Pahami Lingkar Kepala yang Ideal untuk Anak di Sini!

Pahami Lingkar Kepala yang Ideal untuk Anak di Sini!

8 bulan yang lalu
Dibaca 15,96 ribu
5 Menit membaca

Seiring dengan bertambahnya usia, tidak hanya tubuh semakin tinggi dan berat badan yang meningkat, salah satu hal lain yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak adalah lingkar kepala. Di masa tumbuh kembangnya, lingkar kepala anak sedianya terus membesar menyesuaikan dengan lingkar kepala yang ideal sesuai usianya dan berhenti ketika tumbuh kembangnya berhenti.

Apa Itu Lingkar Kepala Anak?

Lingkar kepala adalah pengukuran kepala anak mengelilingi bagian terbesar di kepalanya. Bagian terbesar yang dimaksud adalah di atas alis dan telinga, mengelilingi bagian depan dan belakang kepala.

Lingkar kepala merupakan salah satu hal utama yang diukur secara rutin oleh dokter anak karena lingkar kepala dapat menjadi indikator pertumbuhan utama tumbuh kembang anak. Hasil pengukuran ini nantinya akan dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya lalu ditentukan apakah ukuran kepala saat pengukuran berada pada rentang ukuran yang normal sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya. Dengan demikian, dokter dapat mengidentifikasi perubahan yang terjadi sekaligus mendeteksi bila ada tanda-tanda mengkhawatirkan.

Meski terkesan sebagai bagian kecil dari tumbuh kembang anak, pengukuran lingkar kepala dapat memberikan informasi penting terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Dengan mengukur lingkar kepala secara rutin, dokter dapat membantu jika ada masalah sejak dini dan memberikan penanganan khusus, apalagi jika ukuran kepala si Kecil berada di bawah atau di atas batas normal.

Cara Mengukur Lingkar Kepala Anak dengan Benar

Berikut langkah-langkah untuk mengukur lingkar kepala anak dengan benar dan akurat:

  1. Gunakan pita pengukur yang tidak bisa diregangkan seperti pengukur kain
  2. Lilitkan pita mengelilingi bagian terbesar kepala anak, termasuk bagian dahi paling besar di atas alis, telinga, dan belakang kepala
  3. Ukur sebanyak tiga kali dan pilih ukuran terbesar hingga 0.1 cm terdekat

Pengukuran sebaiknya mulai dilakukan sejak anak baru lahir karena tabel referensi lingkar kepala berdasarkan usia dan jenis kelamin dibuat berdasarkan pengukuran yang diambil sebelum usia anak mencapai 24 jam.

Batas normal lingkar kepala anak sendiri berbeda-beda seiring bertambahnya usia. Lingkar kepala anak 2 tahun tentu berbeda dengan lingkar kepala anak 4 tahun. Lingkar kepala sendiri menjadi cara untuk memantau tumbuh kembang otak anak di mana ukuran kepala mencerminkan ukuran otak. Hal ini menjadi indikasi apakah otak juga ikut tumbuh dalam kecepatan yang normal.

Lingkar kepala biasanya secara rutin dilakukan hingga anak berusia 3 tahun di mana otaknya mencapai 80% dari ukuran orang dewasa. Sehingga setelah 3 tahun, sumbu tulang tengkorak, dan pertumbuhan kepala melambat. Sehingga, lingkar kepala tidak lagi menjadi pengukuran yang efektif untuk mengukur otak setelah usia tersebut. Secara rinci, otak anak saat lahir berada pada angka 25% dari ukuran otaknya saat dewasa, 75% di satu tahun, dan 90% ketika anak berusia 7 tahun. Lalu, berapa ukuran lingkar kepala normal?

Meski pengukuran biasanya berhenti di usia 10 tahun, namun WHO membuat sebuah tabel yang dapat menjadi pedoman ukuran lingkar kepala anak sejak lahir hingga berusia 5 tahun yang dibagi berdasarkan jenis kelamin.

Tabel Lingkar Kepala Anak Usia 0-5 Tahun

Lingkar kepala perempuan

Usia

-3 SD

-2 SD

-1 SD

Median

1 SD

2 SD

3 SD

0

30.3

31.5

32.7

33.9

35.1

36.2

37.4

1

40.8

42.2

43.5

44.9

46.3

47.6

49.0

2

43.0

44.4

45.8

47.2

48.6

50.0

51.4

3

44.3

45.7

47.1

48.5

49.9

51.3

52.7

4

45.1

46.5

47.9

49.3

50.8

52.2

53.6

5

45.7

47.1

48.5

49.9

51.3

52.8

54.2

 

Lingkar kepala laki-laki

Usia

-3 SD

-2 SD

-1 SD

Median

1 SD

2 SD

3 SD

0

30.7

31.9

33.2

34.5

35.7

37.0

38.3

1

42.2

43.5

44.8

46.1

47.4

48.6

49.9

2

44.2

45.5

46.9

48.3

49.6

51.0

52.3

3

45.2

46.6

48.0

49.5

50.9

52.3

53.7

4

45.8

47.3

48.7

50.2

51.7

53.1

54.6

5

46.3

47.7

49.2

50.7

52.2

53.7

55.2

 

Dari pedoman ini, ibu dapat membaca indikasi jika ukuran kepala anak lebih kecil dari minus 2 standar deviasi di bawah angka rata-rata, artinya anak mengalami kondisi microcephaly di mana kepala lebih kecil dari normal jika dibandingkan dengan anak dengan usia sama.

Di sisi lain, terdapat juga macrocephaly di mana ukuran kepala anak lebih besar dari 2 standar deviasi di atas angka rata-rata. Pada kondisi ini, kepala anak lebih besar dari normal jika dibandingkan dengan anak seusianya.

Kondisi macrocephaly bisa jadi merupakan gejala dari gangguan pada otak atau diwariskan dari orang tua. Gejalanya berupa pertumbuhan kepala dengan cepat, tumbuh kembang yang terhambat, disabilitas mental, serta komorbiditas lain.

Selain lewat pengukuran kepala, dokter akan melakukan serangkaian tes lainnya. Sementara microcephaly bisa jadi disebabkan oleh pertumbuhan otak yang abnormal, kondisi genetik, paparan virus, obat, atau racun di dalam janin. Gejalanya mulai dari disabilitas intelektual ringan hingga kejang-kejang dan terhambatnya fungsi motorik.

Baik macrocephaly maupun microcephaly dapat menjadi indikasi tumbuh kembang anak yang tidak normal dibandingkan dengan anak seusianya. Untuk itu, yang dapat ibu lakukan adalah mendampingi anak agar dapat tumbuh sebaik mungkin dengan cara memerhatikan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan anak.

3 Faktor Penting yang Memengaruhi Pertumbuhan Anak

Perlu dipahami bahwa pertumbuhan anak, termasuk lingkar kepalanya dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Faktor tersebut antara lain:

1. Biologis dan Lingkungan

Periode tumbuh kembang anak di usia dini dipengaruhi baik oleh faktor biologis dan lingkungan. Kedua faktor tersebut bisa memberikan dampak yang positif dan negatif sepanjang periode tumbuh kembangnya, terutama di saat-saat penting yakni sebelum lahir dan usia balita.

Faktor biologis seperti pengaruh genetik, kimia otak, level hormon, nutrisi, dan jenis kelamin semuanya memainkan peran dalam tumbuh kembang anak. Beberapa faktor bahkan memiliki pengaruh lebih besar pada aspek tumbuh kembang tertentu, seperti faktor bawaan lahir berupa faktor biologis yang memengaruhi pertumbuhan motorik kasar.

2. Jenis Kelamin

Jenis kelamin juga dapat menengaruhi tumbuh kembang dalam berbagai cara, mulai dari perbedan organ reproduksi pada tubuh anak hingga hormon seks tertentu yang memainkan peran di dalam perbedaan jenis kelamin. Contohnya, anak laki-laki dan perempuan cenderung belajar dan berkembang dengan cara yang berbeda dan memiliki tingkatan kesiapan sekolah yang berbeda.