalam pola makan anak.

Salah satu asupan nutrisi tambahan yang dapat Ibu pilih sebagai sumber nutrisi yang baik adalah Pediasure.

Nutrisi tambahan Pediasure telah diperkaya dengan AA, DHA, Omega 3, serta Omega 6 baik bagi perkembangan otak si kecil. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perkembangan kognitif anak sangat bergantung pada perkembangan otaknya.

Selain baik untuk perkembangan otak, Pediasure juga mendukung tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Kandungan 14 vitamin, 9 mineral, dan formula triple protein yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan daya tahan tubuh si Kecil.

 

 

Sumber:

     Piaget Stages of Development - WebMD. Retrieved 25 April 2022, from https://www.webmd.com/children/piaget-stages-of-development

     The 4 Stages of Cognitive Development - VeryWellMind, Retrieved 25 April 2022, from https://www.verywellmind.com/piagets-stages-of-cognitive-development-2795457

     Cognitive development - Encyclopedia of Children's Health. Retrieved, 25 April 2022, from http://www.healthofchildren.com/C/Cognitive-Development.html

     What Is Cognitive Development - Help Me Grow. Retrieved, 25 April 2022, from https://helpmegrowmn.org/HMG/HelpfulRes/Articles/WhatCognitiveDev/index.html

     Kemampuan Kognitif Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Ilmu Sosial Bagi Siswa Sekolah Dasar - JPP LPPM UPI. Retrieved, 25 April 2022, from https://ejournal.upi.edu/index.php/JER/article/view/11054

     Risk factors affecting child cognitive development: A summary of nutrition, environment, and maternal-child interaction indicators for sub-Saharan Africa - NIH. Retrieved, 25 April 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4800975/

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
Diet untuk Anak: Seperti Apa yang Bermanfaat, ya?
Diet untuk Anak: Seperti Apa yang Bermanfaat, ya?
Diet bukan melulu soal menurunkan berat badan tapi lebih kepada pola makan yang seimbang & menyehatkan tubuh. Anak-anak juga bisa melakukan diet-diet tertentu.
5 bulan yang lalu
Pahami Susu Penambah Berat Badan Anak 2 Tahun dan Rekomendasinya di Sini
Pahami Susu Penambah Berat Badan Anak 2 Tahun dan Rekomendasinya di Sini
Minum susu penambah berat badan bagi anak 2 tahun akan percuma bila ada kendala di tubuhnya. Yuk, pahami situasi dan kondisi anak sebelum memberi susu formula
1 bulan yang lalu
Manfaat Penting Susu Tinggi Kalsium bagi Anak
Manfaat Penting Susu Tinggi Kalsium bagi Anak
Susu anak berkalsium tinggi bisa jadi pilihan dalam menunjang pertumbuhan. Berikut manfaat kalsium dan rekomendasi susu yang bisa diberikan pada anak.
11 bulan yang lalu