Pahami Susu Penambah Berat Badan Anak 2 Tahun dan Rekomendasinya di Sini

Pahami Susu Penambah Berat Badan Anak 2 Tahun dan Rekomendasinya di Sini

2 bulan yang lalu
Dibaca 2,87 ribu

Berat badan anak, terutama pada usia bawah lima tahun (balita), menjadi salah satu kekhawatiran bagi para ibu. Pasalnya, untuk tumbuh kembang anak usia 1-10 tahun yang baik ditandai dengan penambahan berat badan yang adekuat setiap bulannya.

Ketika berat badan anak tidak naik, atau bahkan turun, orang tua pasti akan khawatir. Apalagi jika si buah hati baru memasuki usia 2 tahun, saat anak berada dalam fase golden age.

Jika sudah begitu, orang tua akan mencari berbagai cara mencapai berat badan ideal anak. Seperti memberikan obat untuk meningkatkan nafsu makan semacam ekstrak temulawak. Ada juga yang memberikan susu penambah berat badan anak 2 tahun.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Anak Susah Makan, Ibu Harus Tahu!

Standar Berat Badan Ideal Anak

Sebagai informasi awal, ada baiknya mengenali terlebih dahulu standar berat badan ideal anak sesuai usia yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, inilah berat badan ideal anak di rentang usia 1-3 tahun1.

     Usia 1 tahun: Untuk anak perempuan di rentang 7-11,5 kg. Untuk anak laki-laki di rentang 7,7-12 kg.

     Usia 2 tahun: Untuk anak perempuan di rentang 9-14,8 kg. Untuk anak laki-laki di rentang 9,7-15,3 kg.

     Usia 3 tahun: Untuk anak perempuan di rentang 10,8 – 18,1 kg. Untuk anak laki-laki di rentang 11,3 – 18,3 kg.

Penyebab Anak Susah Naik Berat Badannya dan Cara Mengatasinya

Umumnya, orang tua sudah mulai menggunakan susu penambah berat badan anak saat buah hati menginjak usia 1 tahun. Pada sejumlah kasus, anak yang sudah diberi susu bubuk penambah berat badan tetap tidak mencapai kondisi ideal.

Sehingga mendorong orang tua panik dan melakukan tindakan tak terkontrol, seperti berlebihan memberi jamu untuk merangsang nafsu makan atau memberi susu penambah berat badan anak 2 tahun ke atas padahal usia anak masih 2 tahun ke bawah.

Orang tua yang panik dan frustasi tadi makin tidak menyadari bahwa sebenarnya tubuh anak memiliki kendala mencapai berat ideal. Berikut ini beberapa kemungkinan kendala atau penyebab berat badan anak sulit naik dan cara mengatasinya:

Tidak Cukup Kalori atau Anak Makan Terlalu Sedikit

Pada anak-anak yang mengalami susah makan, ada kemungkinan mereka makan terlalu sedikit. Ini berakibat pada kalori yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi.

Ada banyak alasan mengapa anak makan terlalu sedikit. Misalnya saja picky eater atau pilih-pilih makanan, langit-langit mulut sumbing, pola makan tidak teratur, jumlah porsi makan terlalu sedikit, takaran minum susu kurang, dan lain sebagainya.

Masalah Pencernaan dan Metabolisme

Masalah pencernaan seperti asam lambung (GERD), diare kronis, cystic fibrosis, penyakit hati kronis, dan penyakit celiac mempersulit anak menyerap nutrisi dan kalori yang cukup untuk menambah berat badan.

Sejumlah kalori dan nutrisi tidak mudah dicerna tubuh anak karena adanya gangguan metabolisme.Tak jarang kondisi gangguan ini membuat anak susah makan dan muntah.

Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan berarti tubuh sensitif terhadap beberapa makanan, seperti intoleransi protein susu sapi. Sayangnya, intoleransi makanan sering kali tidak menimbulkan gejala seperti alergi dan membuat orang tua terlambat menyadarinya.

Makanan Tinggi Kalori Lengkapi Gizi dan Bantu Pertumbuhan Anak

 

Kondisi Medis Bawaan

Anak yang memiliki kondisi medis bawaan misalnya kelainan jantung atau paru-paru membutuhkan kalori lebih banyak dibandingkan anak tanpa penyakit bawaan.

Infeksi

Ketika anak terkena infeksi, baik bakteri, virus, maupun parasit, tubuhnya membutuhkan banyak kalori untuk melawan infeksi tersebut. Namun, saat anak merasa tidak enak badan, mereka mungkin makan lebih sedikit dari biasanya. Inilah mengapa saat anak sakit tak jarang berat badan mereka turun.

Untuk menemukan masalah kenaikan berat badan anak secara tepat, ibu perlu memeriksakan anak ke dokter. Umumnya, masalah-masalah di atas tadi memerlukan intervensi medis.

Saat intervensi medis dilakukan, konsumsi susu penambah berat badan anak 2 tahun perlu rekomendasi dokter. Jika dibutuhkan, dokter anak biasanya merekomendasikan pemberian susu formula, suplemen yang mengandung minyak ikan, atau oral nutrition suplemen lain dengan aturan tertentu.

Baca Juga: Perbaiki Asupan Nutrisi Anak dengan Susu Penambah Nafsu Makan

PediaComplete Sebagai Asupan Nutrisi Tambahan Anak

Contoh produk yang bisa jadi oral nutrition supplement adalah Pediasure Complete yang cocok untuk anak usia 2 tahun. Mengonsumsi PediaSure Complete menjadi asupan nutrisi padat kalori untuk anak yang direkomendasikan memiliki kebutuhan kejar tumbuh. Untuk diketahui, PediaSure Complete sekarang berubah nama menjadi PediaComplete. Aturan penyajian PediaComplete adalah dikonsumsi 2 kali sehari dengan cara:

     Siapkan 190 ml air matang hangat atau dingin

     Masukan 4 sendok takar PediaComplete

     Aduk hingga tercampur secara merata.

PediaComplete diolah oleh ahli nutrisi demi bantu mendukung pertumbuhan anak yang berisiko mengalami faltering growth (gagal tumbuh). Faltering growth biasanya ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak adekuat setiap bulannya.

PediaComplete diformulasikan dari gizi dan nutrisi padat energi dengan 0% sukrosa dan penambahan AA dan DHA demi bantu dukung pertumbuhan anak yang berisiko faltering growth.

PediaComplete juga mengandung tiga protein berkualitas, Prebiotik FOS dan laktosa yang rendah sehingga bagus untuk dukung kesehatan saluran cerna.

Sebagai asupan nutrisi tambahan anak, PediaComplete juga mengandung campuran lemak nabati dengan MCT 19% yang lebih mudah diserap sebagai sumber energi. PediaComplete juga dilengkapi 14 vitamin & 9 mineral, seperti zat besi dan omega 3, yang akan mendukung pertumbuhan fisik maupun imunitas.

 

Source:

·         Weight-for-age - WHO. Retrieved 25 April 2022, from https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards/weight-for-age

·         Failure to Thrive - KidsHealth, Retrieved 25 April 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/failure-thrive.html

·         The Growing Child: 3-Year-Olds - John Hopkins Medicine. Retrieved, 25 April 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-growing-child-3yearolds

·         Growth and Your 1- to 2-Year-Old - KidsHealth. Retrieved, 25 April 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/grow12yr.html

 

Baca Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya   
Si Kecil Ingin Nge-gym? Simak Cara Lakukan Kegiatan untuk Anak Ini!
Si Kecil Ingin Nge-gym? Simak Cara Lakukan Kegiatan untuk Anak Ini!
Olahraga bagi anak-anak berbeda dengan dewasa. Secara fisik, tulang, otot, dan sendi anak-anak masih dalam fase pertumbuhan sehingga olahraganya menyesuaikan.
7 bulan yang lalu
Efek Samping Setelah Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya
Efek Samping Setelah Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya
Meskipun belum dapat dilakukan untuk anak di bawah umur batas vaksin, orang tua disarankan untuk menyiapkan kondisi tubuh sang anak dengan cara memberikan asupan nutrisi yang cukup.
10 bulan yang lalu
Diet untuk Anak: Seperti Apa yang Bermanfaat, ya?
Diet untuk Anak: Seperti Apa yang Bermanfaat, ya?
Diet bukan melulu soal menurunkan berat badan tapi lebih kepada pola makan yang seimbang & menyehatkan tubuh. Anak-anak juga bisa melakukan diet-diet tertentu.
7 bulan yang lalu