Waspada Radang Tenggorokan pada Anak! Cek 7 Cara Mengobatinya di Sini

Waspada Radang Tenggorokan pada Anak! Cek 7 Cara Mengobatinya di Sini

1 bulan yang lalu
Dibaca 1,33 ribu
5 Menit membaca

Radang tenggorokan adalah gangguan kesehatan yang bisa dialami siapa saja; termasuk anak-anak. Sakit atau infeksi tenggorokan ini memiliki nama medis faringitis. Faringitis sendiri merupakan kumpulan gejala yang ditandai dengan kondisi kemerahan, rasa sakit, hingga bengkak di area tenggorokan atau faring.

Saat mengalami kondisi ini, Si Kecil bisa merasa tidak nyaman dan kesakitan saat minum atau menelan makanan. Tak jarang hal ini membuat Si Kecil rewel dan Ibu menjadi khawatir.

Kondisi ini tentu mengganggu ya, Bu? Namun, Ibu tidak usah panik. Yuk, simak cara mengobati radang tenggorokan pada anak dalam artikel berikut ini!

Penyebab Radang Tenggorokan

Pada umumnya, faringitis atau sakit tenggorokan pada anak disebabkan oleh infeksi virus, seperti pilek, flu, atau mononukleosis (mono). Kebanyakan kasus radang tenggorokan yang terjadi pada anak-anak akibat virus dapat sembuh sendiri. Hal ini terjadi karena sifat penyakit yang berupa self limiting disease atau bisa sembuh sendiri.

Namun, pada sejumlah kecil kasus, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Termasuk akibat dari infeksi streptokokus dan infeksi telinga. Meski begitu, jarang terjadi peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Sakit tenggorokan juga dapat disebabkan oleh tonsillitis jika amandel anak terlihat bengkak dan merah. Selain itu, anak juga bisa merasakan sakit tenggorokan saat menderita sariawan.

Ciri-Ciri Radang Tenggorokan pada Anak

Ibu perlu mengenali gejala atau ciri-ciri radang tenggorokan pada anak agar dapat segera memberikan pertolongan pertama maupun pengobatan untuk Si Kecil. Berikut ini sejumlah ciri-ciri faringitis yang terjadi pada anak:

-          Tenggorokan terasa sakit atau perih

-          Demam

-          Pernapasan buruk

-          Rasa gatal di tenggorokan

-          Kemerahan pada area belakang mulut

Salah satu gejala faringitis adalah demam. Jika Ibu bertanya demam radang tenggorokan pada anak berapa lama, jawabannya mungkin terjadi beberapa hari. Pada kasus faringitis akibat pilek, demam mungkin terjadi selama 3 hingga 5 hari.

Jika radang tenggorokan pada anak disebabkan oleh pilek, Si Kecil juga akan menunjukkan gejala hidung meler, batuk, demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan mungkin rasa sakit di telinga.

Sementara itu, jika radang tenggorokan disebabkan oleh virus flu, anak juga akan merasakan sakit dan nyeri pada tubuhnya.

7 Cara Mengobati Radang Tenggorokan pada Anak

Saat anak mengalami sakit di area tenggorokan, salah satu hal yang dirasakan tentu rasa sakit terutama jika digunakan untuk menelan makanan maupun minuman. Tak heran jika rasa sakit tersebut memicu si Kecil menjadi rewel.

Jika sudah begitu, tidak jarang Ibu menjadi khawatir dan panik untuk segera membuat anak merasa lebih nyaman. Berikut, beberapa hal yang dapat Ibu lakukan untuk mengobati radang tenggorokan pada anak.

1. Beri anak makanan lembut

Saat merasakan sakit tenggorokan akibat peradangan, anak akan kesulitan menelan makanan. Oleh sebab itu, Ibu bisa memberikan makanan lembut, seperti kentang tumbuk, bubur, sereal, jus apel, atau telur, untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan Si Kecil ketika menelan.

2. Beri anak banyak cairan

Memberi banyak cairan juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi peradangan pada tenggorokan anak. Ibu bisa membantu anak minum air putih atau jus apel agar ia mendapatkan asupan cairan yang cukup.

3. Beri anak minuman hangat

Minuman hangat seperti teh herbal dengan madu atau jus apel encer bisa membantu meredakan sakit tenggorokan pada anak. Namun, perlu diingat ya Bu, jangan berikan madu untuk anak di bawah usia 1 tahun.

4. Beri obat pelega tenggorokan

Untuk anak di atas usia 4 tahun, Ibu bisa memberikan obat pelega tenggorokan atau batuk. Ibu juga juga memberikan semprotan tenggorokan. Namun, pastikan selalu berkonsultasi dengan tenaga medis dan membaca tabel pada kemasan obat untuk mengetahui dosis yang tepat bagi Si Kecil. Ibu juga sebaiknya menghindari semprotan tenggorokan yang mengandung benzokain karena dapat menyebabkan reaksi obat.