
Cek Pertumbuhan dan Perkembangan Balita 1-5 tahun di Sini!
3 bulan yang lalu
Dibaca 770
5 Menit membaca
Momen menjadi orang tua merupakan momen yang seru sekaligus menantang. Salah satu aspek terpenting dari mendidik anak yang sehat dan bahagia adalah memahami tumbuh kembangnya anak, terutama di usia dini 1-5 tahun.
Daftar isi
Tumbuh Kembang Balita
Tumbuh kembang pada anak 1-5 tahun umumnya mencakup aspek fisik, kognitif, sosial, dan perubahan emosi yang dialami anak-anak di periode penting ini. Perubahan yang terjadi merupakan fondasi untuk anak di masa depan, baik dalam segi kemampuan belajar, hubungannya dengan orang lain, dan kesejahteraan anak secara keseluruhan.
Dengan memahami tahap tumbuh kembang dan capaian-capaian yang idealnya dicapai anak, ibu dapat memenuhi kebutuhan anak dengan lebih baik sekaligus menjaga agar tumbuh kembangnya berada di jalan yang benar.
Agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik, ibu dapat fokus pada aspek-aspek seperti keterampilan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan komunikasi, sosial dan emosional, serta kognitif. Keterampilan motorik kasar berkaitan dengan pergerakan otot besar, sementara motorik halus berkaitan dengan pergerakan otot kecil yang presisi.
Di luar keterampilan motorik, keterampilan bahasa dan komunikasi memungkinkan anak memahami dan mengekspresikan diri secara efektif. Keterampilan sosial dan emosional penting untuk membentuk hubungan dan berkehidupan sosial. Terakhir, keterampilan kognisi mencakup kemampuan belajar, memecahkan masalah, serta ingatan.
Dengan memahami dan memantau aspek-aspek kunci dari tumbuh kembang anak tidak hanya membantu ibu mendukung tumbuh kembang anak tapi juga memperkuat hubungan antara orang tua dengan anak. Untuk memahami lebih dalam, berikut adalah hal-hal yang perlu dipahami mengenai aspek-aspek tumbuh kembang anak.
Kemampuan Motorik Kasar Balita 1-5 Tahun
Kemampuan motorik kasar berhubungan dengan pergerakan yang membutuhkan kelompok otot besar dan cendering lebih aktif daripada kemampuan motorik halus. Contoh utama dari penggunaan kemampuan motorik kasar adalah berjalan, menendang, melompat, dan naik tangga.
Cara mendorong kemampuan motorik kasar balita di usia lahir hingga 5 tahun antara lain:
3-6 bulan
Mengangkat tangan dan kaki ketika berbaring, menggulingkan badan, dan bersandar pada kepala saat duduk.
6-12 bulan
Merangkak, mengubah posisi dari duduk ke berdiri sendiri, dan duduk tanpa sandaran.
1-2 tahun
Memanjat ke kursi atau meja pendek, naik tangga dengan bantuan, dan berjalan dengan satu tangan berpegang pada pegangan.
2-3 tahun
Melompat dengan kedua kaki diangkat, berlari-lari kecil yang dengan topangan jari kaki, dan naik tangga.
3-4 tahun
Naik sepeda roda tiga tanpa bantuan, lari tanpa terjatuh, dan melempar bola dengan jarak dekat.
4-5 tahun
Menangkap bola menggunakan tangan dan badan, berlari dengan mulus dengan kecepatan berubah-ubah, dan naik tangga dengan kaki berbeda-beda. Setelah itu, anak pun sudah mulai bisa menangkap dengan dua tangan maupun melompat dengan satu kaki.
Kemampuan Motorik Halus Balita 1-5 Tahun
Kemampuan motorik halus berhubungan dengan pergerakan otot dan pergerakan tangan dan jemari yang membutuhkan koordinasi antara tangan, jari, dan mata atau yang sering disebut koordinasi tangan-mata.
Kemampuan ini memungkinkan anak untuk mencengkeram dan menggerakkan sebuah benda menggunakan kedua tangan dan mengangkt benda hanya menggunakan jempol dan satu jari. Sejak usia 0-5 tahun, hal-hal yang biasanya bisa dilakukan antara lain:
0-3 bulan
Mengayunkan tangan untuk menepis benda, menggerakkan tangan dan memasukkannya ke dalam mulut.
3-6 bulan
Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya dan menggenggam kedua tangannya.
6-9 bulan
Meraih benda seperti botol atau mainan dan menggunakan jari untuk memindahkan benda.
9-12 bulan
Mulai tumbuh preferensi menggunakan salah satu tangan, memasukkan benda kecil ke dalam wadah, dan makan makanan ringan sendiri.
1-2 tahun
Membangun mainan balok kecil, menyendok benda sendiri, dan corat-coret dengan krayon pada kertas.
2-3 tahun
Menumpuk bangunan balok, memutar daun pintu, dan bermain dengan tanah liat atau playdough.
3-4 tahun
Melipat kertas, menggambar lingkaran, dan mengancingkan kancing besar.
4-5 tahun
Berpakaian sendiri, menggunakan garpu dengan benar, dan menalikan tali sepatu.
Kemampuan Bahasa dan Komunikasi Balita 1-5 Tahun
Bahasa dan komunikasi merupakan aspek penting pada tumbuh kembang anak. Pendengaran anak menjadi faktor paling signifikan bagi anak untuk belajar berbicara dan berbahasa. Pencapaian berbahasa dan berkomunikasi anak berbeda-beda, jadi sangat penting untuk memantau perkembangannya. Sesuai usia, berikut adalah pencapaian bahasa dan komunikasi anak 1-5 tahun:
0-5 bulan
Anak mulai mengeluarkan tangisan atau suara-suara khas bayi, mengeluarkan bunyi yang mengindikasikan anak senang atau tidak, dan merespon dengan suara ketika diajak mengobrol.
6-11 bulan
Memahami kata-kata larangan, mulai mengoceh tidak jelas, mulai bisa menyebut mengulang satu suku kata yang berulang seperti “ma-ma” atau “pa-pa” tanpa arti, dan mulai mencoba berkomunikasi melalui gerakan, tindakan, atau suara yang diulang-ulang.
12-17 bulan
Menjawab pertanyaan ringan secara non-verbal, menggunakan 2-3 kata untuk melabeli suatu benda, mengucap ulang kata-kata mudah, dan memiliki perbendaharaan kata sebanyak 4-6 kata.
18-23 bulan
Perbendaharaan kata meningkat jadi 50 kata, mulai menyebutkan makanan yang sering dikonsumsi, meniru suara binatang, mulau merangkai kata, dan mengucapkan dua kata.
2-3 tahun
Memahami konsep ruang serta kata ganti, mengetahui kata-kata deskriptif, merangkai kalimat dengan tiga kata, menjawab pertanyaan mudah, dan tata bahasanya mulai bisa dipahami
3-4 tahun
Mengelompokkan benda, mengenali warna, memahami fungsi objek, dan mulai merangkai kata dengan kreatif.
4-5 tahun
Menjawab pertanyaan rumit, mengucap kata-kata rumit meski sedikit salah, tata bahasa semakin baik, dan menciptakan cerita menggunakan imajinasinya.
Kemampuan Sosial dan Emosional Balita 1-5 Tahun
Kemampuan sosial dan emosional pada balita 1-5 tahun membantu anak mengontrol perasaan sendiri, memahami perasaan orang lain, dan berinteraksi dengan orang lain. Seiring dengan pertumbuhannya, anak melalui beberapa pencapaian yang berperan dalam tumbuh kembangnya secara sosial dan emosional. Pencapaian umumnya adalah sebagai berikut:
1-2 tahun
Anak mulai belajar komunikasi dasar, mengenali orang-orang yang sering ditemui, dan berinteraksi dengan orang terdekatnya
2-3 tahun
Anak mulai bersosialisasi, melindungi “wilayahnya”, dan berinteraksi dengan orang-orang di luar lingkaran terdekatnya
3-4 tahun
Anak mulai mencari orang lain dan perhatian terhadap sekitar, menggunakan imajinasi, dan mulai memahami emosi.
4-5 tahun
Anak menunjukkan ketertarikan pada aktivitas kelompok, berbagi dan bekerja sama dengan orang lain, menunjukkan afeksi secara fisik, dan ingin lebih independen.